
Perdebatan yang terjadi di koridor kampus di saksikan oleh beberapa orang yang tak jauh dari mereka,termasuk enam orang yang pada saat ini masih berada tak jauh dari perdebatan itu.Hingga seorang membuka suara.
" Ckck,,, tu anak masih ngak pernah berubah ya selalu aja cari masalah ke semua orang, gue dengar si dia tu satu angkatan sama kita tapi dia dari fakultas mesin,nah kalau tu cewek-cewek yang di sana kan dari fakultas Manajemen semua," ucap Farel Addison yang berasal dari fakultas yang sama dengan Aurellia dan sebagai kakak tingkat mereka.
" Hmm gue dengar juga semua yang ada di sana emang dari SMA udah ngak pada akur gara gara itu ulah cowok playboy," sambung Lisa Millano
" Playboy juga, sama dong kayak si Farel," lanjut Iqbal Zibrano pacar dari Lisa.
" Ee bangsul ngak usah ya bawa bawa gue, gue emang playboy tapi gue ngak kayak dia yang celup sana sini, kalian paham kan maksud gue," tandas Farel yang tidak terima di samakan dengan Deon.
" Gue tu playboy tapi sampe sekarang gue ngak dapat yang pas heheh, gue emang suka tebar pesona tapi gue juga milih mana yang tepat," lanjut Farel.
" Pesona lu apaan muka pas pasan gitu," timpal Michael Januartha
" Hahahaha benar tu pesona yang mana Rel," ucap Lisa sambil tertawa.
" Ckck,,,, gue si lebih mending yak muka pas- pasan tapi berani, dari pada cuman berani liatin dari jauh apaan kayak gitu mental karet," ucap Farel
Michael yang mendengar itu hanya mendengkus sambil menatap ke sebuah arah.
"Lo masih suka aja sama tu adek tingkat kita Mic lo kenapa si ngak datengin aja trus bilang langsung dari pada lo cuman liatin dia kayak sekarang," Ucap Iqbal pada Michael yang pada saat ini masih memandang ke arah tempat dua perempuan berdiri sambil saling bergandengan.
" Kalau semudah yang lo bilang Bal gue udah kemarin-kemarin nyamperin dia," jawab Michael
__ADS_1
" Emang dia kenapa si Mic gue kira lo pernah terang-terangan kejar dia masih ngak di terima juga," ucap Lisa
" Entalah di slalu menghindar dari gue," balas Michael
" Pulang," ucap suara seorang dengan singkat sambil membalikkan badannya,ialah Darren Birmantara seorang dari mereka yang hanya diam mendengar semua ucapan temannya, Darren sang ketua himpunan Mahasiswa Fakultas Manajemen dan juga ketua dari tongkrongan mereka All Star nama dari sekumpulan enam orang itu.
Setelah Darren membalikkan badannya,di susul dengan seorang gadis yang sangat elegan dan juga cantik Kaluna Florenza, seorang Luna yang menyukai Darren tapi tidak pernah di anggap lebih dari sahabat oleh Darren sendiri.
" Tu anak satu ya, gue masih mau liat nih kelanjutan disana tapi udah pulang pulang aja," ungkap Farel yang melihat Darren melangkah jauh dari mereka.
" Udah lah pulang aja lagian bukan urusan kita." ucap Iqbal.
" Eee siapa bilang bukan urusan kita, ini tu urusan yayangnya si Michael lo ngak liat tu cewek idamannya berdiri disana." lanjut Farel
" Sssss ****** lo Mic lo kira pala gue apaan," Farel meringis sambil mengusap kepalanya yang mendapatkan serangan tangan dari Michael di belakangnya.
" Lo yang ****** belum jadi ayang gue kalau lo lupa," jawab Michael
" Ckck,,,." Iqbal yang mendengar perdebatan itu hanya berdecak sambil menyusul Darren dan Luna sambil menggandeng tangan sang pujaan hati Lisa.
Setelah enam orang itu menjauh kembali ke perdebatan yang masih berada di koridor.
Aditya memandang Deon dengan pandangan sinis,setelah itu membalikkan badannya dan memandang Aurellia yang berada di belakangnya.
__ADS_1
" Udah ya mending sekarang kita ke kantin ngak usah ngurusin ni para si biang rusuh," ucap Aditya sambil memegang tangan Aurel.
Aurel yang mendengar itu hanya mengangguk kan kepala sambil membalikkan badannya menghadap kedua temannya yang masih setia berdiri tak jauh dari mereka.Setelah Aditya dan Aurel menjauh Deon yang melihat itu dengan pandangan yang tidak bisa di mengerti oleh siapapun.
' Kenapa si Rel, sudah hampir lima tahun gue kenal sama lo tapi emang lo ngak bisa liat gue dari sisi lain sedikit aja,gue sayang sama lo Rel tapi lo ngak pernah ngerti soal itu,' ucap Deon dalam hatinya, Deon masih memandang dua orang yang berjalan menjauh dari mereka dengan tangan yang masih saling menggenggam sebelum suara seseorang menyadarkannya.
" Yuk Beib kita balik ngapain si masih liatin tu sekumpulan orang kampungan," Ucap Renata
" Sorry Ren lo balik sama Oliv aja gue masih ada urusan sama Rehan dan Kenzo," ucap Deon.
Sebelum Renata menjawab Deon la yang lebih dulu bersuara.
" Yuk balik." ucap Deon kepada kedua temannya.
Renata yang mendengar itu hanya mendengus melihat tiga orang yang sudah menjauh dari mereka.
" Oliv ayok lo masih mau di situ,mau jadi patung pancoran lo,"
" Ya sorry Ren lagian lo ngak bilang kalau kita juga mau pergi,"
...----------------...
Maklum yha guys kalau ceritanya ngak menarik baru belajar. hehehehe
__ADS_1