
" Ibu "
Darren berjongkok dan menarik ibunya kedalam pelukannya.
" Ibu,, Tidak melakukannya sayang hiks,, Ibu di jebak hiks,,"
" Darren tahu Bu,Darren mengerti Maffin Darren Bu, tidak bisa menjaga ibu "
" Tidak sayang, Ibu yang harusnya minta maaf, Maaf sudah membuat keluarga ini hancur dan mengecewakan Ayah "
" Bukan salah Ibu, Kumohon berhenti lah menangis Bu,, Ayo kita pulang " Darren berusaha menenangkan Ibunya yang masih saja sesenggukan.
' Bajingan itu memang tidak pernah berubah, Bahkan anaknya saja mengikuti jejaknya, tapi dia memfitnah ibuku begitu ' Geram Darren dalam batinnya.
Anita menyetujui ajakan anaknya untuk pulang ke rumahnya, Tapi sesampainya di sana tidak ada tanda-tanda keberadaan Suaminya.
Setelah kejadian itu, beberapa hari Abian tidak pulang ke rumah Istrinya dia memberikan kabar ke anaknya bahwa dia berada di apartemen.
Hingga suatu pagi disaat Anita dan Darren akan melakukan sarapan pagi, Abian memasuki rumah dengan keadaan yang begitu berantakan seperti tidak terurus.
" Mas,, Kamu sudah pulang, Kamu kemana aja?" tanya Anita yang langsung menghampiri suaminya.
Abain masih tetap bergeming tidak menjawab pertanyaan Istrinya.
" Aku bisa jelasin semuanya Mas,, Makanlah dulu baru itu kita bisa bicarakan ?"
" Tidak ada yang perlu di bicarakan Nita, Semuanya sudah jelas " Ucap Abian.
" Kau bahkan belum mendengar penjelasan ku Mas,,Jadi apa yang jelas "
" Berhentilah membuat Emosiku di pagi hari ini meningkat Nita,Tidak ada yang perlu kau jelaskan aku bukan lelaki bodoh " Geram Abian.
" MAS,,,Kau bahkan belum mende,,,,
" AKU BILANG BERHENTILAH NITA,,,,"
" Aku sudah mengatakan tidak ada yang perlu kau jelaskan, Hampir 30 tahun kita bersama tapi kau bahkan bisa berpura-pura tidak mengenali Mantan mu itu Huh "
" Apa yang kau harapkan sampai berani melakukan hal murahan itu " ucap Abian lagi. Untuk pertama kalinya dalam keluarga itu Ada pertengkaran. Darren yang masih diam melihat semua itu merasakan sakit tidak pernah menduga akan ada kejadian di dalam keluarganya seperti ini.
" Aku mohon Mas,,,hiks dengarkan aku " Anita sudah mulai terisak Karena merasakan denyut hatinya yang sangat perih di bentak oleh Suaminya.
__ADS_1
Anita berusaha mendekat dan berusaha meraih tangan suaminya tapi di dorong Abian sampai jatuh terduduk di lantai.
'BRUK'
" IBU " Darren berteriak dan langsung meraih ibunya.
" Ayah tidak perlu mendorong ibu seperti itu, Betul yang di katakan Ibu, Ayah dengarkanlah penjelasan nya dulu " Ucap Darren berusaha membimbing ibunya ke sofa.
" Jangan ikut Campur Darren, Dan pergilah Sekolah kau bisa terlambat " Ucap Abian dengan tegas.
" Apa Ayah pikir aku akan meninggalkan Ibu dalam keadaan ini, Ayah bahkan sampai membentak Ibu Mendorong nya, Ayah tidak pernah berlaku kasar kepada istrinya selama ini tapi apa ini Ayah? APA,,," ucap Darren yang sudah tersulut emosi.
" Ayah katakan jangan per,,,,"
" Jangan pernah ikut campur, begitu Maksud Ayah, Apa seorang anak akan diam jika Ayahnya berlaku kasar kepada Ibunya di hadapannya,"
" Hanya demi keluarga Adik Ayah itu, Ayah bahkan tak bisa berbuat apa-apa, Ayah selalu membelah nya jika terjadi kesalahan yang mereka buat, Mungkin keluarga kita memang terlihat Harmonis Ayah, Tapi aku bisa melihat Ibu bahkan tidak berani memberikan nasehat kepadamu jika itu tentang adik sialan mu itu " Emosi sudah menguasai Darren.
' PLAK'
Satu tamparan di wajah Darren dan itu juga yang pertama.
" Apa yang kau katakan, Adik sialan,begitu Maksud mu Huh, Aku bahkan tidak pernah mengajarkan mu untuk bicara Seperti itu Darren Birmantara " Geram Abian menampar putranya.
" CUKUP "
Teriak Anita sudah mulai merasa muak atas sikap suaminya, bahkan untuk pertama kalinya di depannya Abian menampar anaknya dan membentaknya.
