Aurellia

Aurellia
Bab 11


__ADS_3

Dua hari berlalu dan selama dua hari itu juga Indri sudah di rawat di Rumah Sakit Citra Medikal, Michael sebagai pacar dari Indri selalu setia menemani nya sama seperti hari ini di akan menemani Indri untuk mempersiapkan diri menjalani operasi.


Dan ditempat lain.sekarang dua orang perempuan tengah gelisah menghadapi pelajarannya karena ia tidak tahu apakah masih bisa untuk datang ke rumah sakit melihat Indri sebelum dia di dorong masuk ke ruang operasi.Waktu Operasi Indri akan mulai. di laksanakan jam 10 pagi sedangkan sekarang sudah menunjukkan pukul setengah 10.Mereka berdua saling melirik hingga mereka di kagetkan dengan enam orang yang datang di depan pintu.


Setelah mengetuk pintu salah satu dari mereka masuk kedalam ruang kelas dan membuka suara.


" Selamat pagi Bu maaf mengganggu waktu belajar nya?." ucap Aditya


" Ya tidak apa-apa Aditya,, kalau boleh tahu ada urusan apa kamu datang ke ruangan kelas ibu." Jawab ibu Anisa.


" Begini Bu salah satu Mahasiswa di kelas ini pagi ini akan menjalankan operasi,saya mewakili teman teman saya untuk meminta izin membawa kedua sahabatnya Bu." jelas Aditya


" Ya ibu tahu,tapi mata kuliah saya belum selesai Adit masih 45 menit lagi."


" Tapi begini Bu jam operasi nya akan di laksanakan tepat jam 10 pagi ini sedangkan ini sudah jam 9 setengah lewat Bu."


" Oh baiklah Ibu memberikan Izin tapi besok pagi datang ke ruangan saya ." Ucap Bu Anisa yang di tujuhkan untuk Aurel dan Citra.


Aditya berjalan keluar lebih dulu memperhatikan ke ruang kelas lagi ada Aurel dan Citra yang sedang membereskan barang-barang yang baru saja di gunakan belajar.


Setelah semuanya selesai Aurel,Citra pamit untuk keluar berbeda dengan Citra yang jalannya santai tapi tidak dengan Aurel yang langsung berlari masuk ke dalam pelukan Adit.


" Makasih banyak Dit,kalau ngak ada Lo mungkin gue sama Citra masih ada di dalam sekarang." Ucap Aurel di dalam pelukan Adit.


Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang memandang mereka dengan mata tajam dan mendengus melihat adegan itu.


" CK,,,,sampai kapan Lo berdua mau pelukan begitu di depan gue lagi." ucap Citra


Aurel masih tidak melepaskan pelukannya ke badan kekar Adit dan mengucapkan.


" Ayok Dit kita jalan, Pasti Indri udah nungguin kita." ucap Aurel


" Uhmm tapi lepas dulu pelukannya,Masak iya kita jalan begini,,atau mau aku gendong." Jawab Adit


Plak


Aurel memukul lengan Adit dan langsung melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Lo yah kalau di kasih begitu pasti minta jantung."


" Hahhaaa lagian Lo langsung meluk meluk aja ngak Malu tu di liat orang lama banget lagi meluknya, Kenapa? Naksir sama Gue yah." ucap Adit


Aurel yang mendengar itu langsung berdecak dan memandang semua wajah yang sedang memperhatikan nya.Dia menyenggol Adit karena merasa malu.


" Kenapa malu yah? Makanya kalau mau mesraan itu liat tempat." Ucap Citra dan langsung belalu pergi.


Aurel yang melihat itu langsung menarik Adit mengejar Citra tanpa memperhatikan lima orang yang sedang menatap interaksi mereka.


"CK,,, tidakkah? kita datang menunggu mereka,kenapa kita di abaikan?." ucap Farel


" Sudahlah mending kita jalan sekarang Mic pasti sedang menunggu kita." Ucap Iqbal


Semua manganggukkan kepala dan mulai melangkah menuju parkiran,Luna yang melihat Darren juga pergi dia hendak menghentikan nya.


" Ren kau juga ikut dengan mereka?." Tanya Kaluna


" Hmmm."


Luna yang mendapatkan deheman dari Darren hanya menatap punggung Darren dengan heran.


" Dit,,Kenapa? mereka juga ikut." tanya Aurel


" Ntahlah tapi di saat aku mau menjemput kalian berdua di kelas tadik aku bertemu mereka katanya mau manggil kalian juga." jawab Adit


Aurel yang mendengar itu hanya menjawab dengan ber oh iya berbeda dengan Citra yang memiliki tanggapan.


