
Disebuah panti asuhan Tunas Harapan,seorang perempuan cantik tengah sibuk dengan kegiatannya yang sedang mempersiapkan dirinya, di pagi hari ini dia mendapatkan jadwal kuliah jam 8 pagi. Aurellia Pallavi umur 22 tahun yang di angkat langsung menjadi anak dari pasangan pemilik panti asuhan Damar dan juga Ratih, pernikahan Damar dan Ratih yang tidak bisa memiliki keturunan hingga seorang perempuan datang mengantarkan bayi yang pada saat itu masih berumur satu Minggu yang tak lain ialah Arellia.
Perempuan cantik itu keluar dari kamar menuju ruang makan yang di sana sudah ada kedua orang tua angkat Aurel yang tidak pernah di ketahui Aurel bahwa dia hanyalah anak angkat dari pasangan itu.
" pagi yah, pagi bun hari ini Aurel berangkat pagi ya, Aurel naik angkutan umum aja. Ayah ngak usah antar aku."
" kenapa? ngak mau sarapan dulu." ucap Damar.
" Ngak yah nanti aja sarapan di kampus sama teman-teman, ngak sempat kalau sekarang nanti keburu telat."
" oo yaudah hati-hati ya nak."
" siap yah,,,, Bunda Aurel pamit ya."
" ummm hati-hati di jalan, padahal bunda udah masak makanan kesukaan kamu."
" Ngak papa Bun,simpan aja nanti Aurel pulang langsung makan." ucap Aurel yang berdiri dan tak lupa Salim kepada kedua orang tuanya.
Aurel yang pada saat ini masih berada di dalam angkutan umum, selalu memperhatikan jam tangan yang di gunakan nya, yang ada di fikirinnya saat ini apakah dia akan telat.
Di tempat lain yang tak lain berada di parkiran kampus tempat Aurel melanjutkan pendidikannya 3 anak muda berdiri sambil menunggu seseorang yang masih belum muncul di penglihatan mereka,sudah 10 menit lamanya 3 anak muda itu berdiri di area parkiran kampus XX.Hingga seorang dari mereka membuka pembicaraan.
__ADS_1
" Tu anak lama bangat si datengnya,hari ini kan jamnya pak Rendi kalau dia lambat lagi bisa kena omel lagi tu anak."
Ucap Citra Bagaskara yang seumuran dengan Aurel dan juga sama-sama di dalam fakultas Manajemen.
" Sabar Cit, bentar lagi juga paling dia datang 5 menit lagi kita nungguin, kalau ngak datang kita masuk duluan."
Jawab Indri Gautama yang juga sahabat dari Aurel.
" Kebiasaan lo Cit cerewet muluk perasaan, lo juga kayak ngak taug Aurel aja, tu anak kan kalau tidur kayak kebbo paling juga dia lambat bangun."
Jawab Aditya Pradana yang juga sahabat dari ke 3 perempuan cantik yg tak lain Aurel,Citra,dan Indri mereka adalah sahabat dari masa mereka SMA tapi tidak dengan Indri yang sudah mengenal Aurel dari semasa Kecil, Meskipun mereka bertiga adalah keluarga yang berada dari kalangan atas tapi tidak pernah memandang Aurel yang dari kalangan bawah, mereka selalu menyayangi bahkan peduli lebih kepada Aurel.
Hingga 5 menit terakhir mereka masih manunggu disana Indri pun membuka suara.
" Ummm gue setuju, gue takut telat ngak mau gue kena omel sama tu dosen killer." ucap Citra
" Ya udah lo berdua masuk dulu aja biar gue yang nungguin Aurel disini,Takut gue ninggalin dia nanti ketemu lagi sama si tukang rusuh." ucap Aditya.
" Oo iya gue sampai lupa kalau kita punya musuh di kampus ini Hahhaaa." ucap Citra sambil tertawa.
" Sttt ngak boleh gitu Cit, kita ngak pernah nganggap mereka musuh, mereka aja sukak cari Masalah." timpal Indri
__ADS_1
" Lo berdua masih sempat sempatnya ngomongin itu, katanya mau masuk telat tauk rasa lo berdua." ucap Aditya
" Emang lo ngak masuk." ucap Citra
" Kelas gue masih lama." Ucap Aditya yang memang masih lama baru memasuki kelas yang berada di fakultas kedokteran.
Dua perempuan cantik itu mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Aditya yang masih berada di area parkiran, setelah mereka hampir memasuki halaman kampus Suara sesorang yang berteriak menghentikan nya.
" Ndri,Cit tungguin gue." teriak Aurel yang berjalan cepat menuju kedua sahabatnya yang sudah berbalik badan menghadap nya.
" Sorry gue telat hehee, telat bangun gue biasa." ucap Aurel yang sudah membuat Citra kesal.
" Sorry gue telat telat bangun gue biasa." ucap Citra dengan nada mengejek.
" Lo ya setiap kita masuk pagi telat muluk, gue harus ngaduin lo si sama Bunda kalau anak kesayangannya ini telat satiap masuk pagi." ucap Citra dengan nada kesal.
" hehe sorry Cit ngak ngulang lagi de suer."
ucap Aurel sambi mengangkat kedua jarinya berbentuk V.
" Hahhahaa makanya Rel jangan lambat lambat lagi bisa-bisa ni ibu cerewet satu makan lo kalau lagi marah." ucap Indri yang melihat Aurel di omeli Citra.
__ADS_1
" Udah aa buruan kita masuk telat lagi baru tauk Rasa." ucap Citra
Mereka bertiga pun jalan memasuki koridor kampus menuju ruangan kelas Manajemen.Seseorang yang melihat mereka dari jauh hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.