
' Brak '
Seseorang laki laki baru saja mendobrak ruangan gelap itu dengan sangat keras sehingga dua manusia yang ada di dalamnya terlonjak kaget. Laki-laki itu sangat marah melihat gadis yang di cintai nya sudah sangatlah berantakan.
" BRENGSEK "
Teriaknya langsung berjalan cepat ke arah Deon yang masih berjongkok di depan Aurel, Laki-laki itu yang tak lain ialah Darren langsung menarik kerah baju Deon dan memberikannya Bogeman.
' Bugh' 'Bugh ' Bugh'
" Apa kau gila hah, Apa kau gila memperlakukan seorang wanita seperti itu " Ucap Darren sambil melayangkan pukulan di wajah Deon.
Di saat Darren masih memukul Deon,Citra dan teman-teman Darren datang di ruangan itu mereka masih terus memandang keadaan dalam ruangan itu sampai Darren menyadarkan nya.
" Urus dia dan jangan biarkan dia lepas gitu aja " ucap Darren.
Darren langsung menghampiri Aurel dan melepaskan ikatannya,dia juga melepaskan kemeja dan menutupi tubuh Aurel yang bajunya tidak lagi berbentuk,Darren mengangkat tubuh Aurel ala bridal style dan membawa Aurel pergi dari sana.
Sepeninggalan Daren dan Aurel, Farel menghampiri Deon yang sudah terkapar, tapi belum sempat Farel menyentuh nya seorang perempuan lebih dulu menarik Deon dengan paksa setelah itu.
' Plak' 'Plak '
" Bajingan, gue pikir selama ini Lo ngehina Aurel karena Lo benci sama dia dan ini yang Lo lakuin sama dia Lo benar-benar Brengsek, Lo ngak akan lepas gitu aja, orang kayak Lo harus di basmi dari kehidupan," Ucap Citra dengan emosi.
' Cuih '
" Lo ngak kurang lebih dari gue Cit, Lo yang selalu halangin gue buat dapatin Aurel, Lo ngak pernah tahu gue Cinta sama dia " decih Deon.
__ADS_1
" Dan ini cara Lo buktiin kalau Lo Cinta sama Aurel, Cara murahan Lo ini sangat menjijikkan "
" Hahaha Lo juga Murahan "
" BRENGSEK "
' Bugh' 'Bugh
Farel langsung memukul rahang Deon kembali setelah mendengar apa di katakan Deon.
Citra yang melihat kegilaan Farel memukul Deon dengan membabi-buta menutup mulutnya tidak percaya.
" Hentikan Farel, dia masih mati " Cegah Mic melerai Farel.
" Brengsek kayak dia ngak perlu hidup di dunia ini " Desis Farel masih emosi ingin memukul Deon tapi Sudah di cegah oleh Mic.
" Bawa dia Bal, Obati dia dan jangan lepaskan dia " Ucap Mic kepada Iqbal yang masih berdiri di samping tubuh Deon yang sudah terkapar.
' Gue ngerasa gagal jagain Lo,hanya sebentar gue ngak mantau Lo dan hal ini udah terjadi '
Batin Darren,Setalah Darren memutuskan bahwa Aurel adalah miliknya setiap hari dia selalu memantaunya dan memastikan tidak ada apa-apa bagi Aurel,Dan keadaan tadik tidak pernah Darren bayangkan dia fikir saat itu Aurel sedang belajar jadi dia memutuskan untuk ke kantin dengan teman-temannya tapi siapa yang bisa menduga keadaan ini akan terjadi.
Setelah menempuh perjalanan hampir empat puluh menitan Darren berhenti di sebuah gedung tinggi,dia memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran khusus dan membuka mobil keluar, dia juga membuka pintu mobil samping Aurel dan kembali mengangkat Aurel ala bridal style. Darren memasuki lift dan masih menggendong Aurel.
Setelah beberapa menit di dalam lift menuju lantai 22 Darren keluar dan menuju sebuah pintu, Dia membuka dan langsung membawa Aurel kedalam Kamar miliknya, Mendudukkan tubuh Aurel secara perlahan yang sudah tidak menangis tapi masih Diam.
" Rel,, Maaf ngak seharusnya gue bawa Lo kesini,, tapi gue ngak mungkin bawa Lo ke panti kayak gini "
__ADS_1
' Grep '
Bukannya menjawab Aurel Malah langsung memeluk Tubuh Darren di depannya.
" Gue takut hiks,,Gue takut bangat ,,,,"
" Sssshht,,, Ngak perlu takut Lo istirahat dulu,dan Lo ngak perlu mikirin hal itu lagi,Dia ngak akan lepas gitu aja jadi Lo tenang yah " Ucap Darren menenangkan Aurel sambil mengusap punggung Aurel.
" Lo istirahat dulu, gue tungguin di luar yah " Darren membiarkan Aurel istirhat terlebih dahulu ada hal yang harus dia selesaikan.
Setelah Darren melihat Aurel istirhat dia keluar dari kamar dan menuju sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan kerja.
Darren terlihat menghubungi sesorang.
" Hallo, Apa kau sedang sibuk ?"
' Hallo Tuan, Tidak! Untuk saat ini saya belum memiliki kesibukan '
" Baiklah, Apa kau sudah mendapatkan kabar dari Iqbal "
' Sudah Tuan, Apa saya harus mengurus semuanya sekarang '
" Urus dia, dan pastikan orang tuanya juga menerima akibatnya, Aku sudah sabar membiarkan mereka bebas selama ini karena masih kurang bukti, bereskan semua kali ini "
' Baiklah Tuan, Saya akan memberikan kabar baik. untuk anda Nanti '
" Terimakasih itu yang Saya harapkan "
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Darren langsung memutuskan telfonnya dan menunduk memijit pangkal hidungnya, Dia sudah cukup sabar selama ini karena tidak memiliki cukup bukti untuk orang orang yang membuatnya kehilangan Ibunya.
...----------------...