" CK,,,tidak mereka terlalu sok akrab, yang pacarnya Indri kan hanya Kak Mic,kenapa mereka juga harus ikut." ucap Citra


" Sudahlah mungkin mereka perlu menenangkan Mic supaya tidak terlalu khawatir." jawab Adit


Hampir 20 menit mereka menuju rumah sakit.Hingga mereka tiba di sana sudah mendapatkan Indri yang akan di dorong ke ruang Operasi.


" Indri,,." Teriak Aurel dan Citra


Semua yang baru saja datang itu berjalan ke sebuah brangkar yang hendak di dorong pergi yang disana ada tiga orang perawat dan satu pemuda dan kedua orang tua Indri.

__ADS_1


Aurel dan Citra menghampiri Indri dan menggenggam tangannya.


" Harus kuat yah semangat,jangan lupa berdoa." Ucap Aurel


" Pokoknya Lo harus kuat, gue tungguin,kita semua tungguin Lo disini." Ucap Citra


Indri yang melihat kedua sahabatnya itu dan mendengar apa yang mereka ucapkan hanya menganggukkan kepala dan masih memperhatikan senyum manisnya.


" Kamu yang kuat yah,Semangat, aku orang tua kamu dan sahabat kamu akan nunggu disini, Jangan lupa berdoa sayang." Ucap Mic sambil tersenyum menatap Indri yang juga sedang Menatapnya.


Orang tua Indri yang juga berada disana hanya menatap putrinya yang sedang terbaring,mereka berusaha menampilkan senyumnya dan tidak memperlihatkan kekawatiran mereka.Hingga Brangkar itu didorong menuju orang operasi dan diikuti semua oleh mereka.


Setelah Indri memasuki ruang operasi,semua yang mengikutinya berdiri di depan ruangan itu mereka semua mengucapkan doa meskipun kekawatiran juga ada di dalam benak mereka,terutama bagi kedua orang tua,Mic dan Aurel.


Mic berdiri menyandarkan punggungnya ke tembok dan sesekali melirik lampu operasi apakah sudah di mulai,Aurel dan Citra membimbing kedua orang tua Indri untuk duduk.Darren yang Melihat Mic begitu khawatir mengahmipiri nya dan menepuk pundaknya.


" Tenanglah,,,perbanyak berdoa." Ucap Darren yang hanya di balas anggukan oleh Mic.


Setelah berada disana hampir 20 menit lampu operasi pun menyala yang artinya operasi akan di mulai.Operasi kali ini akan memakan waktu 4 jam atau bahkan lebih karena operasi yang memiliki banya resiko,operasi jantung yang beberapa kali dijalani bisa mencapai keberhasilan 95 persen tapi berbeda dengan operasi Indri kali ini yang memiliki beberapa resiko sehingga mereka memiliki kekawatiran yang cukup.


Setelah operasi berjalan selama 1 jam lebih Mic terus berjalan mondar-mandir di depan ruangan operasi sesekali berhenti menyandarkan punggungnya dan menarik nafas mendalam.Semua orang yang berada disana hanya diam sambil menunggu, orang tua Indri yang saling menggenggam,Aurel yang hanya diam sambil menunduk mempermainkan jarinya.Adit yang hanya diam duduk di samping citra,dan semua teman teman Mic yang masih juga ada disana.


Adit yang melihat itu memberikan kode kepada Citra untuk menemaninya membeli minum.


" Kami akan pergi membeli minum dulu." Ucap Adit setelah berdiri dengan Citra


" kami juga ikut." Ucap Farel dan Iqbal bersamaan,Tetapi Iqbal juga menarik tangan pacarnya Lisa untuk mengutinya.


"CK,,,tidak ka mereka terlalu berusaha mendekat Dit?." Ucap Citra dengan decakannya.


" Sudahlah ayok kita pergi terserah mereka mau ikut atau tidak." jawab Adit menggandeng tangan Citra menuju kantin rumah sakit.


Setelah semuanya pergi menyisahkan enam orang yang masih berada disana, Aurel pun semakin kawatir sesekali menggoyangkan kakinya dan menggigit jarinya sambil membuang nafas, pergerakan Aurel itu tidak lepas dari tatapan Darren.


" Om,Tan aku mau ke toilet dulu." Pamit Aurel yang sudah tidak tahan dengan rasa khawatirnya.


Aurel berjalan pergi dari depan ruangan itu,dia yang pamit untuk pergi ke toilet Mala berjalan ke arah lift berniat untuk munuju rooftop.Dia tidak menyadari bahwa Seseorang tengah mengikutinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Mak,,,susah ternyata🤧...


__ADS_2