
Keesokan harinya Aurel,Adit Dan juga Citra masuk kuliah seperti biasanya,Pagi ini tujuan Aurel dan Citra setelah sampai ke kampus ialah ke ruangan ibu Anisa,Setelah sampai kesana ternyata mereka hanya di berikan tugas untuk di kerjakan yang akan di kumpul Minggu depan.
Aurel dan Citra berjalan di koridor kampus menuju ruang kelasnya,kali ini mereka hanya berjalan berdua tidak seperti biasa yang berjalan bertiga di karena kan operasi Indri yang baru saja terlaksana kemarin dan akan di lihat apakah besok hasilnya bagus.
Mereka berdua berjalan sambil menunduk kan kepala memperhatikan buku yang sedang di bacanya sesekali mereka saling memberikan tanggapan,keduanya tidak menyadari kalau dari arah berlawanan tiga cowok sedang berjalan ke arah mereka.
" Tunggu ada yang ingin gue sampaikan ke kalian berdua." Ucap Deon berdiri di depan Aurel dan Citra.
Aurel dan Citra berlahan mengangkat kepalanya menatap tiga cowok yang sedang menghalang jalannya.
" CK,,Minggir Lo gue ngak berminat berdebat dengan lo pagi ini." Ucap Citra sedikit kesal
" Sabar,,,,gue nyamperin kalian cuman mau kasih ini gue harap Lo berdua bisa Dateng, tenang aja banyak kok yang datang termasuk teman cowok Lo dari kedokteran." Ucap Deon lagi menyodorkan sebuah kartu Undangan.
" Sudahlah ambil saja kartu Lo itu tidak akan ada yang datang,bahkan gue sama Aurel juga ngak." jawab Citra ketus
Aurel dan kedua teman Deon hanya diam melihat Deon dan Citra saling memandang dengan sinis.
" Ambil aja Lo datang atau ngak itu urusan Lo berdua yah ngak." Ucap Deon yang hanya di balas anggukan kedua temannya.
Citra mengambil kartu undangan itu karena tidak ingin memperpanjang perdebatan dan berlalu pergi sambil menarik tangan Aurel.
" Kau yakin Yon mau melakukan ini." tanya Rehan
" Gue yakin, Gue harus milikin dia seutuhnya Han hanya dengan cara ini gue rasa jalan paling bagus." Ucap Deon memandang punggung Aurel dan Citra yang semakin menghilang.
" Gila Lo Yon kalau Renata tahu tentang ini dia pasti akan ngamuk." timpal Kenzo
" CK,,ngak usah Lo peduliin ****** itu, Gue bahkan tahu kenapa dia bertahan,. dia hanya kurang belaian Ken, bahkan tiap hari dia harus ke hotel cuih." Ucap Deon
" Baiklah gue cuman harap rencana Lo kali ini lancar." ucap Kenzo
__ADS_1
Mereka bertiga menuju kantin,tepat hari ini seorang Deon mencapai umur 23 tahun dan dia akan merayakan pesata besar seorang keturunan Pandegas.
Waktu berjalan sangat cepat dan di sebuah apartemen mewah dua perempuan tengah berdikusi apakah mereka akan datang ke pesta ulang tahun Deon.tepat disaat mereka saling diam tidak lagi mengeluarkan kata-kata suara pintu apartemen berbunyi.
Tingtong
Citra yang berada di dalam kamar langsung berlari keluar di susul Aurel dari belakang, Citra membuka pintu dan melihat laki-laki berpakaian formal berdiri di depannya.
" Kalian berdua belum siap,atau kalian ngak di undang." Tanya Adit yang sudah siap menggunakan stelan jaz berwarna cokelat didalamnya terdapat kemeja warna putih.
" Di undang cuman belum tauk keputusannya apa." jawab Aurel langsung berjalan ke arah Sofa ruang tengah.
" CK,,,bersiaplah gue akan nunggu Lo berdua."
