Aurellia

Aurellia
Bab 23


__ADS_3

Setelah kepergian Darren yang tidak mengatakan kemana tujuannya berselang beberapa waktu pintu apartemen berbunyi dan muncullah Adit.


" Hey,, Gimana keadaan Lo? " Tanya Adit yang langsung mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur.


" Udah membaik, Tenang aja hehehe " Jawab Aurel berusaha menampilkan senyumnya meskipun dimatanya tidak.


" Oh iya Rel, Lo harus kasih kabar ke Bunda, Ayah lo.untuk sementara Lo bisa bilang tinggal di apartemen Citra,,, Ngak papa kan "


" Ngak papa nanti gue kasih kabar " ucap Aurel.


" Kalian berdua udah makan, Atau mau gue pesanin?" Ucap Adit lagi berbasa basi.


" Sudah kok Dit, Oh iya Lo ke rumah sakit ngak, Gimana? kabar Indri " tanya Citra.


" Semakin membaik, Beberapa hari lagi dia bisa keluar dan berobat jalan.Dia nanyain kalian berdua tapi gue jawab untuk beberapa hari kedepan kalian sibuk gara gara tugas, Dia sedih tapi gue harap dia bisa percaya " Jelas Adit.


" Ngak perlu bilang apa-apa ke Indri, Dia harus berobat supaya bisa sembuh total Yah ,,,,"


" Iya tenang aja,, mudah-mudahan kak Mic ngak bilang apa-apa juga " Ucap Citra.


" Dia ngak bakal cerita kok untuk sementara waktu, biarin Indri berobat dulu " Timpal Adit.


Citra dan Aurel mengangguk paham tentang Ucapan Adit.


" Oo iya Dit gimana? persiapan KKN Lo, Minggu depan kan harusnya udah berangkat ya?" tanya Citra.


" Pengumuman nya si gitu tapi belum terlalu pasti " jawab Adit.


Berbeda dengan Aurel yang hanya berdiam karena pikirannya saat ini tentang hal yang baru saja di tanyakan Citra.


' Kalau Adit aja udah pergi KKN, berarti Darren juga bakal berangkat dong ya '. Aurel mengambil nafas dan membuangnya dengan menghela Resa.

__ADS_1


" Kenapa Rel? " Tanya Citra yang melihat tingka Aurel.


" Ngak papa hehehe, gue ngabarin Bunda dulu ya , Kasian pasti udah nungguin " Ucap Aurel langsung berdiri dan berjalan ke arah balkon kamar.


Aurel berdiri dan memandang kedepan meskipun hatinya masih sangat merasakan takut,Dia harus berbohong kepada orang tuanya dengan alasan tidak ingin membuat orang tuanya merasa kawatir, Meskipun ini sangatlah salah seharusnya seorang anak yang mengalami pelecehan harus nya berada di dekapan dan dukungan orang tua, Tapi tidak dengan Aurel yang menolak memberitahukan ke orang tuanya dia fikir cukup yang berbuat yang mendapatkan hukuman, dia bisa menjamin orang itu mendapatkan hukuman dengan dukungan dari teman-temannya.


Aurel berusaha menenangkan dirinya sebelum menghubungi Ibundanya. Selang beberapa waktu seorang paru bayah yang sangat dia sayangi menanyakannya dengan perasaan kawatir.


" Hallo sayang?, Kamu kemana aja Nak? kenapa baru ngabarin Bunda?"


" Hallo Bunda, Maaf ya Aurel baru ngabarin, Aurel ngak papa Bunda "


" Terus sekarang Dimana?, Kenapa? belum pulang?"


" Maaf Bunda Untuk dua hari kedepan Aurel boleh Ijin,Aurel ada tugas Bunda sama Citra sama teman-teman yang lain harus selesai dengan cepat ngak papa kan aku di rumah Citra untuk dua hari ini Bunda " jelas Aurel meskipun hatinya sesak harus berbohong untuk pertama kalinya kepada orang tuanya.


Sama halnya dengan wanita paru bayah yang ada di seberang sana menghela nafas bukanya dia tidak paham, Bahkan lebih dari paham kalau putrinya sedang berbohong tapi dia tidak pernah memaksa putrinya untuk bercerita jika putrinya tidak siap.


" Nanggung Bunda Ini udah ada di rumah Citra, Bisa kan Bunda " tanya Aurel memastikan.


