
Zahira dan teman temanya membersihkan diri untuk pergi ke musholah untuk menunaikan shalat Asar.
"Halo adik manis," Ucap si kembar, saat Zahira dan teman temanya menuju Mushola
"Astagpirullah, Salam dulu Abang, Kha," Ucap Zahira kesel, mereka berdua cengengesan
"Assalamualaikum adik manis," Ucap mereka berdua
"Waalaikumsalam Abang Kha yang ganteng," Ucap Zahira
"Dari orok juga dah ganteng," Ucap Ziddan
"Zah mereka siapa? ko muka nya sama," Ucap Melin
"Ini Bang Ziddan dan ini kha Zibbral," Ucap Zahira
"Susah bedainya," Ucap Melin cengengesan
"Gampang ko bedainya, gua Ziddan paling keren Cool," Ucap Ziddan sombong
"Tapi menurut Hani kha Al paling ganteng, soal nya tinggi banget, Gak kaya bang Ziddan pendek... gak banget," Ucap Ghania, otomatis mereka tertawa, sedangkan Ziddan cemberut
"Sory loh bang, Hani yang Telmi aja bisa bedain mana yang ori, dan mana yang kw," Ucap Zibbral tertawa, Ziddan menjitak kepala Zibbral
"Lacnat Luh jadi adek, gua Abang Luh, jadi gua yang paling ganteng," Ucap Ziddan
"Abang Ziddan jelek, liat aja noh badanya gak ke urus, ke gak makan tujuh hari tujuh malam, Kan kalau bang Al mah ototnya liat Uwuuu..... Amazing," Ucap Ghania, Zibbral pun memperlihatkan otot ototnya, lalu mereka tertawa
"Mangkanya bang kaya Kha Al dong, Olahraga pagi, naik gunung, terus ngebasket biar tumbuhnya tuh ke atas bukan ke samping," Ucap Zulfa
"Ehh fa denger yah, Olahraga pagi mah biasa aja, terus naik gunung mau ngapain? cape cape naik gunung, ujung ujungnya turun lagi, Si Al mah naik gunung juga mau ketemu sodaranya," Cerocos Ziddan, mereka tertawa
"Terus ngapain juga main basket, cape kaki gua loncat loncat, malu lah, ketampanan gua ini jadi bahan tontonan, gua ini orang ganteng, bukan badut yang suka jadi tontonan," Sambung Ziddan
"Enak aja Luh, naik gunung tuh hobi gua, mengenal alam itu indah bro, loh aja yang kerjaannya di kamar terus ke perawan mau di pingit,"Ucap Zibbral lalu tertawa
"Panas panas an alergi kulit gua, sory yah kalau pun gua mau naik gunung, gunung gua bawa ke rumah," Ucap Ziddan
"Berantem terus, ampe mulut kalian berbisa," Ucap Zahira ketus
"Dasar kau autis.., dipanggil-panggil tak rungu...," Ziddan bersenandung
"Dicolek-colek tak hiraukan..., kau malah asik sendirian...," Lanjut Zibbral bersenang
"Ku banyak bicara... sampai-sampai mulutku berbisa...," Lanjut Ziddan bersenandung
"Namun kau tetap saja be..gitu..., tetap saja.. asik sen..di...ri..an..," Lanjut Zibbral
"Menyebalkan.....Di....,"Lanjut mereka berdua terpotong
"Stop, Stop, malu ini banyak orang," Ucap Zahira melihat kiri kanan depan, dan belakang, dan saat melihat ke belakang di sana ada Gus Azmi yang tersenyum, Zahira pun berbalik
"Aduh Rara pengen pipis, Duluan Yah, Assalamualaikum," Ucap Zahira lalu berlari
"Waalaikumsalam," Ucap mereka
"Luh si nyanyi fals, Rara jadi kabur," Ucap Ziddan
"Sebarang kau jadi Abang," Ucap Zibbral
"Adik perempuan maaf kan Kha Al yang ganteng ini, Yang fals suaranya bang Ziddan bukan Kha Al," Ucap Zibbral aga berteriak, namun tak di hiraukan oleh Zahira
"Malu banget, ko bisa yah aku punya abang² ke mereka, mulutnya lemes banget," Gumam Zahira, saat sedang berjalan meninggalkan mereka karna malu
******
Setelah Sholat Asar, para santriwati dan santri putra menyetor hafalan kepada Pak Kyai untuk santri putri, sedangkan santri putra oleh Gus Azmi, dan Gus Fais
Setelah Setor hafalan ada yang langsung kembali ke asrama, ada juga yang jalan jalan berkeliling pesantren, dan ada yang Stay di Mushola mengaji sembari menunggu Adzan magrib.