" Siapa yang nyuruh lo kesini kan bisa langsung kesana aja Dit." ucap Citra
" Gue inisiatif sendiri gue fikir Lo berdua udah siap." jawab Adit.
Dua perempuan cantik itu tidak lagi menanggapi jawaban Adit,Citra langsung membawa Aurel untuk Bersiap siap karena sore tadik Aurel datang Tampa membawa apa pun.
Aurel saat ini menggunakan dres warna navi yang di mana pundak nya tidak terekspos dres yang tidak terlalu **** sampai lutut,rambut yang di Cepol dan menyisahkan anak-anak rambutnya memakai heels warna putih tinggi lima centi meter sangat sempurna di mata Adit.
Berbeda dengan Citra yang menggunakan dres warna merah maroon yang hanya sampai setengah paha, rambutnya yang sebahu di gerai dan memakai riasan,memakai heels warna putih jangan lupakan tingginya yang sepuluh centi meter.
Adit masih menatap Aurel yang juga sedang menatapnya,dia tersadarkan karena ucapan Citra.
" CK,, ngak usah Lo liat gitu,dia emang cantik kalau sekalinya dandan." ucap Citra
" Bukan cuman cantik Cit,sangat sempurna." jawab Adit tanpa sadar masih menatap Aurel yang sekarang sedang menundukkan kepalanya karena merasa malu.
" Baiklah itu pendapat anda tuan, sekarang kita berangkat gue malas harus lama lama disana nanti." Ucap Citra yang hanya di balas anggukan oleh Adit dan Aurel.
__ADS_1
Mereka bertiga meninggal kan apartemen Citra menuju alamat yang sudah tertera di bawah kartu undangan yang di berikan Deon.
Mereka hanya menggunakan satu mobil,dimana Adit yang mengemudikan mobil Aurel duduk di samping kemudi dan Citra duduk di belakang.
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit mereka Mala berhenti di sebuah clup malam dimana sudah banyak memang anak-anak kampus yang memasuki Clup itu.
" Dit benaran disini alamatnya?, kok kita ke Clup." tanya Aurel yang masih melihat dari dalam mobil.
" Iya Dit masak Iyah pestanya disini,Lo kan tahu kita ngak pernah masuk kesini." ucap Citra
" Ntahlah tapi di alamat itu memang tempatnya disini, Tenang aja yuk turun ada aku biar aku yang jagain kalian." jawab Adit
Aurel dan Citra yang mendengar itu mempercayai Adit dan mereka mulai turun dari mobil. mereka bertiga menaiki beberapa tangga sebelum masuk kedalam pintu utama Clup.
Sesampai nya di dalam mereka menjadi pusat perhatian karena banyak yang mengenal mereka bahwa mereka dari keluarga baik-baik yang tidak pernah menginjak kan kaki di dalam ruangan itu.
Musik yang memekakkan telinga, perempuan yang memakai baju terlalu terbuka merusak pemandangan mereka.Adit menunjuk sebuah meja yang masih kosong untuk mereka tempati.
Tak jauh dari mereka dua pasang mata sedang manatap ke arah mereka dengan pandangan benci.
" Ternyata anak panti itu kalau berdandan Cantik juga yah Ren." ucap Olivia
" Kau gila, atau kau mau gabung sama mereka." Desis Renata.
Oliv yang mendengar itu hanya diam, dia tahu Renata tidak pernah terima jika dia memuji seseorang di depannya.
Tiga orang laki-laki juga sedang menatap ke arah mereka dengan seringai yang tidak dapat di artikan.
" Dia sangat cantik bukan itulah kenapa gue harus milikin dia secepatnya." ucap Deon
" Baiklah kami berdua akan melakukan apa yang kita bahas kemarin." ucap Rehan.
__ADS_1
Berbeda dengan satu meja yang juga tak jauh dari tempat duduk Aurel sepasang mata tajam sedang menatap Aurel dengan tatapan yang sulit di artikan, ' sempurna ' ucapnya di dalam batin.
...****************...