Aurellia

Aurellia
Bab 5


__ADS_3

Hampir tiga puluh lima menit Aurel dan Indri berada di dalam mobil menuju ke rumah sakit Citra Medikal,sesampainya di depan rumah sakit kedua perempuan itu keluar dari mobil dan bejalan masuk ke lobi rumah sakit,Indri yang sudah hafal ruangan dokter yang biasanya dia datangi untuk kontrol setiap bulannya langsung berjalan keruang dokter Wawan.Sesampai nya di depan ruangan Indri mengetuk pintu dan di persilahkan masuk.


" Selamat siang Dok?," Sapa Indri


"Selamat siang Mbak Indri silahkan duduk." sapa dokter Wawan


Indri dan juga Aurel langsung mendudukkan tubuhnya di kursi depan meja dokter Wawan.


Setelah lima belas menit lamanya Indri melakukan pemeriksaan yang di lakukan oleh dokter Wawan, dan Aurel yang mendampingi Indri hanya memperhatikan semuanya dan mendengarkan semua penjelasan dokter.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan Indri dan Aurel pamit untuk pulang tak lupa mengucapkan terimakasih,di saat Aurel membuka pintu langsung mematung berdiri di saat seseorang berdiri berada di depan pintu, begitupun dengan Indri yang melihatnya hanya diam menatap seseorang yang juga sedang menatapnya dengan heran.


" Indri, Aurel kalian berdua ngapain disini?,"


" Dan kalian ngapain keluar dari dokter spesialis jantung?," tanya Michael lagi dengan heran.


Aurel yang melihat Indri hanya diam memandang orang di depannya, Aurel pun berniat membuka suaranya.


" Hehehehe,,Kita lagi ambil obat bokapnya Indri kak."


Orang yang di panggil kakak oleh Aurel yang tak lain ialah Michael, dan Michael yang mendengar penjelasan Aurel menatap ke arah Indri,Aurel yang kembali mengerti pun menyenggol Indri sampai Indri kembali dari lamunannya.


" iya kak lagi ngambil obat bokap." Jawab Indri


" Oo kirain siapa yang sakit, Ndri boleh kita ngobrol sebentar berdua saja, bisa?,"tanya Michael kepada Indri


" Maaf kak gue sama Aurel buru buru." Ucap Indri sambil menarik tangan Aurel.

__ADS_1


" Kita duluan kak Mic." ucap Aurel


Michael yang melihat itu hanya mengangguk kan kepalanya seraya tersenyum kearah dua perempuan yang berniat menghindari nya lagi, beberapa menit Michael masih saja mamendang dua punggung gadis yang semakin menghilang di hadapannya.


' Kenapa si Ndri lo ngak pernah kasih gue kesempatan, selalu saja lo menghindar,kalau lo ngak suka lo bisa tolak gue secara langsung Ndri ngak perlu buat gue jadi orang bodoh yang masih berharap,tapi gue memang bodoh setelah beberapa kali gue coba dekat dan lo selalu saja menghindar,bukannya perasaan bodoh ini hilang bahkan semakin bertambah dan itu karena lo Ndri.'


Ucap Michael di dalam hatinya yang masih memandang ke arah tempat menghilangnya punggung kedua perempuan yang sempat dia sapa. Michael yang mendengar suara menyapanya langsung kembali dari lamunannya.


" Mic kenapa?, ngak masuk Om udah nungguin dari tadik." Ucap Wawan yang tak lain ialah sang paman dari Michael.


" Iya Om tadik sempat bicara dulu sama teman aku." jawab Mic


" Oo iya Om,,, Om kenal ngak dua perempuan tadik yang barusan keluar dari ruangan Om."


" Oh maksud kamu Indri sama temannya."


" Oo biasa dia Pasien Om,,, Ayok masuk resep obat buat mama kamu udah Om siapkan tinggal ambil trus tebus nanti." jawab Wawan yang langsung kembali masuk ke ruangannya.


' Apa maksud Om Wawan bukannya tadik Indri bilang cuman ngambil obat orang tuanya'.' Ucap Mic di dalam hatinya, dia pun memasuki ruangan dokter Wawan spesialis Jantung.


Meninggal Michael yang baru memasuki ruangan pamannya, setelah keluar dari rumah sakit Aurel dan Indri masuk kedalam mobil yang juga mengantarkan nya tadik, dan mobil pun mulai meninggalkan halaman parkir Rumah Sakit Citra Medikal.


" Kita ke panti asuhan Tunas Harapan dulu ya pak nganterin Aurel." ucap Indri ke sang Sopir


" Iya non."


" Ndri gue boleh tanya sesuatu?," Aurel

__ADS_1


" Ummm tanya aja selagi gue masih bisa jawab, gue pasti jadwal Rel."


" Lo sama kak Mic masih gitu aja?, maksud gue, gue tahu kak Mic udah ngejar lo semenjak kita masuk kampus."


" Gue tahu Rel tapi lo juga ngerti keadaan gue sekarang."


" Gue ngerti Ndri, tapi lo ngak bisa bohongin perasaan lo begitu itu sama aja lo nambahin beban lo sendiri."


" Gue ngerti Rel, Adit,Citra bahkan belum bisa gue hadapin gimana dengan Michael, gue juga tahu perasaan gue hanya saja keadaan ngak pernah dukung gue Rel, gue mau lihat dia bahagia kalau dia sama gue dia bahkan lebih menderita karena kita ngak tahu kedepannya."


" Tapi kak Mic ngak pernah nyerah Ndri."


" Hmm gue cuman ngak mau ngebebanin orang lain cukup lo aja jangan ada orang lain lagi,gue lagi ngumpulin keberanian supaya suatu hari nanti gue bahas ini sama Adit, Citra."


" Gue dukung apa pun keputusan lo, tapi gue harap jangan pernah nyembunyiin apa pun dari gue kalau terjadi sesuatu."


" Iyaa ibu Aurel."


Aurel hanya tersenyum dan langsung memeluk Indri.


' Lo harus kuat Ndri,lo harus percaya sama kesembuhan yang di sampaikan dokter, lo harus percaya Tuhan tidak pernah menguji hambanya di batas kemampuannya."ucap Aurel dalam hatinya.


Setelah menempuh perjalan empat puluh menit lamanya mobil yang mengantarkan Aurel pun tiba di depan panti asuhan Tunas Harapan.Aurel langsung masuk kedalam panti asuhan dan Indri pamit untuk pulang.


...****************...


...karya pertama dari Zanna guys semoga semuanya suka yha....

__ADS_1


__ADS_2