"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap Gus Azmi, Kyai Azlam dan Gus Fais
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka, lalu bersalaman kepada Kyai Azlam
"Bi Azmi boleh gak bicara sama Zahira," Tanya Gus Azmi, Zahira membulatkan matanya
"Lah ko nanya nya sama Abi, tanya sama Zahira nya lah," Ucap Kyai Azlam Tersenyum
"Hm....Boleh gak Dhe," Tanya Gus Azmi ragu, Zahira mengangguk tersenyum
"Tapi gak boleh berdua, ajak Le Fais juga," Ucap Kyai Azlam
"Bi masa Fais jadi Kamcong," Ucap Fais cemberut
"Nanti mas beliin PS Baru," Ucap Gus Azmi
__ADS_1
"Deal," Ucap Fais tersenyum
*****
Mereka sekarang berada di danau pesantren, Zahira menikmati indah nya sore hari di sini.
Mereka berdua duduk di rumput yang mengarah langsung ke danau ini, jarak duduk mereka sekitar satu meter, sedangkan Fais dia duduk di Gazebo danau
"Dee......," Ucap Gus Azmi
"Iya,"Ucap Zahira
"Kamu mau mahar apa?," tanya Gus Azmi pelan, ia sedikit gugup, Zahira menunduk
"Hm...Terserah," Ucap Zahira
"Ko terserah, bilang aja kamu mau apa," Ucap Gus Azmi
"Bingung Gus," Ucap Zahira
"Ko bingung, Hm....?," Tanya Gus Azmi
"Terserah Gus aja, insyaallah aku terima," Ucap Zahira
"Baik lah," Ucap Gus Azmi
"Gus Aku pengen Pernikahan kita sederhana aja gak usah mewah mewah, Cukup ijab Kobul aja," Ucap Zahira
"Kamu serius?," Tanya Gus Azmi melirik Zahira, lalu memaling wajahnya langsung ia tak bisa mengontrol jantungnya yang dari tadi tak berhenti hentinya bergetar
"Asal sah di mata agama dan di mata hukum," Ucap Zahira
"Tapi bagaiman dengan orang tua kamu? kamu adalah anak perempuan satu satunya, pasti semua orang tua pengen menikahkan anak perempuannya dengan sangat meriah," Ucap Gus Azmi
"Kenapa harus meriah meriah, mending uang nya di tabung, untuk masa depan," Ucap Zahira, Gus Azmi menghembuskan napasnya berat
"Kamu yakin?," Tanya Gus Azmi lagi
"Insyaallah Gus, cukup kita mengundang kerabat dekat saja, dan teman teman kita," Ucap Zahira
"Ya sudah," Ucap Gus Azmi
"Kalau begitu saya ke asrama dulu yah Gus," Ucap Zahira, berdiri
"Gak usah Gus, saya bisa sendiri, Assalamualaikum," Ucap Zahira
"Kamu yakin," Tanya Gus Azmi , Zahira mengagguk
"Ya sudah waalaikumsalam,"Ucap Gus Azmi, Zahira pun pergi meninggalkan Gus Azmi
Gus Azmi Tersenyum manis memperhatikan Zahira.
********
Zahira telah pulang, ia pulang sendirian, karna ia tidak mau nanti ada yang melihatnya di antar oleh Gus Azmi, bisa bisa jadi gosip.
