
Usai mengantarkan Mamah Ambar, Atar langsung menuju tempat Bos-nya. Sebenernya ia sangat malas, tapi apalah daya perintah si Bos-nya mana bisa ia tolak.
"Tidak tahu apa kalau hari ini hari weekend! Kapan sih dia akan membuat hari libur tenang!" gerutu Atar, sambil terus melajukan mobilnya, beberapa kali ponselnya berbunyi, namun Atar menghiraukan telepon dari All tersebut.
"Gak sabaran!" lagi Atar menggerutu, kali ini ia mematikan daya ponselnya dan memindahkan ke mode pesawat kerena merasa risih All terus menelponnya, padahal Atar sudah memberikan kabar kalau dirinya kini tengah berada di perjalanan menuju ka sana.
30 menit berlalu, akhirnya Atar pun sampai di kediaman All, All masih tinggal bersama orang tuanya, walaupun ia sudah menikah dengan Venna. Bukan tanpa alasan, itu semua kerena keinginan Venna yang tidak ingin pisah rumah dengan mertuanya.
Kerena Venna tahu, kalau mereka pisah rumah, sikap All padanya pasti lebih semena-mena.
Atar sedikit terheran, kerena melihat keadaan rumah sepi, bahkan ia sama sekali tidak melihat mobil All di sana. Jika orang tua All, sudah dipastikan mereka selalu keluar rumah jika hari weekend seperti ini.
"Apa dia mengerjaiku? Awas saja kalau kau tidak ada di rumah, tapi kau menyuruhku ke sini!" Atar sedikit kesal, ia pun mulai berjalan memasuki rumah tersebut.
"Akhirnya kau datang, kenapa lama sekali hah?" Sebuah suara langsung menyambut kedatangannya, siapa lagi kalau bukan All yang berbicara.
__ADS_1
"Ada apa sih? Ini hari weekend loh, tidak bisakah sehari saja kau tidak merepotkan aku!" ujar Atar, tanpa permisi ia duduk di sofa yang berada di rumah tamu tersebut.
Sementara All, ia masih berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sorry, sehari tidak merepotkan kamu saja aku tidka bisa! Oh iya, ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu dan aku juga ada satu kerjaan yang harus kau kerjaan!" ujar All, ia berlalu dari ruang tamu tersebut.
Atar yang baru saja duduk itu pun, langsung bergegas menyusulnya, berulang kali Atar menghelai nafas bertanya, semoga saja All tidak memberikan kerjaan yang aneh-aneh alias di luar nalar, kerena bisanya begitu. Pernah suatu hari, All meminta Atar untuk mencarikan penjual nasi goreng kumis, tapi penjualan harus berkumis juga. Aneh bukan, kerena setahu Atar, nama nasi gorengnya saja kumis, belum tentu penjualannya juga berkumis.
Mereka pun sampai di ruang kerja All yang ada di rumah tersebut. All terlihat mengambil sesuatu dari dalam laci meja kerjanya.
"Aku ada tugas untukmu,"
"Tugas apa? Ingat jangan aneh-aneh ya, kerjaanku di kantor sudah menumpuk kau jangan memberikan aku perkejaan yang menjadi beban di luar kantor juga, All Daffa!" sentak Atar, memotong ucapan All yang belum usai.
"Dengar dulu! Aku belum selesai bicara kau sudah menyela saja! Tenang saja, ini tidak akan membuat bebanmu berkurang!" ucap All.
__ADS_1
"Sialan kau!" kesal Atar.
All yang mendengarnya malah tertawa. "Baiklah, ini," All memberikan selembar foto pada Atar. "Cari wanita yang ada dalam foto ini, tugasmu hanya mencari informasi saja, jangan temui dia secara langsung. Dan satu lagi, jangan sampai Mamah, Venna atau siapa pun tahu soal semua ini, paham kamu?" sambungnya.
Atar masih terdiam dengan mata yang menatap foto tersebut yang kini sudah berada di tanganya. Jelas, Atar tahu siapa orang ini.
"Si-siapa wanita ini?" tanya Atar. Sengaja Atar, tidak langsung memberitahu pada All, jika sebenernya ia sudah bertemu dengan wanita yang ada di foto tersebut.
'Aku tidak salah, foto ini sangat mirip dengan Diana, aku yakin kalau orangnya juga sama. Bedanya dalam foto ini dia masih terlihat langsung, sekarang dia sudah membucit kerena kehamilannya," lanjut Atar berucap dalam hatinya.
"Kau tidak boleh banyak tanya! Lakukan saja sesuai dengan perintahku tadi, siapa pun dia. Kau tidak perlu tahu, paham!" jawab All, dengan nada penuh penekanan. Mengartikan jika Atar jangan bertanya soal wanita itu siapa dan apa hubungannya dengan All.
'Baiklah, jika memang kau tidak memberitahu maka aku akan mencari tahu sendiri, seperti aku harus rahasia dulu soal aku yang sudah mengenal wanita yang ada di foto ini. Aku penasaran sebenarnya apa yang All sembunyikan selama ini?' batin Atar.
Bersambung ...
__ADS_1