
Dan disinilah sekarang seorang gadis tengah duduk di tengah-tengah rooftop tidak memperdulikan keadaan mentari yang sedang meninggi,Dia duduk memeluk lututnya dan sesekali membuang nafas dengan kasar,hingga seseorang datang menyapa nya.
" Tidak perlu terlalu khawatir begitu,kebanyakan operasi jantung memiliki keberhasilan hampir 95 persen,meskipun gue tahu operasi kali ini sudah memiliki banyak resiko." Ucapnya berdiri di depan mentari yang sedang duduk.
"Gue tahu,,tapi kekawatiran gue lebih besar dari kepercayaan gue,,gue terlalu gugup menunggu di bawah." Jawab Aurel
" Tapi sebelum itu Lo kenapa sih selalu ada di saat gue selalu cari ketenangan." lanjut Aurel lagi
" Ntah hati gue selalu bertindak sendiri kalau setiap lihat Lo." jawab Darren
" CK,,dasar aneh ngapain hati Lo harus bertindak sama anak panti ini."
" Rel gue udah bilang,gue ngak pernah Anggap Lo gitu." ucap Darren meninggikan suaranya.
Darren yang melihat Aurel diam,dia mengambil posisi di samping Aurel dan meminta maaf.
" Sorry Rel tapi Lo ngak harus sebut diri Lo gitu setiap gue dekatin."
" Ngak papa,,tapi kenapa? Lo ngikut kesini,bukannya cewek Lo ada di bawah jugak." tanya Aurel.
" Gue udah bilang hati gue yang milih, Tapi maksud Lo cewek mana."
" Tu teman cewek kalian yang cantik,tinggi."
__ADS_1
" hahaha dia bukan cewek gue,sahabat gue itu tapi kenapa loh cemburu yah."
" iihss ngapain cemburu sama Lo ngak ad yang lain apa?."
" Hahaha becanda doang. Oh iya kenapa Lo ada disini." ucap Darren
" Ummm gue terlalu takut untuk menunggu di bawah,Indri itu udah kayak kakak buat gue meskipun dia cuman lahir 4 bulan duluan dari gue tapi tetap aja gue terlalu takut." jawab Aurel
" Tepat di saat gue umur 9 tahun semua orang luar selalu menjauh dari gue yah dengan alasan gue cuman anak panti asuhan,Tapi tidak dengan Indri yang pada saat itu datang ke panti bersama kedua orang tua nya menjadi donatur di saat dia pertama kali datang dia tidak gengsi mengajakku berteman,bahkan dia bisa datang setiap harinya di antar sang sopir cuman untuk ketemu gue."
" Dan siapa sangkah pertemanan kami jadi persahabatan dan lebihnya lagi gue di pertemukan dengan dia di kelas SMP waktu itu dan langsung satu kelas sama dia sampai sekarang." Jelas Aurel
" Ummm gue tahu tapi Lo harusnya ngak berada disini harusnya Lo di bawah nunggu dengan tenang sambil berdoa." ucap Darren
Darren mengerti apa yang di rasakan Aurel dia mengangkat tangannya dan mengusap punggung Aurel beberapa saat keduanya terdiam hingga Aurel tersadar.
" Eitss tunggu dulu,kenapa gue jadi curhat sama Lo."
" Ngak tahu tapi intinya gue tahu sedikit tentang Lo."
" Ayok turun bentar lagi operasinya selesai si kalau menurut yang di bilang dokter tadik." ucap Darren.
Aurel pun berdiri dan mulai melangkah lebih dulu meninggalkan Darren dengan seringai nya yang masi menatapnya. ' Lo memang harus kuat lebih dari itu Aurellia Pallavi, jika Lo lemah sedikit saja bakal banyak yang lebih jatuh termasuk Lo sendiri." Batin Darren.
__ADS_1
Setelah keduanya meninggal rooftop menuju lantai tiga rumah sakit dimana ruang operasi bedah berada.
Setibanya disana semuanya hanya melirik mereka sekilas tapi tidak dengan kedua orang yang tak lepas dari pergerakan dari mereka.
' kenapa sih Ren Lo selalu berusaha buat dekatin tu cewek emang semenarik itu dia mata Lo,sedangkan gue udah 7 tahun nunggu, Lo ngak pernah sedikit pun lirik gue.' Batin Kaluna yang memperhatikan Darren mengambil posisi di samping Iqbal.
' Darimana Lo Rel? kenapa Lo harus sama dia.' tanya Aditya hanya di dalam hatinya.
Semua kembali diam,menunggu kapan operasi akan selesai dokter mengatakan mungkin akan memakan waktu 4 jam tapi ini sudah lewat 5 jam lamanya tapi tidak mendapatkan tanda tanda selesainya. Setelah menunggu kurang dari 40 menit lamanya akhirnya lampu operasi akhirnya mati berselang beberapa waktu dokter Wawan keluar.
Semua berdiri dan mendekat ke arah dokter terlebih Mic dan kedua orang tuanya.
" Bagaimana operasinya Dok." tanya papa Indri
" Puji Tuhan operasinya berjalan lancar,tapi kemungkinan pasein akan sadar dalam waktu kurang lebih 2 hari lagi,dan pemulihannya juga akan memakan waktu yang lama karena pasein sempat mengalami drop tadi." jelas dokter.
Semua yang berada disana menghela nafas meskipun harus menunggu dua hari lagi untuk menyaksikan apakah operasinya berhasil.
" Baiklah sebentar lagi pasien akan di bawah ke ruang rawatnya saya harap jika ingin mengunjungi pasien nanti untuk bergantian dan untuk sekarang jangan terlalu banyak yang mengunjunginya." jelas dokter Wawan dan meninggal kan semuanya disana.
Tak berselang lama setelah dokter Wawan keluar, sebuah brangkar di dorong keluar dari ruang operasi dimana di atasnya seorang perempuan cantik tengah tertidur dalam mimpinya yang akan memakan waktu dua hari lagi baru dia membuka matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Huffft🤧...