"Zah gimana?," Tanya Fifah, saat Zahira sudah berada di asrama duduk berkumpul dengan teman temanya
"Apa nya?," Tanya Zahira
"Seriusan ihh, ayo cerita," Ucap Zulfa kesal
"Hmm.....Cerita gak yah," Ucap Zahira Tersenyum
"Zah,"Ucap Melin kesel
"Privasi,"Ucap Zahira Tersenyum
"Ra ayo lah,"Ucap Zulfa
"Ywdh aku kasih tau yah,"Ucap Zahira
"Cepetan,"Ucap mereka berempat ngegas
"Sebenarnya Gus Azmi ........." Ucap Zahira menggantungkan kaliamat
"Apa apa,"Ucap mereka berempat
"Gus Azmi.........,"Ucap Zahira terpotong
"Assalamualaikum,"Ucap seseorang di luar asrama
"Waalaikumsalam,"Ucap mereka berlima, Zahira pun langsung berlari membuka pintu
"Zah, ada tamu,"Ucap seseorang yang ternyata Mba Sifa, yaitu pengurus pesantren, Zahira juga di pilih menjadi pengurus pesantren untuk membantu kalau ada tamu
__ADS_1
"Ywdh mba bntar yah,"Ucap Zahira, Mba Sifa pun mengangguk, Zahira pun masuk ke dalam asrama
"Aku ke luar dulu yah ada tamu yang harus ku urus," Ucap Zahira
"Zah belum selesai loh," Ucap Zulfa
"Assalamualaikum," Ucap Zahira lalu pergi meninggalkan mereka yang terlihat kesal
"Waalaikumsalam,"Ucap mereka
********
"Zah tamu nya dari Turky loh," Ucap mba Sifa saat mereka sedang berjalan menuju tempat untuk para tamu
"Beneran mba?,"Tanya Zahira, Mba Sifa mengangguk
"Assalamualaikum,"Ucap Zahira dan mba Sifa saat sudah berada di tempat untuk para tamu, membawa nampan berisi air dan cemilan
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka, Zahira dan mba Sifa pun menajikan nya
"pak kyai nedir bu pesantren santri, ne güzel bir şey,"Ucap seorang pria paruh baya
Translate:pak kyai apa ini santri pesantren ini, masaallah cantik nya
"Onun adı zahira o benim gelecekteki oğlum,"Ucap Kyai Azlam Tersenyum
Translate:Namanya Zahira dia adalah calon menantu saya
Zahira yang mendengar itu pun otomatis jadi malu, Karan ia bisa bahasa turki, dia juga keturuan turki
"Ah çok kötü, sadece onu damağım yapmak istedim, ama yolun ortasında karaya oturdu," Ucap pria paruh baya itu lalu tertawa
Translate:Ah sayang sekali yah, baru saja saya ingin menjadikanya menantu saya, ternyata kandas di tengah jalan
"Çok güzelsin evlat,"Ucap pria paruh baya itu, menatap Zahira dan Tersenyum
Translate: kamu sangat cantik
"teşekkür ederim," Ucap Zahira Tersenyum
"Türkçe konuşabilirsin?, aman Tanrım," Ucap Pria paruh baya itu
Translate:kamu bisa bahasa Turki?, masaallah
"evet, sadece biraz anlayış,"Ucap Zahira Tersenyum, orang itu mengagguk
Translate: Ya, hanya sedikit paham saja
"Sonra izin veririz," Ucap Zahira
Translate:Kalau begitu kami permisi
"Evet, tekrar teşekkürler,"Ucap pria paruh baya itu
Translate:Ya terimakasih sekali lagi
"Assalamualaikum,"Ucap Zahira dan Mba Sifa
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka, Zahira dan mba Sifa pun pergi dari ruangan itu
"Zah kamu bisa bahasa turki,"Tanya Mba Sifa saat mereka sedang berjalan
"sedikit Mba di ajarin Ama Opa,"Ucap Zahira
"Opa kamu orang mana emng," Tanya mba Sifa
"Istanbul Mba," Ucap Zahira
"Turki dong,"Ucap mba Sifa, Zahira menangguk
"pantes wajah kamu kaya ada turki Turki nya,"Ucap Mba Sifa
"Owyh aku dah denger kabar kamu loh Zah," Ucap Mba Sifa tersenyum menggoda
"Apa mba,"Ucap Zahira
"Gak usah so di tutupin gitu, kamu di lamar kan sama Gus Azmi, gak nyangka si Gus Azmi yang kaku, datar, bisa suka juga yah sama lawan jenis,"Ucap Mba Sifa terkekeh
"Mba ini, Gus Azmi juga kan manusia normal,"Ucap Zahira
"Iya si tapi aneh aja gitu," Ucap Mba Sifa
"Tau ah mba, aku duluan yah, Assalamualaikum,"Ucap Zahira, lalu pergi
"Waalaikumsalam, Zah...ko ninggalin mba si, Tunggu dong ahh ngambek, mba bercanda loh, ciee yang gak Ridho calon suami nya mba jelek jelekin, tapi itu bukan ngejelek jelekin loh, itu emng benar adanya," Ucap Mba Sifa terkekeh mengejar Zahira
__ADS_1