
Keesokan harinya Aurel berangkat ke kampus seperti biasa, dia sudah melupakan rasa kesalnya ke Adit Karena itu adalah kebiasaannya jika dia kesal dia akan diam sampai merasa lebih baik.
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit akhirnya dia tiba di halaman kampus tapi pemandangan pertama kali yang dia lihat ialah perdebatan sahabatnya dengan ketiga laki-laki.
Di tempat tak jauh dari Aurel, Citra sedang menatap ketiga laki-laki yang sering membuat rusuh kepadanya.
" CK,,jadi sama siapa Lo nikmatin kemarin?, laki-laki mana yang ajak Lo tidur " Ucap Deon dengan pandangan sinisnya.
" Oo,, Jadi semua itu kerjaan Lo,Gue emang nikmatin tapi yang gue ingat minuman itu mau di kasih ke Aurel sama teman Lo ini Bangsat " ucap Citra dengan sedikit emosi.
" Itu semua juga gara gara Lo yang rebut tu minuman " Timpal Rehan ke Citra.
" Gue peringatan ya Lo bertiga, Sekali lagi gue dapat Lo bertiga niat buat hancurin Aurel,Habis Lo sama gue " Ucap Citra dengan sangat menahan emosinya.
" Lo ngak perlu sok kuat di depan gue kayak gini,Lo itu udah murahan kalau Lo ngak minum minuman itu pas malam, Lo bakal masih suci gue bahkan rela tidur sama Lo, Nyatanya Lo Mala tidur sama laki-laki yang ngak jelas " ucap Deon lagi,
'Plak'
Satu tamparan di pipi Deon,Semua orang yang tak jauh dari mereka merasa kaget dengan tamparan tiba-tiba oleh Citra di pipi Deon, begitupun dengan Aurel yang tak kala terkejut melihat itu.
" Tutup mulut Lo ya gue bahkan,,,,,
Perkataan Citra terhenti saat seseorang langsung memegang bahunya dari belakang.
" Lo kenapa si Deon,, Lo ngak ada kerjaan sampai pagi-pagi gini Lo buat orang emosi " Ucap Aurel datang menghampiri mereka karena merasa kaget Citra sampai menampar Deon.
Aurel memang tidak mendengar pembahasan mereka,yang Aurel fikir Citra hanya berdebat sama seperti biasa jika berpapasan dengan tiga biang rusuh itu.
" Udah Cit, mending kita pergi dari sini,,, gue udah bilang jangan urusi mereka kalau Lo ketemu" ucap Aurel ke Citra dan langsung menarik Citra dari hadapan tiga laki-laki itu.
Deon yang melihat itu semakin emosi, Aurel bahkan tidak pernah melirik nya sekalipun.
" Kalau sebuah jebakan tidak berhasil kita buat secara kekerasan" Ucap Deon dengan Seringai yang ada di wajahnya.
Aurel tidak menanyakan sesuatu ke Citra karena melihat Citra yang masih sangat emosi dan terlihat aneh tidak seperti biasanya Citra akan berdiam seperti itu.
Kelas pertama untuk hari ini pun sudah selesai Aurel melihat Citra masih sangat diam,jadi Aurel juga tidak bertanya.
" Cit gue ke toilet dulu ya, Lo disini aja gue pergi sendiri " Ucap Aurel yang hanya di balas Anggukan oleh Citra.
Di saat Aurel berjalan di koridor pulang dari ia yang sangat kelihatan sepi tidak seperti biasanya,dia merasakan sesorang menutup mulutnya dan dia langsung tidak merasakan apa-apa lagi.
Hampir 2 jam Citra menunggu Aurel kembali bahkan kelas ke dua hari ini sementara sedang berjalan tapi Aurel belum kembali dengan pamit pergi ke toilet.
Setelah 45 menit akhirnya pelajaran selesai, Citra langsung mengambil handphone nya dan menghubungi Aurel,tapi Handphone Aurel Malah berdering dari dalam tas Aurel yang juga sempat di tinggal.
Citra berinisiatif untuk mencari Aurel ke toilet, setelah itu ke kantin, dan terakhir ke perpustakaan dia tidak juga menemukan Aurel, Akhirnya dia menghubungi seseorang.
' *Halo Dit Lo lagi dimana ?'
^^^' Lagi di ruang praktek gue,nanti gue kabarin kalau udah selesai* '^^^
Citra mendengkus melihat itu dia belum mananyakan sebuah hal tapi Adit Mala memutuskan telfonnya. Entah apa yang kembali Citra fikirkan Dia Mala mengirim pesan ke seseorang.
Di kantin enam orang baru saja menikmati makanan mereka.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan cewek Lo Mic " tanya Iqbal membuka pembicaraan.
" Keadaan nya udah cukup baik,satu Minggu lagi udah boleh berobat jalan " Jawab Mic.jawaban Mic di angguki lelah semuanya.
Sehingga Farel merasakan sebuah pesan masuk kedalam Hp nya,alisnya mengkerut membaca pesan itu.
• Citra
' Gue butuh bantuan Lo, bisa ngak temuin gue di depan perpustakaan '
Farel yang mendengar itu Langsung mengambil tasnya tapi di hentikan oleh Lisa.
