Aurellia

Aurellia
Bab 19


__ADS_3

Setelah Darren menyelesaikan sesuatu dia masih saja berdiam di ruangan itu beberapa menit,Hingga dia memutuskan untuk kembali ke kamar dimana Aurel istirhat tapi sesampainya Darren disana tidak ada Aurel di atas hamparan nan empuk yang berukuran king size itu.


Darren Mala mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi jadi dia fikir Aurel sedang membersikan diri,Darren melangkah ke balkon kamar dan duduk disana sambil berselancar di handphone nya.


Hampir 30 menit Darren duduk di balkon kamar tapi selama itu juga tidak ada pergerakan dari arah kamar mandi,Darren berjalan ke arah pintu kamar mandi dan mengetuk nya.


TOK!TOK!TOK


" Aurel, Are you okay?"


Tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi jadi Darren masih tetap berada di depan pintu.


" Kenapa? lama bangat kalau cuman mandi ini mungkin udah hampir satu jam dia dalam " Gumam Darren sendiri ke dirinya.


Aurel tak kunjung menampakkan dirinya keluar dari kamar mandi sehingga membuat Darren di depan pintu menjadi gelisah.


" Aurel ,,Lo bikin apa sih di dalam ini udah hampir satu jam Lo " Teriak Darren


Darren sama sekali tidak mendengar suara selain suara air.


" Kalau Lo ngak keluar gue dobrak ni pintu " Teriak Darren lagi tapi sama sekali tidak ada yang menyahut.Yang harus dia lakukan sekarang hanyalah membuka pintu itu dengan paksa.


' Brak ' Brak ' ' Brak '


Darren trus mendobrak pintu itu dengan tubuhnya setelah beberapa kali akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka,Yang pertama iya lihat seorang gadis duduk di bawah air shower yang masih terus mengalir gadis itu sambil menangis.


" AUREL "

__ADS_1


Teriak Darren langsung menghampiri tubuh Aurel dan mematikan air Shower.


" Apa yang kau lakukan Hah,, apa kau ingin sakit " Ucap Darren memeluk Aurel yang sudah basah dengan baju yang masih dia pakai dari tadi yang tidak terbentuk.


" Lepasin gue hiks,,,lepasin! gue kotor Lo tahu itu hiks,,," berontak Aurel dalam dekapan Darren


" Lo ngak kotor Rel,Lo ngak harus mikirin itu lagi yang harusnya Lo fikirin orang-orang yang masih sayang sama Lo "


" Ngak ada yang sayang sama gue,, Ngak ada hiks,,, Mereka selalu ngehina gue apa salah aku sebagai anak dari panti hiks,,"


" Ngak ada yang salah Rel,, Lo ngak perlu mikirin orang yang benci atau ngehina Lo,, yang gue tahu Lo kuat Rel "


" Gue ngak sekuat itu Hiks,, Gue,,,,


" Sshhtt udah yah,, sekarang Lo ganti baju, Lo bisa sakit kalau gini,, ngak usah mikirin orang yang sakitin Lo lagi " Ucap Darren berusaha menenangkan Aurel yang masih menangis didalam pelukannya.


'Sakit bangat Tuhan melihat dia bersedih,Aku janji setelah ini tidak akan ada yang menyakitinya lagi atau merendahkan nya ' Batin Darren.


" Lo pakek ini aja dulu,, Gue tunggu di luar dan jangan macam-macam,, gue pesanin Lo makan baru istirahat "


Aurel hanya mengangguk dan menerima baju yang di berikan Darren, Setelah melihat Aurel mengangguk Darren keluar dan menuju ruang tengah. Dia ingin menghubungi Iqbal untuk menanyakan sesuatu.


Berada di taman kampus Universitas XX seorang laki-laki sedang menanyakan apa yang terjadi.


" Cit Lo ngak ngabarin gue, Kalau masalah ini terjadi sekarang gue tanyak, dimana Aurel ?" Tanya Adit.


Semuanya yang ada disana diam,masih ada Farel dan teman-teman Darren yang lain mereka tidak tahu kemana Darren membawa Aurel.

__ADS_1


" Gue hubungin Lo Dit, tapi Lo bilang Lo lagi di ruang praktek " jawab Citra.


" Tapi Lo ngak bilang apa-apa, Lo cuman nanyak gue Dimana Aurel dan itu yang gue dengar " Ucap Adit yang sudah mulai merasa kesal.


" Lo ngak perlu marah-marah gitu dong, kita semua juga disini ngak tahu kemana Darren bawa Aurel " Ucap Farel yang malas melihat Adit.


Adit hanya mendengkus malas melihat teman-teman Darren yang sama seperti di ucap Citra beberapa waktu lalu mereka terlalu berusaha untuk mendekat.


Iqbal merasakan handphone nya berbunyi dia mengambil nya dengan dahi mengerut dan langsung menjawab telfon yang masuk.


" Hallo, Darren Lo,,,,,


" Eh Bangsat,,Kemana Lo bawa Aurel Huh " Bukan lagi Iqbal yang menjawab, Adit langsung merebut ponsel Iqbal di saat dia mendengar nama Darren.


' CK,, kenapa harus Lo yang teriak teriak ke gue ' ucap Darren yang sudah menghafal suara Adit.


" Lo ngak perlu Bacot, Kasih tahu gue kemana Lo bawa Aurel " tanya Adit lagi.


" CK,, tidakkah dia terlalu lancang merebut ponselku sayang " Ucap Iqbal ke Lisa yang setia bergelayut di lengannya.


Lisa tidak menjawab ucapan Iqbal dia hanya diam melihat semua yang terjadi di sekitarnya.


' Gue akan kirim alamat ke Iqbal dan dia yang bakal ngantar Lo kesini, dan jangan lupa bawa Citra '


" Baiklah gue tunggu dan awas Lo kalau Lo bohong "


' CK,,,' Darren hanya berdecak dan langsung mematikan sambungan telfonnya, tak lupa mengirimkan alamat apartemen nya ke IQbal.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Mak SuSah 😤...


__ADS_2