
• Aditya 🐯
' Nanti kalau Lo pulang tungguin gue yak, Gue mau ke panti, mau pemeriksaan buat adek adek seperti biasa.'
Aurel yang baru saja selesai di jam kelas keduanya berniat untuk pulang bersama Citra dan juga Indri,tapi di saat dia sedang membereskan barang-barang nya sebuah pesan masuk di handphone nya.
" Ee sorry ya gue ngak bisa balik sama kalian." ucap Aurel ke Indri dan Citra.
" Kenapa? bukannya barusan Lo bilang iya." tanya Citra
" Nah itu dia gue baru dapat pesan dari Adit katanya mau ke panti buat pemeriksaan anak-anak." jawab Aurel
" Ck,, tu calon dokter satu Baek bangat ya." ucap Citra.
" Hahahaha Lo kayak ngak taug Adit aja Cit." timpal Indri
" Ya udah tapi ngak papa kan Lo nunggu sendirian gue sama Indri mau pulang duluan kalau gitu."
" Ngak papa lah, gue bisa nunggu di kantin." Jawab Aurel.
" ok." ucap Indri
Setelah kedua sahabatnya berjalan menuju parkiran, lain dengan Aurel yang bukannya berjalan ke arah kantin kampus,Dia Mala berjalan ke sebuah lapangan bola basket yang memang terlihat sepi karena waktu menunjukkan hampir jam 4 sore.
Sesampai nya di lapangan dia berjongkok meletakkan tasnya di bawah pohon di samping lapangan dan dia juga mendudukkan badannya di pinggir lapangan sambil berselonjoran kaki dan menopang badannya dengan tangan bertumpu kebawah lapangan, Dia menatap keatas sambil memejamkan matanya.
Hingga sepuluh menit dia di kagetkan dengan seseorang yang melempar bola basket ke tiang ring basket.Aurel membuka matanya dengan malas dan dia menatap ke seorang yang juga tak jauh darinya.
Hufffft ' dia ganggu ketenangan orang aja, tapi bukan salah dia sih ini kan lapangan yak.' Aurel menarik nafas dan mendumel di dalam hati.
__ADS_1
Aurel yang masih menatap sesorang dengan pandangan malasnya, akhirnya dia berdiri dan berniat melangkah kan kakinya tapi di hentikan oleh seseorang yang menyebutkan namanya.
" Aurellia Pallavi." Ucap seseorang yang tak lain ialah seorang Darren.
Aurel langsung membalikkan badannya dan menatap heran ke arah Darren dari mana dia mengetahui namanya.
" Kenapa Lo pergi." tanya Darren
" Yang gue cari di waktu sekarang cuman ketenengan, dan Lo tentunya ganggu ketenangan gue." jawab Aurel
" Apa gue salah, gue main basket ngak konser."
" Ya gue tauk." Ucap Aurel dengan nada kesal dia membalikkan badannya lagi dan berniat untuk menjauh. tapi belum lagi dia melangkah suara Darren kembali terdengar.
" Boleh kita bicara." ucap Darren
Aurel kembali membalikan badannya dan menatap ke arah Darren yang juga sedang menatapnya.
" Lo kenal nama gue,, Dan oh, ralat gue ngak pernah Mandang lu dengan gitu."
" Gue rasa Lo juga udah kenal dengan gue, terbukti dengan Lo bisa sebut nama lengkap gue."
" Bisa! ngak usah pakek 'lo gue' pakek aku kamu gimana."
" Hahahaha kita ngak seakrap itu sampai harus aku kamu." ucap Aurel sambil tertawa.
" Yah gue tauk tapi boleh ngak."
" Ngak, dan bukannya Lo hentiin gue buat ngobrol." tanya Aurel lagi.
__ADS_1
" Lo milik gue dan Gue minta nomor Lo." ucap Darren.
Hah, Aurel yang mendengar itu membuka mulut sambil menatap Darren dengan pandangan heran.
" Tutup mulutnya nanti tu nyamuk masuk mulut Lo." ucap Darren menyadarkan Aurel.
" Dan nomor Lo mana?." ucap Darren lagi sambil mengeluarkan ponselnya.
" Ee tuan muda Birmantara, ngak ada angin ngak ada hujan tiba-tiba Lo minta nomor gue kesambet ap Lo." ucap Aurel menaikkan satu oktaf suaranya.
" Nomor Lo mana gue mintak." ucap Darren lagi
" Ngak ad nomor gue BYE!." Aurel membalikkan badannya dan berlari menjauh dari Darren yang masih menatapnya.
" Menggemaskan, Lo emang milik Gue Aurellia Pallavi." ucap Darren sambil tersenyum menatap ke arah punggung Aurel yang semakin menghilang.
Tak jauh dari tempat itu seorang gadis berdiri menatap ke dua orang yang baru saja berpisah.
' Lo bisa tersenyum sama tu cewek Ren, bahkan gue yang kenal Lo hampir tujuh tahun ngak pernah lihat itu dari lo.apa perasaan gue emang salah buat Lo,atau gue yang ngak bisa cinta sama orang lain karena Lo Darren Birmantara." ucap Kaluna di dalam hatinya.
Di tempat lain seorang perempuan tengah berlari kecil kearah laki laki yang menunggunya di samping mobilnya.
" Maaf yah Dit Lo yang nyuruh gue nunggu tapi Mala Lo yang jadi nungguin gue."
" Ngak papa Rel, udah masuk mobil aja Nanti keburu malam sebentar lagi kan waktunya anak-anak berlajar nanti gue telat periksa mereka." ucap Adit menjawab perkataan Aurel.
" Yaelah pak Dokter Adit, anak-anak pasti nungguin kok kan gue udah kasih kabar ke Ayah tadik."
" Hehe ada ada aja Lo Rel, tapi baguslah kalau Lo udah kasih tauk Ayah." ucap Adit
__ADS_1
Jawab Aurel dengan mengangguk kan kepalanya, Mobil pun keluar dari gerbang kampus XX menujuh ke jalan A.Mappanyuki no.14 dimana alamat panti Asuhan Tunas Harapan berada. Dan jangan heran yah Guys soal seorang Aditya memang sudah hampir satu tahun ini selalu memeriksakan kesehatan anak-anak panti secara gratis dan tak lupa memberinya Vitamin dan wejangan cara menjaga kesehatan.
...****************...