
Setelah perdebatan tiga hari yang lalu disini dia sekarang seorang perempuan berjalan di koridor kampus menuju sebuah kantin dimana dia mendapatkan pesan dari ketiga sahabatnya kalau mereka sedang berada di kantin.
...Gosip🔥...
• Citra 🐰
' Lo udah dimana bo lama bangat belum nyampe -nyampe.'
^^^• Kebbo 👻^^^
^^^' Sementara nih lagi jalan ke situ bentar lagi kok.'^^^
• Ditdit 🐯
' Buruaan bo si bawel udah mau ngamuk lapar katanya.'
• Indri 🦆
' Nannti lo kenak amuk lagi ni sama si Mak Mak rempong kalau lo masih lama.'
^^^• Kebbo 👻^^^
^^^' Makan dulu aja Cit masih agak jauh soalnya,baru keluar juga gue dari ruangan dosen.'^^^
Aurel yang sibuk dengan ponsel nya tidak memperhatikan kan sekitar nya hingga dia tidak sengaja menabrak punggung seseorang, Seseorang itu berbalik juga ke tiga temannya memandang Aurel yang masih meringis sambil mengusap kepalanya.
" Sssss sakit bangat si masak iya gue nabrak tembok," Ucap Aurel yang masih menunduk sambil mngusab kepalanya.
" Siapa yang tembok."
Deg
Aurel yang mendengar itu langsung menghentikan usapan kepalanya sambil mengangkat kepalanya secara perlahan.
" Hehehe sorry kak ngak liat soalnya." ucap Aurel sambil memperlihatkan gigi putihnya.
" Makanya kalau jalan tu ngak usah main handphone."
"Aaa iyaa maaf ya kak sekali lagi maaf," Ucap Aurel sambil berlalu menjauh dari ke empat laki laki yang masih memandang Aurel yang berlari menjauh dari mereka.
" Hahhahaa gila mukanya lucu bangat, gue baru liat cewek begitu gemasin,cantik banget lagi," ucap Farel.
" Ckck,,,, jiwa playboy lo keluar lagi ternyata, eh tapi bukannya tu cewek temannya si Indri yaa Mic," ucap Iqbal.
" Iya namanya Aurellia kalau ngak salah," jawab Michael
" Oo jadi dia yang dari panti asuhan Tunas Harapan, gue dengar si dia pintar banget sedari SMA sampai sekarang selalu ngandelin beasiswa," lanjut Farel.
" Punya gue," ucap Darren, ketiga sahabatnya itu saling memandang dan manatap Darren secara bersamaan.
"Kenapa?," tanya Darren
" Lo yang kenapa, siapa yang punya lo," jawab Farel.
" Tu cewek yang lo pada bahas,"
" Keknya otak lo mulai gesek de sejak kapan lo tertarik sama cewek bahkan Luna aja yang terang terangan suka sama lo selalu lo tolak," ungkap Farel.
" Ckck,,,,, mulai sekarang," ucap Darren sambil barbalik dan melangkah menjauh dari tiga sahabatnya, tiga temannya pun berjalan menyamakan langkah Darren.
" Maksud lo apaan Ren, lo tertarik sama tu cewek," tanya Iqbal.
__ADS_1
"Hmmmm,"
Tiga laki laki itu langsung berhenti sambil memandang punggung Darren yang hampir hilang di pandangan mereka, hingga kedua dari mereka menoleh ke arah Michael.
" Kenapa!, Hak dia mau suka sama siapa," ucap Michael yang mengerti pandangan kedua temannya.
" Aaaa terserah dia lah pusing gua," Farel sambil mendengus.
" Siapa yang nyuruh lo mikirin jadi beban otak aja," ucap Iqbal.
" Bangsat lo,"
" Masih mau berdiri lo berdua di situ," panggil Michael yang sudah melangkahkan kakinya.
Di kantin kampus seorang perempuan datang berlari menghampiri ketiga temannya yang masih ngos-ngosan.
" Kenapa lo?," tanya Citra.
" Bentar gue ambil nafas dulu,"
" CK,,, lagian siapa yang nyuruh lo lari si Rel kan bisa jalan pelan aja." ucap Indri
" Minum dulu." ucap Aditya yang sudah membukakan sebotol air mineral.
Setelah Aurel meminum air dia duduk di Samping Adit dan mulai mengambil nafas.
" Nah tu dia gue kesini emang jalan sambil balas pesan lo pada, saking sibuknya gue main handphone gue sampai ngak liat sekitar sampai gue nabrak seorang yang tak lain itu Darren kakak tingkat kita," jelas Aurel.
" APA."
" Ssshh lo berdua bisa ngak kecilin tu suara kuping gue sakit bangsul," ucap Adit mengusap telinganya.
" Terus-terus lo di apain sama mereka, dia sama teman-teman nya ngak?," tanya Citra
" Ummm kalau ngak salah dia sama tiga teman cowoknya,"
" Dia bilang gini ke gue, makanya kalau jalan tu jangan main handphone, gila jantung gue kek mau copot dengar suara nya, dingin banget gue sampai lari kesini gara gara malu," lanjut Aurel.