" Cukup Darren Dan pergilah Sekolah, ini urusan orang tua,, pergi lah Yah ,,,," Bujuk Anita kepada putranya dan berdiri menghampiri anaknya.
" Aku tidak mungkin meninggalkan Ibu "
" Ibu tahu,,, Apa sakit? " Tanya Anita mengusap pipi putranya dan mendapatkan gelengan dari Darren.
Anita menatap Suaminya yang juga sedang menatapnya.
" Untuk pertama kalinya Mas,, Kau berlaku kasar kepadaku bahkan kau memukul anakmu, hanya karena kejadian sialan ini "
" Jika kau percaya tentang semua itu, Maka percaya Lah Sesuai dengan yang kau katakan,Untuk pertama kalinya juga aku tidak melihat kepercayaan mu untuk ku, kau mengatakan sudah 30 tahun lebih kita bersama tapi aku tidak memberi tahu mu semuanya,Lalu apa bedanya dengan mu yang 30 tahun lebih ini kau bahkan tidak bisa mengenali ku dengan baik,, Apa Aku semurahan itu di hadapan mu " Ucap Anita di depan Suaminya yang hanya Diam.
" Tidak,,, Tidak Ibu Darren mohon jangan pernah katakan itu " Ucap Darren tidak terima ibunya mengatakan itu ke dirinya sendiri.
__ADS_1
" Tidak sayang,,, Ibu yang salah terlalu mencintai Ayahmu tapi dia bahkan tidak bisa mengenali ibu dengan baik,,, Pergilah sekolah " Setelah mengatakan itu Anita pergi meninggal kan suami dan anaknya yang masih berdiri saling Diam.
Atas kejadian itulah sifat Anita yang ceria dan penyayang mulai hilang dengan wajah dingin dan menutup diri, bahkan Anita dan Abian memiliki kamar yang berpisah sehingga membuat Darren merasa sesak melihat keadaan itu, Abian juga hanya diam dengan keadaan yang ad didalam rumahnya.
Tidak ada yang menduga dengan menutup dirinya yang hanya menyendiri dan berdiam, Anita mengalami Depresi yang berlebihan, Sehingga membuatnya Insomnia, dan gangguan kecemasan.
Darren tetap berusaha untuk mendampingi ibunya yang sudah sangat kelihatan seperti tidak terurus, Badan yang menurun drastis menjadi kurus hanya berdiam dan mengurung diri ,Abian yang melihat itu hanya diam karena merasa mereka hanya butuh waktu.
Hingga tidak ad yang menduga setelah kejadian itu tiga bulan setelahnya Anita di nyatakan meninggal dengan Penyakit serangan jantung akibat Depresi yang sangat berlebihan. Itulah yang membuat Darren bersifat dingin ke Ayahnya ,dan muak melihat sikap Ayahnya.
Darren menunduk merasakan pusing yang sangat menguras tenaganya mengingat semua hal yang terjadi kepada Ibunya.Selama ini dia sudah mencoba untuk memberikan pelajaran kepada Keluarga BiBinya itu hanya saja pembelaan Ayahnya untuk adiknya yang membuat Darren merasa muak.
" Semua gara-gara Ayah jika saja Ayah mempercayai Ibu dibandingkan keluarga sialan itu, Ibu pasti masih berada di sisiku, Aku akan membuat mereka membayarnya sudah cukup aku merasa diam dan itu sangat memuakkan " Geram Darren kepada dirinya sendiri.
Saat ini Iya tengah duduk di kursi ruang kerjanya di Apartemen nya, Siang tadi Iqbal dan Adit sudah pamit pulang menyisahkan Citra dan Aurel yang masih berada di kamar milik Darren.
Darren berdiri dan keluar dari ruangan itu tak lupa mengambil jaketnya, dia keluar dan menuju kamar tempat Aurel dan Citra berada.
' TOK ' TOK ' TOK '
Setelah mengetuk pintu Darren membukanya dan langsung masuk kedalam.
" Kau sudah bangun? " Tanya Darren.
" Hmmmm " Aurel hanya berdehem memberikan jawaban Kepada Darren.
" Baiklah, Aku sudah memesan makanan untuk kalian sebentar lagi pasti sampai, Disinilah sementara waktu bersama Citra, Aku harus pergi " Ucap Darren dan langsung berbalik hendak keluar.
" Tunggu " Cegah Aurel membuat Darren langsung berbalik.
" Maksud aku,,, Tunggu kau mau keluar?, Kemana ? " Tanya Aurel.
" Hanya sebentar " Jawab Darren dan langsung pergi.
Setelah pintu tertutup Citra langsung mengeluarkan tawanya.
" Hahahaha, Kenapa pipimu Merah,, Apa kau menyukainya? " Tanya Citra dengan tawanya.
Aurel hanya menunduk merasa malu, sedari dulu Aurel memang terpesona dengan Darren meskipun terlihat sedikit Dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
... huffft😤...