
Hari ini adalah hari Minggu, seperti biasanya Aurellia akan mengajak semua anak-anak panti untuk melakukan aktivitas membersikan di sekitaran panti asuhan Tunas Harapan,sudah hampir tiga puluh menit mereka semua membersihkan dan halaman panti asuhan sudah terlihat sangat bersih.Aurel pun menyuruh anak-anak untuk segera membersikan diri mereka,dan Aurel juga langsung masuk ke kamar untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri saat ini Aurel tengah duduk di kursi depan meja belajarnya dia sedang membaca sebuah buku,sebelum dia mendengar notif pesan masuk.
...Gosip🔥...
• Indri 🦆
' Pagi,, lagi pada sibuk?'
• Citra 🐰
' Pagi Ndri,,Ngak kalau gue, ini aja lagi baring baring.'
^^^• Kebbo 👻^^^
^^^' Uhmmm aku juga lagi ngak sibuk, kenapa? Ndri.'^^^
• Indri 🦆
' Kumpul di kafe biasa mau,,, ada yang perlu gue bahas sama Lo bertiga.'
• Citra 🐰
' CK,,tumben bangat Ndri biasanya kalau udah ngumpul serius ni.'
• Ditdit 🐯
' Ok tunggu sebentar lagi gue berangkat.'
• Citra 🐰
' Pertanyaan aku belum di jawab wee.'
^^^• Kebbo 👻^^^
^^^' Ngumpul aja dulu Cit nanti tauk apa jawabannya.''^^^
Berbeda dengan kedua temannya yang tidak mengerti ajakan Indri Tapi Aurel langsung memahaminya dia masih memikirkan apakah Indri sudah benar benar yakin!, Aurel harus menelfon Indri, Tak lama setelah Aurel mendeal nomor Indri untuk di hubungi langsung di angkat sama Indri.
" *Hallo Rel."
" Hallo Ndri,, Aku boleh tanyak?."
" Boleh Rel,,tapi gue tauk yang Lo fikirin Rel,mama udah support aku,lima hari lagi aku harus operasi Rel,tinggal suport dari kalian bertiga*." jelas Indri.
" *Ok, Aku Udah bilang Ndri bakal dukung kamu trus apapun keputusannya, itu yang terbaik supaya kamu ngak ngerasain sakit lagi."
" Ummm makasih Rel,, siap siap gih sebentar lagi kita ketemu di kafe*."
__ADS_1
Setelah Indri mematikan sambungan telepon nya Aurel langsung mempersiapkan diri,hanya dandanan sederhana tapi sangat terlihat cantik.sebelum berangkat tak lupa Aurel pamit ke sang Bunda.
...----------------...
Setelah menempuh perjalan dua puluh menit menggunakan angkutan umum Aurel sampai ke sebuah kafe Logika,Aurel langsung memasuki kafe logika berdiri di pintu masuk sambil mencari teman temannya, sesorang dari sudut kanan ruangan kafe melambaikan tangannya.
" Dit, cepat bangat Lo nyampenya?."
" Yeee rumah gue kan dekat sini Rel." Jawab Adit
" hehehe iya juga yha".
Tak berselang beberapa menit Indri datang menghampiri keduanya.
" Udah pada lama ya nunggunya ?."
" Ngak kok gue sama Adit barusan nyampe, ya kan Dit." jawab Aurel
Adit yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya.
" Pesan minum dulu aja kali yah, sambil nunggu si ibu bawel." ucap Indri yang di angguki kedua temannya.
Setelah selesai memesan minum yang mereka ingin kan Citra pun datang.
" Sorry gue lama ya hehehehe,, tadik tu belum mandi soalnya."
" Ngak papa duduk aja dulu trus pesan minum sekalian." jawab Indri
" CK,,, Lo pada, pada kenapa sih baru kenal kemarin sore atau baru ketemu tadik pagi,,, udah kayak orang ngak kenal aja saling diam Diaman." ucap Cita
" Lo Ndri katanya mau ngomong, ngomong apa tapi dari tadik Lo diam." lanjut Citra
Aurel dan Adit masih saling diam sampai Indri membuka suaranya.
" Gue butuh suport Lo bertiga." ucap Indri, Citra yang mendengar itu langsung tertawa.