" Baiklah Nak?, Jaga kesehatan sesibuk apa pun jangan lupa makan yah sayang "


" Makasih Bunda,Aurel tutup dulu telfonnya"


Setelah mendengar jawaban Bundanya Aurel langsung memutuskan sambungan telfonnya dan menunduk merasakan sesak di dadanya.Untuk pertama kalinya dia harus berbohong entahlah apakah itu demi kebaikan.


Meninggalkan kehidupan di apartemen, Saat ini seorang pria dewasa sedang duduk di samping sebuah kuburan dan masih terus memandang gundukan tanah itu sambil menunduk.


" Apa kabar ibu! Maaf Darren baru bisa datang lagi buat ngelihat Ibu "


" Minggu depan Darren harus pergi Ibu, Untuk sementara Waktu Darren ngak bisa datang, Dan Ibu harus tahu Aku sudah bertemu dengannya, Ibu bahagia kan disana, Sampaikan ke bibi aku sudah bertemu putri kesayangannya "

__ADS_1


" Disana lebih baik kan Bu, Ibu ngak akan sakit lagi, Tenang aja Darren lebih kuat dari yang Ibu tahu hehehe" Ucap Darren dengan berusaha menahan air matanya karena rasa sesak di dada setiap mengingat luka yang ibunya alami.


" Dan maaf untuk kali ini Darren harus buat Ibu kecewa, Darren tidak bisa selamanya untuk Diam Ibu, Mereka keterlaluan aku tidak bisa menyelamatkan Ibu saat itu, Tapi tidak untuk kali ini ibu, dia hampir memiliki kisah seperti ibu dan itu sangat menyakitkan Ibu, Sampai kapan Darren harus melihat wanita yang sama-sama aku sayangi harus menderita karena ulah mereka, dan sampai kan ke Bibi aku akan menjaganya dengan baik Ibu "


" Dan Maffin Darren juga Ibu untuk kali ini Darren harus melawan Ayah untuk keluarga itu, Darren pamit Ibu " Stelah Darren mengucapkan itu Darren berdiri dan langsung berjalan ke arah mobilnya di pinggir kuburan.


Setalah beberapa langkah Darren sampai dan langsung masuk ke dalam mobilnya, Dia masih setia duduk di depan kemudi sambil menunduk dan memejamkan matanya.


" Tidak untuk kali ini Ayah, Dulu aku diam dan itulah kesalahan ku Ayah, sampai aku harus kehilangan Ibu, Mereka tidak akan pernah berubah Ayah dan Sampai kapan Ayah harus terus membela mereka " Darren mengangkat kepalanya dan bersandar sambil memandang kedepan.


" Akan ku bereskan mereka sebelum aku pergi, Mereka tidak boleh berkeliaran lagi dan ini sudah cukup " Geram Darren dam menggepalkan tangannya.


Darren mulai melajukan mobilnya tujuannya kali ini ialah rumah Ayah nya dimana kediaman itu yang dulunya di tempati bersama kedua orang tuanya tapi tidak untuk sekarang nama keluarga Birmantara mungkin masih terdengar harmonis di luaran sana tapi tidak dengan di dalamnya, Siapa sangka Ayah dan Anak yang masih tinggal di dalam rumah itu terlibat perang dingin setelah kematian Anita Birmantara.


Darren membenci dan muak melihat kelakuan Ayahnya yang masih saja mengistimewakan keluarga Adiknya dengan alasan hanya adiknya lah keluarga nya terus Istri nya dan anaknya di anggap apa selama ini apa itu bukan keluarga.


Darren memarkirkan mobilnya dan turun langsung masuk kedalam rumah dengan melihat mobil yang ada di depan dia sudah bisa menebak jika adik dari Ayah nya itu pasti sudah ada di dalam.


Darren berjalan masuk dan melihat tiga paru bayah yang sedang duduk di dalam ruang keluarga tapi dia tidak peduli sama sekali dia terus melangkah tujuannya adalah menuju kamarnya.


" Kau baru pulang Darren?" Tanya Lusy tapi di hiraukan Darren.


Darren terus melangkah dia hampir menaiki tangga tapi mendengar suara Ayahnya.


" Darren, Apa kau tidak mendengar pertanyaan Bibimu " ucap tegas Abian.


Darren berhenti dan mebalikan badannya.


" Apa dia tidak melihatku?, Atau dia masih harus mendapatkan kan jawaban " Ucap Darren dan langsung melanjutkan langkahnya menaiki tangga.


" DARREN ", Abian berteriak dia tidak habis pikir kenapa anaknya sekarang sangatlah jauh berbeda.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2