
Keesokan harinya waktu sudah menunjukkan jam sembilan pagi seorang Michael menepati janjinya untuk membawa Indri ke sebuah tempat sebelum masuk ke dalam rumah sakit.Dan pada saat ini Michael tengah menunggu di ruang tamu kediaman Gautama.Dia meminum segelas kopi yang baru saja diantar kan mbok Marni.dan tak lama Seseorang datang menyapanya.
" Good Morning Mic." sapa Indri dengan senyuman manisnya.
" Good Morning." Jawab Michael dengan langsung berdiri dan memeluk Indri tak lupa mengecup puncak kepalanya.
" Udah siap mau berangkat sekarang."
" Uhmm udah,, kita pamit dulu yah ke Mbok."
" Emang mama kamu kemana."
" Mama kalau jam segini tu pasti di rumah sakit." Jawab Indri karna mamanya adalah seorang dokter kandungan.
" Jadi kita pamit nya sama mbok Marni aja, tapi tadik aku udah pamit kok sama papa sama Mama juga." jelas Indri
" Uhm baguslah sekrang kita pamit trus langsung berangkat." jawab Michael
Meninggalkan sepasang kekasih yang akan mengunjungi tempat yang akan di perlihatkan Mic untuk Indri. Tapi berbeda di tempat lain Seorang perempuan yang tengah duduk diatas Pinggiran lapangan basket yang masih kelihatan sepi karena semua mahasiswa masih sibuk di dalam pelajarannya hanya beberapa saja mahasiswa yang berlalu lalang.
Perempuan itu masih diam memandang sekitaran yang ada di hadapannya,sehingga sesorang datang mendudukkan tubuhnya di samping Aurellia. Aurel lah perempuan itu dengan kebiasaan nya mencari sebuah ketenangan di ruangan terbuka.
" Kenapa?." tanya Darren yang datang menghampiri Aurel
" Ngak papa." jawab Aurel
" Suka bangat menyendiri."
" Uhmm tapi Lo datang ganggu ketenangan yang gue cari."
" Mencari ketenangan di lingkuangan terbuka." Darren melirik Aurel sekilas.
" Menghiraukan sekitar yang penting tidak mendekat semua yang terlihat adalah ketenangan tapi tidak termasuk yang tidak di kehendaki." jelas Aurel
" Yang tidak di kehendaki misalnya?."
__ADS_1
" Permasalahan orang lain, pertengkaran yang dapat merusak ketenangan." jawab Aurel
" Gue boleh tanya."
" Dari tadik juga Lo tanya tanya."
" Aaa bukan itu tapi gue lihat tidak sesering itu kau menyendiri apa ada masalah?." tanya Darren lagi
" Ngak ada apa apa,,, lagi pngen aja, mencari ketenangan tidak harus dengan adanya masalah dulu."
" Atau Lo takut." tanya Darren lagi
" Takut karena ?." tanya Aurel balik
" Tentang Indri gue dengar dari Mic."
Aurel yang mendengar itu langsung menunduk karena benar apa yang di fikirkan hanya itu untuk sekarang dua hari lagi Indri akan menjalani operasi.Ketakutannya terhadap sesuatu yang tidak di harapkan lebih besar daripada kepercayaannya.
" Percaya sama Tuhan, Percaya Sama Indri dan Keyakinan itulah yang terpenting dan terlebih banyak berdoa." Ucap Darren yang mengerti posisi Aurel.
Aurel masih tetap menunduk hingga Daren menyadarkan nya.
" Rel boleh angkat kepala Lo ." ucap Darren
Aurel langsung mangangkat kepalanya dan menatap Darren yang juga sedang menatapnya.
" Boleh aku minta nomor Lo kali ini." ucap Darren dan menyodorkan handphone nya ke arah Aurel.
" Untuk apa? ." jawab Aurel
" Tiga Minggu lagi gue berangkat ke Surabaya untuk laksanain Kuliah Kerja Nyata."
" Trus hubungannya dengan gue."
" Cuman pengent tanyak kabar selama gue jauh."
__ADS_1
" Boleh tapi ingat gue ngak sukak orang yang nelfon kalau ngak ada keperluan apa lagi sebentar sebantar kirim pesan." Jelas Aurel
" Uhm ok." jawab Darren
" Yaudah gue balik dulu." ucap Aurel langsung berdiri dan meninggalkan Darren.
Darren yang masih terus mamandang punggung Aurel yang sudah mulai hilang dan menyeringai ke arah handphone nya yang terdapat nomor Aurel.
' semua sesuatu yang gue ingin harus selalu gue capai dan Lo salah satunya Aurellia Pallavi,' Seringai Darren berdiri dan meninggalkan lapangan basked.
Kita kembali ke sepasang kekasih yang pada saat ini telah berhenti di sebuah pegunungan dimana tempat itu bisa melihat semua hamparan kota Bandung yang di mana semua pepohonan hijau masih sangat terlihat indah.
" Sebenarnya kalau malam hari kita kesini akan lebih Indah sama semua tamaran lampu di bawah sana, tapi kamu kan lagi sakit ngak boleh keluar malam malam." Ucap Mic
" Ngak papa, Mau janji sesuatu Mic ." tanya Indri
" Apa?." Mic menatap Wajah Indri yang juga sedang menatapnya
" Jika nanti aku kembali sadar trus sudah sehat tolong bawah lagi aku kesini di malam hari."
" Kamu akan tetap sehat Ndri jadi harus kuat percaya sama Tuhan yah." ucap Mic yang di balas dengan senyuman indah Indri dan anggukan kepala.
" Ndri ,,,,"
Indri kembali menatap wajah tampan Mic yang menatapnya dengan kehangatan.
" Mau ngak jadi pacar aku,?" tanya Mic
Beberapa saat Indri hanya menatap wajah Mic sebelum dia manganggukkan kepalanya.Mic yang melihat itu langsung menarik Indri mencium keningnya dan langsung memeluknya.
" Harus kuat yah sayang, harus percaya sama Tuhan, banyak berdoa trus ingat ada orang orang yang sayang kamu untuk mendukung kamu." ucap Michael
Indri yang mendengar itu manganggukkan kepalanya,dan semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Mic karena merasa malu di panggil sayang oleh Mic, lelaki yang juga dari dulu menarik perhatiannya hanya saja kesadarannya tentang keadaan yang sempat menghalanginya.
...----------------...
__ADS_1
... susah ternyata jadi author 🤧...