
Stelah memarkirkan mobilnya Michael turun dari mobil dan berjalan di taman menuju sebuah kursi yang disana ada seorang gadis yang tengah menunduk kebawah kakinya.
Michael semakin mendekat tapi sesampainya di sana dia tidak mengeluarkan satu kata pun tapi langsung mendudukkan tubuhnya di samping sang gadis.Dan gadis itu pun tidak bermasalah dengan seseorang yang duduk di sampingnya.Hanya beberapa saat Michael terdiam dia menarik nafas dan mulai berbicara.
" Dua tahun yang lalu seorang gadis masuk ke halaman kampus bersama kedua temannya,yang pada saat itu sedang memakai atribut ospek,ketiga bisa di bilang sama sama cantik tapi pada saat itu hanya satu yang menarik perhatian ku,selama masa ospek aku selalu memperhatikan nya dari jauh sampai dia masuk sebagai mahasiswa pun aku masih sering memperhatikan nya dari jauh."
" Aku rasa dia juga menyadarinya bahwa ada seseorang yang selalu memperhatikan nya, Hingga suatu hari aku memutuskan bahwa dia adalah milikku dan aku harus mencapainya."
Seorang gadis yang masih setia menunduk yang tak lain ialah Indri Gautama dia hanya diam tapi masih mendengar ucapan Michael.
" Setelah beberapa waktu aku mengejarnya dia memberikan respon yang baik itu adalah kebahagiaan yang pertama aku rasakan dari lawan jenis, semenarik nya perempuan itu sampai aku saja tak berani melirik ke yang lain, tapi respon yang baik darinya hanya saja cuman beberapa waktu juga karena dia mulai mengacuhkan ku." ucap Michael
" Kamu tahu kadang aku merasa perasaannya padaku sama apa yang aku rasakan kepadanya,tapi mengacuhkan ku seperti itu sama saja dia menjadikan ku lelaki yang bodoh yang hanya aku berharap padanya, Kadang perkataan dari teman teman yang mengatakan kalau aku adalah laki laki bodoh untuk mengharapkan seseorang yang mungkin tidak mengharapkan ku, perkataan itu lah yang menyadarkanku bahwa apakah aku benar lelaki yang bodoh?." jelas Michael
" Apakah benar aku lelaki Ndri,,,?." tanya Michael
Indri yang mendengar itu memejamkan matanya dan perlahan mengangkat kepalanya dan menatap ke taman yang dimana beberapa pasangan juga sedang berjalan-jalan sore.
" Mungkin kamu tidak termasuk kedalam lelaki bodoh itu, karena perasaan itu juga ada Mic, hanya saja keadaan yang tidak pernah mendukung." ucap Indri dengan menyesakkan dadanya.
" Kenapa?, apa kamu ngak mempercayai ku Ndri,,,kalau aku bisa melewatinya." jawab Michael
" Mungkin itu salah satunya, kamu lebih berhak bahagia Mic sama yang lebih sehat,tidak penyakitan kayak aku, bahkan kedepannya aku ngak tauk Mic apa yang akan terjadi,aku bahkan ngak siap membayangkan kalau suata saat nanti tiba kau hanya akan bersedih." ucap Indri dengan air mata yang mulai mengalir.
__ADS_1
" Tapi kau tahu apa bahagia ku Ndri,,, kau bahkan ngak pernah bertanya apakah aku siap nanti atau tidak, aku bahkan baru tau Ndri kalau selama ini kau sakit." ucap Michael dengan meninggikan sedikit suaranya
Indri yang mendengar itu kembali menunduk dan sesenggukan karena menangis.
" Aku hanya hiks,, aku hanya ngak mau Mic Ka_ hiks,,kalau nanti tiba kau hanya akan sakit,, kau tahu kemungkinan operasi itu hanya akan berhasil 50% dan separuhnya lagi,, entahlah bahkan membayangkan nya saja aku belum sanggup." ucap Indri yang sudah menatap ke arah Michael dengan sesekali sesenggukan.
Michael merasakan tatapan Indri dan dia juga mulai menatapnya.Dia menangkup wajah sang gadis dan berkata.
" Apa Kau percaya kalau aku akan sanggup nanti jika itu tiba atau tidak?." tanya Michael
Indri yang mendengar itu menggelengkan kepalanya dengan air mata yang masih mengalir.
" Mau peluk?" tanya Michael dengan tidak teganya melihat gadis yang di cintai nya sangat terlihat rapuh
" Percaya kepada Ku Ndri kalau aku akan selalu bersama mu." ucap Michael yang merasakan gadis yang di pelukannya menganggukkan kepalanya.
" jadi? kapan operasi nya?." tanya Michael
" Lima hari lagi tapi besok lusa udah masuk kerumah sakit." jawab Indri
" Jadi dokter Wawan yang akan menangani mu." tanya Michael lagi.
" Ummm iya,, kamu kenal dokter Wawan."
__ADS_1
" Kenal lah dia pamanku,dan pada waktu kita ketemu di rumah sakit aku lagi ambil obat mama."
" Mama kamu sakit jantung jugak kayak aku Mic." Tanya Indri melepaskan pelukannya.
" Hmmm tapi di tidak seberuntung kamu yang mendapatkan pendonor, jadi kamu haru kuat semangat tentunya buat aku,buat orang tua kamu,buat tiga sahabat tersayang kamu itu." ucap Michael dengan menggenggam tangan gadisnya.
Indri yang mendengar itu hanya tersenyum dan manganggukkan kepalanya.
" Mau jalan jalan ?." tanya Michael lagi
" Ngak Mic, pulang aja capek nangis hehe." jawab Indri dengan kekehannya.
" Oh ok aku antar tapi besok aku jemput aku bawa kamu ke sebuah tempat sebelum kamu masuk rumah sakit ok."
" Kemana Mic ?." tanya Indri
" Rahasia dong kalau sekarang tu namanya ngak rahasia." Jawab Michael yg menggandeng tangan Indri sambil berjalan keluar dari taman.
Michael mengantarkan Indri sampai di depan rumahnya dan langsung pamit dengan senyum yang tak pernah hilang.
...----------------...
... susah ternyata jadi author guys 🤧...
__ADS_1