
Aurel tidak pulang kembali ke apartemen Citra,Dia mengubah arah tujuannya dia akan pulang ke panti saja malam ini dari pada dia akan ke apartemen Citra.Di perjalanan menuju panti asuhan tidak ada yang membuka suara hanya sesekali Darren melirik ke arah Aurel.
Setelah beberapa saat mereka saling diam akhirnya Darren membuka suara.
" Aurel, boleh gue minta sesuatu ke Lo?"
" Hah,,.
" Maksud gue boleh ngak minta sesuatu" ucal Darren lagi.
" Jangan macam-macam Lo enak aja minta minta"
Ucap Aurel dengan fikirannya yang sudah kemana mana.
Darren yang mengerti kemana arah fikiran Aurel langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan,berbeda dengan Aurel yang melihat itu semakin merasa waspada sehingga jari Darren menyentil dahinya.
" Shhh sakit tahu, kenapa si Lo?"
" Lo yang kenapa,gue tahu arah fikirin lo ya,,, dan jangan pernah mikir itu lagi."
Aurel yang mendengar itu sangat merasa malu dia tidak menyangka fikirin nya yang sudah ke mana mana di tebak oleh Darren.
" Trus Lo mau minta apa?"
" Seminggu lagi gue harus pergi ke Surabaya untuk laksanain KKN"
" La trus urusannya sama gu apa?"
" Gue berharap Lo bisa nungguin gue sampai gue kembali "
" Lo tu Aneh kenapa harus gue nunggu kembali,dan oh iya boleh gue tanya "
__ADS_1
" Tanya aja " jawab Darren
" Kenapa Lo selalu berusaha untuk dekat sama gue "
" Itu alasan kenapa gue suruh lo nunggu sampai gue pulang,Karena sesuatu yang sudah aku anggap milikku akan tetap menjadi milikku Rel "
" Trus apa milik Lo itu ?" tanya Aurel yang masih belum mengerti ucapan Darren.
" Lo,,, Lo itu milik aku Rel "
" Hahahaha boleh ngak si aku ketawa dulu "
Aurel tertawa sangat lepas dia tidak tahu apa yang di fikirkan Darren sampai harus menjadikannya miliknya. Setelah puas tertawa Aurel melirik ke arah Darren dimana Darren menatapnya dengan pandangan serius.
" Sudah puas ketawanya "
" Maaf,maaf Lo itu salah satu cowok aneh menurut gue, Seorang Darren Birmantara menjadikan anak panti sebagai miliknya, Lo ngak sakitkan" jawab Aurel sambil menempelkan tangannya ke kening Darren.
" Sudah gue katakan Aurel, gue ngak pernah anggap Lo begitu ngelihat Lo siapa itu ngak penting buat gue, yang penting sekarang itu gue cuman minta Lo nunggu "
Aurel diam mendengar perkataan Darren, dia menatap mata Darren yang tidak memperlihatkan kebohongan.
" Tapi kenapa harus gue masih banyak cewek yang lebih pantas buat Lo"
" Sudah gue bilang pantas ngak pantas semua wanita itu pantas, dan jangan pernah halangin gue Rel, Sudahlah mending kita jalan nanti ibu kamu marah anaknya pulang malam " ucap Darren mulai melajukan mobilnya lagi.
' Tidak ada perempuan yang tidak mengharapkan itu Darren, aku bahkan harus selalu membuang perasaan ku selama ini,meskipun hanya melihat mu dari jauh perasaan ini bisa bertahan sampai sekarang, bolehkah? aku bahagia sekarang, setidaknya perasaan ku tidak bertepuk sebelah tangan,,Arrghhh harus sadar Rel dia itu siapa kamu siapa " Ucap Aurel dalam hatinya menarik nafas dan membuang nya kasar.
Derren mengantarkan Aurel sampai di depan kedua orang tua angkat Aurel dan menjelaskan semunya,dia juga langsung pamit untuk pulang
...----------------...
__ADS_1
Keesokan paginya sepasang manusia masih saja tertidur sambil perpelukan,sinar matahari yang masuk di selah gorden membangunkan sang gadis. Dia membuka matanya mendapatkan wajah tampan berada di depan wajahnya,Dia bahkan tidak lupa apa yang mereka lakukan semalam bukan salah laki-laki tapi salah dirinya yang mengharapkan sentuhan itu.
Citra memandang wajah itu dan air matanya mengalir sakit tapi tidak ada yang bisa dia salahkan, Kalau saja dia dapat mengontrol dirinya semua tidak akan terjadi itu salahnya.
Citra semakin terisak dia tidak menyadari laki-laki di sampingnya sudah terbangun.
" Hey,,,kenapa Lo nangis "
" Maaf,,semua salah gue ka,,lau saja gue bisa na,,,,nahan diri semua ngak akan terjadi " jawab Citra sambil sesenggukan.
" Sudahlah,gue udah bilang semalam ngak ada yang perlu di sesalin semua udah terjadi dan ngak sepenuhnya salah Lo juga Lo lepas kontrol karena obat sialan itu begitu pun gue yang ngak bisa nahan diri "
Citra tidak lagi menjawab dia menutup dirinya didalam selimut, Farel yang melihat itu mengusap wajahnya dengan kasar dia sudah menduga hal ini,Farel bangun dari tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi Citra membersihkan dirinya, Setelah beberapa saat selesai mandi dia keluar dari kamar menuju dapur meminum air dan tak lupa pesan makanan.
Farel masuk kembali ke dalam kamar dan masih melihat Citra membungkus badannya dengan selimut.
" Bangunlah Lo harus mandi baru tu makan, gue udah bilang ngak ada yang harus di sesalin, itu udah terjadi ngak bisa di balik"
Citra bukannya menjawab di langsung bangun dan berniat untuk ke kamar mandi tapi semua badannya terasa sakit apalagi inti tubuh nya.
" Awwww " Ringisan Citra disaat dia mencoba turun dari tempat tidur.
" Eii turunin gue Lo ngak perlu ngangkat gue kayak gini " Ucap Citra karena kaget di angkat oleh Farel
" Diamlah Lo harus berendam air hangat, gue tahu rasanya perempuan kalau baru ngerasain ini "
Citra tidak lagi mengucapkan apa-apa karena langsung di turunkan Farel ke dalam Bathtub yang sudah berisikan air hangat.
Selang beberapa waktu setelah Citra selesai mandi mereka berdua memakan sarapan yang baru saja di beli Farel,Hari ini Farel melarangnya untuk datang ke kampus meskipun Citra sudah mengatakan kalau Farel tidak memiliki hak tapi tetap saja Farel la yang menang Jadi terpaksa Citra harus mengabarkan Aurel kalau dia berada di rumah orang tuanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
... susah Mak 🤧...