" Hahahaha suport apaan Ndri Lo mau ikut tanding, tanding apaan." tanya Citra
Tapi mereka bertiga yang mendengar pertanyaan putri masih saling diam.
" Eiii pada kenapa si saling diam kayak gini kalau ngak ad yang penting gue mau balik,mending gue di rumah tiduran." ucap Citra lagi
" Cit dengarin Indri dulu ngomong nya." ucap Aurel
Citra pun diam sampai Indri kembali membuka suaranya.
" Lima hari lagi gue harus jalanin operasi." ucap Indri
" Lo kenapa Ndri sakit." Adit membuka suaranya
__ADS_1
" iya Lo kenapa, trus operasi apaan yang Lo bilang Lo,,,,
Ucapan Citra berhenti mendengar perkataan Indri.
" Jantung koroner,, transplantasi jantung." ucap Indri
Deg
Citra diam membeku melihat kedua temannya yang masih diam,dia berfikir pasti mereka tahu.
'Brak'
Citra menggebrak meja dan berdiri menatap tajam kedua temannya.
" Rel,,Adit kenapa Lo berdua diam, kalian tauk semua ini tapi ngak ada yang kasih tauk gue begitu, dan Lo Ndri Lo ngak bahas ini sama gue apa lagi kasih tauk gue kenapa?."
" Hampir enam tahun kita bersahabat dan kalian ngak ada bahas itu sama gue,,apa hanya sebatas itu pertemanan kita."
Indri yang mendengar itu mengepalkan tangannya Karena tubuhnya bergetar.
" Cit duduk dulu Lo bikin Indri takut." ucap Aurel
" Tapi kenapa? Rel,,, kenapa kalian nyembunyiin ini dari gue hiks,,,,gue fikir selama ini gue udah Jadi sahabat baik buat kalian hiks ta,,Pi masalah gini aja gue ngak tahu Rel." ucap Citra terdunduk sambil menangis
" Cit,,, Indri pasti punya alasan buat semua ini,gue juga pasti ngak bakal tahu kalau pada saat itu bukan gue yang antar Indri ke rumah sakit." ucap Aurel
" Kalian masih ingat pas kita masih kelas dua SMA dimana Indri sering sekali muntah muntah sering berkeringat dingin, dan dimana saat itu Indri di rawat di rumah sakit selama empat hari." lanjut Aurel
Di saat Aurel akan melanjutkan ceritanya langsung di berikan kode dari Indri supaya dia yang menjelaskan.
" Gue yang larang Aurel cerita ke kalian berdua,cukup Aurel yang udah gue nyusahin,Lo berdua jangan,setiap gue lihat Aurel khawatir gue selalu mikir selemah itu gue di hadapan Aurel sampai sampai dia selalu hafal kalau gue lagi nahan sakit."
" Cit tiap hari kita bareng gue liat Lo ketawa itu udah kekuatan tersendiri bagi gue dan Lo Dit perhatian Lo setiap harinya udah kayak kakak benaran bagi gue jadi gue mohon jangan lihat gue sebagai orang lemah." Ucap Indri dengan berusaha menahan air matanya.
Aurel yang mendengar itu hanya diam berbeda dengan Citra yang menunduk menangis dan Adit yang masih diam sambil melipat tangannya di depan dada.
" Dit,,,,
"Ngak Ndri gue ngak bodoh,,,setiap hari gue perhatiin Lo dari jauh gue sakit lihatnya Ndri Lo selalu berusaha nahan sakit,masih berusaha sembunyiin padahal Lo ngak sekuat itu,,tiap bulan Lo alasan pamit duluan kalau kita sudah ada janji dengan alasan obat jantung bokap Lo di tungguin bokap,,, tapi Lo lupa kalau gue calon dokter Ndri" ucap Adit panjang lebar menghentikan ucapan Indri.
" Tunggu dulu jadi selama ini obat jantung itu buat Lo Ndri." tanya Citra sambil sesenggukan
Pertanyaan Citra yang hanya di balas anggukan oleh Indri.
" Lo jahat Ndri,,,
" Cit apapun itu yang Indri butuh sekarang dukungan dari kita bertiga." ucap Aurel menghentikan ucapan Citra.
Tidak jauh dari tempat duduk itu tiga orang yang mendengar percakapan mereka hanya diam,mungkinkah? selama ini itu alasannya?.
__ADS_1
...****************...