" Lo mau kemana, buru-buru bangat " tanya Lisa melihat kelakuan Farel.
" Gue mau temuin seseorang di perpustakaan, katanya dia lagi butuh bantuan " Ucap Farel.
" Bareng aja " Timpal Darren
Mereka pun berjalan bersamaan keluar dari kantin,Hampir 10 menit mereka berjalan menuju perpustakaan,lima orang yang bersama Farel mengerutkan keningnya melihat siapa yang ada di perpustakaan.
" Hi Cit, Lo kenapa ngirim pesan ke gue ?" Sapa dan tanya Farel langsung.
" Sorry, Tapi boleh minta tolong ngak," jawab Citra
" Ya minta tolong apa sebisanya kita bantu " timpal Mic.
" Bantuin Gue nyari Aurel, udah jam dia ngilang terakhir katanya dia ke toilet "
" Kenapa bisa, bukannya dia selalu bareng Lo, " tanya Darren dengan kawatir.
" Udah tanya ke teman cowok Lo itu " tanya Darren lagi.
" Mencar carik sampai ketemu kabarin gue kalau ada yang temuin " Ucap Darren ingin pergi tapi mendengar perkataan Citra.
" Gue takutnya Deon yang bkin dia kenapa Napa," Ucap Citra dengan menunduk dan sudah bergetar.
" Farel,Mic, dan Lo Bal,, bantu gue cari disetiap ruangan, apa pun itu harus kita temuin " Ucap Darren dan langsung pergi.
" Tuh anak kenapa sih " Ucap Lisa
" Biasa masalah hati beb " jawab Iqbal tidak memperhatikan wajah salah satu temannya Kaluna.
...----------------...
Di sebuah ruangan gelap Seorang perempuan tengah duduk di kursi sambil di ikat.
" Eenggghhh,,,," Suara kas bangun tidur, Aurel merasakan kepalanya berdenyut saat dia membuka matanya.
" Lo udah bangun Cantik " Suara seorang laki-laki menyapa pendengaran Aurel.
Aurel mengangkat kepalanya dan membuka matanya secara perlahan.
" Lo tidur lama juga ternyata, Pantas teman Lo selalu bilang Lo Kebbo " ucap Deon mendekat ke ke arah Aurel.
" Deon,,,"
__ADS_1
" Ya ini gue kenapa,, kaget, Ngak perlu kaget sayang dua malam yang lalu gue emang gagal dapatin Lo tapi tidak untuk kali ini"
" Apa maksud Lo? ,,,, dan lepasin Gue "
" Gue akan dengan senang hati lepasin Lo kalau Lo menjadi milik gue tanpa bantahan "
" Lepasin gue Yon "
Deon mencengkeram wajah Aurel dengan kuat.
" Lo udah bikin gue gila Aurel Pallavi, Udah cukup gue nungguin lo selama empat tahun,Lo bikin gue jatuh Cinta tapi Lo ngak tanggung jawab "
" Lo Malah makin menjauh dari gue, dan itu bikin gue gila " Desis Deon.
" Apa ini yang Lo namain Cinta Yon, Lo bahkan tiap hari buli gue, Ngatain gue dengan cara kasar "
' Brak '
Deon memukul sebuah meja yang ada di samping Aurel.
" Itu semua karena ulah Lo Rel,Lo ngak pernah lihat gue sebagai seseorang yang baik di hadapan Lo, Lo selalu lihat gue dengan pandangan sebelah mata, Tapi Lo bersikap lembut ke laki-laki lain, Apa Lo murahan "
" Yon lepasin, gue ini bisa di bicarakan, yang Lo lakuin ini ngak benar "
'Plak'
Satu tamparan di pipi kanan Aurel.
" Jangan bikin kesabaran gue habis Rel, Gue udah bilang bakal lepasin Lo kalau Lo udah jadi milik gue, Mari kita bersenang senang sayang " Ucap Deon membelai pipi Aurel.
Aurel menggelengkan kepalanya.
" Shhh,,lepasin gue Yon Hiks,,lepasin gue hiks,,," Lirih Aurel sambil terisak merasakan kepalanya semakin berdenyut.
" Ngak sayang kita akan bersenang senang setelah itu Lo akan jadi milik gue " Ucap Deon mendekatkan kan wajahnya ke wajah Aurel.
Aurel menggelengkan kepalanya.
" Ngak Yon,,,Ngak lepasin gue Hiks,,gue mohon ,,,
Deon yang melihat Aurel selalu menggelengkan kepalanya membuatnya semakin emosi dia Manarik rambut panjang Aurel membuat Aurel mendongak dan meringis.
" Shhhh,, lepasin gue Yon,,Sakit,, Hiksss
" Lo emang perlu kekerasan Rel, Kalau kelembutan ngak berlaku buat Lo yang ada kekerasan " Desis Deon di dekat wajah Aurel.
' Srek '
Tanpa aba-aba Deon langsung merobek kemeja yang digunakan Aurel memperlihatkan Leher putih dan jenjang Aurel.
" Lo emang Indah Rel, semuanya Indah "
Aurel semakin menggelengkan kepalanya melihat Deon mendekat.
' Brak '
__ADS_1
...----------------...
...susah guys ...