Ayah Kandung Anakku

Ayah Kandung Anakku
Bab Tiga Belas


__ADS_3

"Mas, ayo turun!" ajak Venna yang sudah selesai memarkirkan mobilnya, ia sudah bersiap untuk turun.


"Mas All, kok malah bengong sih, tadinya ngajak buru-buru sekarang malah diam!" gerutu Venna, kerena tidak mendapatkan sahutan dari suaminya.


"Pulang sekarang!" titah All.


Sontak membuat Venna langsung membulat matanya. "Pulang? Apa gak salah! Tadi Mas ngajak ke sini, aku udah nyetir jauh-jauh, kena macet lagi, terus udah sampai sini Mas ngajak pulang? Jangan bercandalah!" ketus Venna, tentu saja ia kesal.


Semakin hari tingkah All sungguh aneh, pikirnya. Gak masuk logika rasanya, pusing ia di buatnya!


"Ya sudah kalau kamu gak mau, aku pulang sendiri saja!" Tanpa menunggu jawaban dari Venna, All langsung turun dari mobilnya, ia menyetopkan sebuah taksi yang kebetulan lewat di sana, ia pun masuk ke dalam taksi tersebut.


Venna terus menggerutu, sambil memandangi taksi yang membawa All. "Dasar manusia aneh, bisa-bisanya aku cinta sama kamu All-Daffa, aaaa!" Frustasi rasanya Venna, ia pun keluar dari mobil, masa bodo dengan All, Venna lapar ia langsung masuk ke dalam Restoran tersebut.


***


"Oh iya, Diana. Besok acara ulang tahun saya, saya berencana akan membuat syukur kecil-kecilan, apa kamu bisa datang?" ucap Mamah Ambar pada Diana, mereka kini berada di perjalanan pulang, mengantarkan Diana menuju rumahnya.


"Besok ya, Bu?" Diana terlihat berpikir sejenak, kebetulan besok memang waktunya Diana off kerja, kerena memang di tempat kerjanya itu, mereka bergantian libur, 2 Minggu sekali.


Mamah Ambar menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Iya benar besok, saya harap kamu bisa datang loh, kalau kamu bisa nanti saya akan minta sopir saya untuk menjemput kamu ke sini, kalau enggak Atar yang menjemputnya,"

__ADS_1


"Iyakan, Tar," sambung Mamah Ambar pada Atar yang tengah mengemudikan mobilnya.


Atar hanya mengangguk sebagai jawaban, permintaan sang Mamah mana bisa dibantah, jadi Atar, ya iya-iya saja.


"Emm, besok sih kebetulan memang waktunya saja libur kerja, Bu,"


"Jadi kamu bisa mau, ah senangnya saya!" seru Mamah Ambar memotong ucapan Diana yang belum selesai.


Mau tidak mau akhirnya Diana menganggukkan kepalanya, sebenernya sih tidak masalah, apa lagi Mamah Ambar sangat baik padanya, hanya saja acaranya pasti akan meriah ya walaupun Mamah Ambar bilang kecil-kecil, kecil menurut Mamah Ambar jelas berbeda untuk ukuran Diana, Mamah Ambar orang kaya raya, sementara Diana?


"Berhenti di depan saja sana, Mas Atar," pinta Diana, meminta Atar untuk menghentikan mobilnya di depan gang yang akan masuk ke dalam rumah kontrakannya.


Atar hanya mengangguk, lalu menghentikan laju mobilnya.


"Boleh deh," jawab Mamah Ambar.


"Lain kali saja Mah, soalnya ini All kirim pesan sama Atar, dia minta Atar ke sana sekarang," timpal Atar, memang iya ia baru saja mendapatkan pesan dari Bos sekaligus sahabatnya itu.


"Ya, sayang sekali. Diana maaf ya, lain kali saja kita mampir ke rumah kamu. Oh iya, besok jangan sampe lupa ya, besok Atar jemput kamu jam 3 sore, oke!" pesan Bu Diana.


"Baik Bu, kalau begitu Diana pamit dulu, terima kasih sudah mengatakan Diana pulang, Mas Atar, Bu Ambar, saya turun dulu," pamit Diana, bersiap untuk keluar dari mobil.

__ADS_1


"Sama-sama Diana," ucap Mamah Ambar, sementara Atar hanya mengangguk saja.


Diana pun turun dari mobil tersebut, ia tidak langsung berjalan, melainkan menunggu mobil mereka jalan terlebih dahulu. Setalah cukup jauh Diana pun segara berjalan menuju rumah kontrakannya.


"Huh, besok aku harus pake baju apa? Terus beli kado apa ya buat Bu Ambar?" gumam Diana.


***


"Mah, dari mana Mamah kenal sama dia?" tanya Atar yang kini tengah mengemudikan mobilnya.


"Ceritanya panjang. Kenapa kamu tanya-tanya tentang Diana, jangan-jangan kamu naksir ya sama dia?" goda sang Mamah.


"Mamah bercanda deh! Mana mungkin aku naksir sama Diana," jawab Atar dengan cepat. 'Ya walaupun emang dia sangat cantik, baik, sopan juga,' lanjutnya berucap dalam hati.


"Kasihan tahu Diana, Tar. Dia yatim piatu, di tinggal sama suaminya pula, berjuang sendiri membesarkan kehamilannya, sambil kerja," ucap Mamah Ambar sambil menghelai nafasnya. Andai saja bisa, Bu Ambar rasanya ingin sekali mengajak Diana untuk tinggal bersamanya.


"Ma-maksud Mamah? Diana seorang janda, kok Mamah bisa tahu sampai segitunya?" Atar nampak terkejut sekaligus terheran.


"Ya Diana emang gak cerita sih secara langsung sama Mamah, tapi Mamah selama ini menggali informasi tentang dia. Sekarang juga Mamah lagi cari tahu siapa suaminya Diana itu, kerena orang-orang sekitar gak tahu asal-usul suaminya Diana itu," jelasnya.


Mendengar penjelasan sang Mamah, entah mengapa Atar jadi teringat pada All, pasalnya ia pernah menemukan foto yang wajahnya mirip dengan Diana, apa mungkin mereka ada hubungannya?

__ADS_1


'Sepertinya aku harus mencari foto itu lagi, semoga saja All masih menyimpan?' batin Atar, entah mengapa ia tiba-tiba merasa penasaran dengan apa yang sudah terjadi dengan Diana.


Bersambung ...


__ADS_2