
Sudah hampir dua jam Aurel,Indri dan Citra berada di dalam ruangan kelas yang di pimpin oleh pak Rendi, berarti kurang lima belas menit lagi kelas itu akan berakhir.Seisi ruangan pun masih sangat sunyi hingga dosen yang memberikan mata kuliah itu membuka suara.
" Baik, untuk pelajaran kita hari ini cukup sampai disini, bapak harap tugas yang bapak berikan kali ini dapat di masukkan di hari mata kuliah saya pada hari Jumat." ucap pak Rendi
" Baik pak". jawab semua mahasiswa yang ad di ruangan itu.Dosen itu pun keluar dari ruangan tersebut,hingga semua mahasiswa sibuk merapikan peralatan yang sempat di gunakan untuk pelajaran dan di masukkan kedalam tas masing-masing.
Tiga perempuan yang bersahabat pun bersiap-siap meninggalkan ruangan tersebut, hingga seorang dari mereka membuka pembicaraan.
" Rel lo ngak buru buru pulang kan, kalau ngak kita ke kantin dulu aja sambil nunggu Adit,gue juga lapar soalnya hehehe." ucap Indri
" Ngak si gue tadik juga udah pamit sama Bunda, lagian gue belum sarapan udah lapar juga." jawab Aurel
" iya ayok,,, gue juga lapar kangen pengen makan bakso." jawab citra
" eee bawel siapa yang ajak lo si, ngak ada tauk." timpal Indri
" Oo jadi lo sekarang gitu Ndri tega bangat lo."
" Udah aa ngak usah debat jalan aja yuk gue udah lapar bangat." ucap Aurel
" Lagian ni si Indri ngajak gue gelut aja, ngak tahu dia gue belum ada tenaga." ucap Citra
" Ckck,,,,." Indri yang mendengar itu hanya berdecak.Sambil menuju ke arah kantin ketiga nya sering melemparkan candaan hingga Citra menangkap lima orang yang berjalan berlawanan dengan mereka.
" Gue yakin setelah ini bakal ad perang mulut lagi gue sama tu si cewek centil, dimana mana ad dia muluk, mana nempel trus lagi sama si cowok rusuh." ucap Citra
__ADS_1
" Udah lah diamin aja Cit, kalau mereka ngak cari gara gara ngak usah di lawan yangak Rel."
" Benar tu yang di bilang Indri,diam aja ya Cit kalau mereka ngak mulai ngak usah di balas." jawab Aurel.
" Kalian yakin mereka ngak bakal cari gara-gara, kalau ngak hari ini gue yang traktir lo pada." Ucap Citra dengan keyakinannya.
Mereka pun semakin melanjutkan langkahnya hingga berhenti karena di halangi oleh lima orang yang selalu menjadi biang rusuh bagi mereka.
" Eits ketemu lagi kita cewek-cewek kampungan, lo berdua ngak pernah dengarin gue ya,apa sih yang menarik dari ni anak panti sampai lo berdua lengket bangat sama ni anak." Ucap Renata Brawijaya yang juga mengambil fakultas yang sama dengan Aurel dan dua sahabatnya hanya saja Renata berada di kelas yang berbeda.
" Lo kayak ngak tauk aja Ren mereka kan emang gitu sama-sama kampungan, makanya mereka lebih milih jalan sama ni cewek panti." Ucap Olivia Pranata sahabat dari Renata.
" Lo berdua bisa ngak tu mulut ngak lemes banget. lo ngak ada kerejaan selain ngurus urusan orang." ucap Citra agak tersulut emosi.
" Eee lo berdua benar benar ya udah di kasih tauk masih aja bela ni anak satu." Ucap Olivia
" lo yang apa apaan,gue sama Indri mau temanan sama siapa itu hak kita berdua, dan lo berdua ngak ada hak sama sekali, kenapa masih marah oo, gue sama Indri tolak ajakan lo supaya gabung sama geng Abal Abal Lo itu." ucap Citra dengan nada yang emosi.
" Lo yaa,,,,,,.
Ucapan Renata berhenti disaat sang pacar memberikannya kode untuk berhenti berbicara.
" Apa yang di bilang Renata itu kebaikan lo berdua, ngapain si lo berdua ngak capek apa temanan sama ni anak panti,anak beasiswa satu ini." ucap Deon Pandegas cowok dari fakultas teknik sipil,yang paling sok ganteng, playboy,dia adalah pacar dari Renata Brawijaya.
" Lo juga cewek sama cowok sama aja, lo berdua emang cocok banget si lo berdua pacaran yang satu playboy yang satu centil." ucap Citra.
__ADS_1
Aurellia yang mendengar itu hanya diam tidak ingin menjawab ucapan yang di lontarkan Deon, karena kata kata itu la yang di dapatkan Aurel dari Deon semenjak masih masa SMA.
" Cit udah ya kita pergi aja gue lapar." bisik Aurel kepada Citra dan juga Indri.
Indri yang mendengar itu langsung menarik tangan Citra,Aurel dari hadapan ke lima orang itu,tapi sebelum mereka menjauh suara Deon kembali terdengar.
" E,, lo anak panti bisa bisanya lo manfaatin ni teman lo berdua kenapa lo diam aja apa omongan gue benar kalau lo anak panti yang cuman bisa ngandelin beasiswa doang supaya bisa masuk kampus ini, gue muak lihat muka lo, lo tauk itu." Ucap Deon dengan suara yang keras karena Aurel dan kedua sahabat nya hampir menjauh dari hadapannya.
Aurel yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya sehingga Citra dan juga Indri berhenti,Aurel membalikkan badannya dan menghadap ke arah Deon dan ke empat temannya, Aurel pun maju beberapa langkah sebelum bersuara.
" Gue ngak pernah manfaatin sahabat sahabat gue kalau lo lupa, Gue ngak pernah marah soal lo ngatain gue anak panti anak beasiswa tapi satu yang harus lo Ingat tuan muda Deon Pandegas, gue masuk ke kampus ini dengan usaha gue sendirilo selalu bilang gue anak beasiswa trus kenapa dengan itu,ada masalah dengan itu, gue juga dapat beasiswa itu karena ke pintaran gue, gue ngak kayak orang orang lain yang dengan mengandalkan otak orang lain supaya tugas mereka selesai." Ucap Aurel panjang lebar.
" Lo emang ngak pernah di ajarin di panti ya." Ucap Renata dengan emosi yang mendengar ucapan Aurel.Renata pun mengangkat tangannya berniat untuk menampar Aurel tapi langsung di cekal oleh sesorang.
" Jauhkan tangan lo darinya,jangan pernah sekali kali ngangkat tangan lo lagi buat mereka bertiga,atau gue yang bikin perhitungan sama Lo."
" Dan Lo,Lo cowok kan ngak malu lo adu mulut sama perempuan,cukup cewek lo aja yang mulutnya lemes ngak usaho juga." Ucap Aditya yang di tujukan untuk Deon dan juga Renata.
Renata,Deon dan ke tiga temannya hanya diam,karena sedari dulu jika sudah Aditya yang membela ketiga perempuan itu mereka hanya bisa diam.Jangan lupakan mereka berasal dari SMA yang sama, ketidak akuran yang terjalin di Sekolah Menengah Atas itu berlanjut ke jenjang perguruan tinggi.
Tak jauh dari tempat perdebatan itu,berdiri enam orang yang sedang menyaksikan perdebatan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu komen ya guys maaf kalau ceritanya membosankan dan masih banya yang typo^_^
__ADS_1