" Lo si ngak pernah perhatiin apa-apa kalau udah sibuk ke sesuatu," ucap Indri
" Udah aa lapar gue mau makan aja," ucap Aurel yang tidak menjawab perkataan Indri
" Mau pada pesan apa biar gue yang pesan?," tanya Adit
" CK,,,,, tumben banget lo Dit mau pesanin gue sama Indri biasanya juga cuman Aurel doang," ucap Citra
" Kenapa ngak mau lo gue pesanin."
" Ya ela Dit gitu aja ngambek lo, aku mau bakso seperti biasa ya bang Adit." jawab Citra
" Ngak usah manggil gue abang, lo kayak adek gue aja."
" La kita bertiga kan emang adek lu bang," ucap Indri
" Ogah gue punya adek kayak lo bertiga,ngak ada apa yang lebih baik dari pada lo bertiga hahaha." ucap Adit sambil tertawa
Mereka bertiga yang mendengar itu hanya mendengkus sambil memandang Adit yang sudah berdiri berniat memesan makanan mereka.
Aurel diam sambil sesekali jari lentiknya berselayar di layar Handphone nya yang tak sengaja mendengar ringisan seseorang.
" Kenapa? Ndri."
__ADS_1
" Ngak papa Rel gue udah lapar bangat hehe." jawab Indri
Aurel yang mendengar itu masih menatap Indri yang juga sedang menatap nya hingga dia mendapatkan kan gelengan kepala dari Indri.
' sakit bangat ya Ndri sabar ya sebentar lagi kita pulang, gue yang bakal ikut nganterin lo kali ini gue pengent tahu Ndri jangan halangi gue kali ini.' Ucap Aurel dalam hatinya
Aurel menggenggam tangan Indri dan mengangguk kan kepalanya dia percaya Indri pasti kuat demi cita-cita nya.
Adit pun kembali ke tempat mereka duduk berempat, tak lama pesanan mereka datang dan mereka menikmatinya dengan sesekali candaan, Hingga Indri membuka suara.
" Cit,Dit gue sama Aurel mau pulang bersama hari ini ya ngak papa kan kita ngak sama-sama."
" Kenapa? kita kan udah bahas ini semalam kalau mau pakek mobilnya Adit aja nganter Aurel ke Panti." tanya Citra
" Sorry gue lupa Cit kalau hari ini gue ada jadwal ngambil obat bokap gue dan lo tauk kan si Aurel pintar bahasa Inggris dokternya bokap kan orang luar jadi ngak paham gue," jelas Indri kepada kedua sahabatnya.
" Mau gue anter aja Ndri gue kan calon dokter masa lo lupa, sekalian bareng kita berempat." tanya Adit
"Aaa kalau itu,setelah gue ambil obat gue mau ke supermarket dulu Dit mau beli keperluan perempuan ya kan Rel."
" iya,,,iya sorry gue sama Indri bahas ini di kelas tadik pas lo udah bawa Citra duluan keluar tadik." jawab Aurel
" Eh lo berdua kenapa sih?, lo berdua Aneh tau ngak." selidik Citra
" Ngak ada Cit serius gue." ucap Indri
" Dit lo nganterin Citra nanti ya awas aja lo kalau dia ngak sampai rumah." ucap Aurel
" Siap ibu bos gue pasti nganterin ni si bawel selamat sampai tujuan pokok nya." jawab Adit
" Awas ya lo berdua, kalau lo bohong ma gue." ucap Citra
" Yu Dit anter gue pulang sekarang gue ngantuk iiiii." ucap Citra sambil memperlihatkan giginya
" Dasar lo tukang tidur." ucap Indri
" Yeee yang penting gue ngak kayak nih Kebbo satu kalau udah tidur banguninnya susah bangat." jawab Citra
" Udah aa mau balik gue bye." lanjut Citra
" Gue juga balik ya kan nganter Citra dulu." ucap Aditya
" Ok hati-hati ya Adit,Citra." ucap Aurel dan langsung memandang Indri
Setelah Adit dan juga Citra sudah menghilang dari hadapan mereka Aurel bertanya
" Mau sampai kapan Ndri,, kalau nanti mereka tahu bisa ngamuk mereka, apa lagi lo tahu Citra," ucap Aurel tidak ingin selalu menyembunyikan dari dua sahabatnya.
" Gue tahu Rel tapi gue masih ngumpulin keberanian gue buat cerita ke mereka berdua sebelum gue laksanain operasi." Jawab Indri
" Gue harap lo cepat ambil keputusan buat cerita ke mereka baru lo siap operasi, lagian lo juga udah dapat pendonor Ndri jangan biarin lo semakin sakit kayak gini." jelas Aurel
" Gue paham hanya saja mereka berdua perlu tahu Rel sebelum gue ambil keputusan,lo tahu sendiri kemungkinan dari operasi itu hanya 50% dan 50 nya lagi gue ngak tauk Rel."
" Gue percaya sama keputusan lo apa pun itu."
" Udah mending kita jalan nanti lo lambat Cek up lagi." lanjut Aurel
Mereka berdua pun berdiri dan bejalan keluar dari kantin menuju ke arah parkiran yang dimana sopir yang di khususkan untuk Indri sudah menunggunya.
......................
__ADS_1