BADGIRL KESAYANGAN PUTRA MAFIA

BADGIRL KESAYANGAN PUTRA MAFIA
9 / Carlista Kembali Berulah


__ADS_3

Seluruh murid Antariksa High School saat ini tengah berkumpul di aula depan AHS. Sebenarnya ini adalah siang hari. Tepatnya jam 11. Kalian tau lah, jika matahari pada jam segitu lagi-lagi condong-condongnya di atas kepala. Tetapi, mereka malah berkumpul di tengah aula karena mendengar suara toa Carlista yang meminta keadilan untuk dirinya.


"KELUARKAN MURID BARU YANG BERNAMA MARVEL!! KARENA DIA, SAYA DILECEHKAN TADI PAGI!!


"APA ADA SEORANG KETUA OSIS BERLAKU TIDAK SOPAN TERHADAP WANITA?!! DAN MARVEL LAH ORANGNYA!!"


"SAYA DILECEHKAN OLEH MARVEL GILA, YANG ANEHNYA JUSTRU MENJABAT SEBAGAI KETUA OSIS ANTARIKSA HIGH SCHOOL!! MAU JADI APA SEKOLAH KITA NANTI JIKA SAJA KETOSNYA BERLAKU TIDAK PANTAS DAN TIDAK SOPAN!!"


Semua murid Antariksa High School lantas tersentak kaget dengan apa yang Carlista katakan dengan bantuan toa sekolah. Tak terkecuali ketiga sahabatnya, Metta, Jenna, dan Melody. Serta ada juga Galang, Juna, dan Atharel beserta Marvel yang berdiri tak jauh dari kerumunan.


Alasan mengapa Carlista melakukan ini karena keputusan Bu Fanny dan Miss Tisa yang benar-benar diluar prediksi BMKG. Carlista berharap jika Marvel akan diberhentikan dari jabatan OSIS dan di keluarkan dari Antariksa High School karena sudah melecehkan dirinya dan melanggar hak asasi Carlista.


Tetapi, sungguh mengejutkan. Marvel James Ferioz tetap menjabat menjadi ketua OSIS dan berstatus siswa Antariksa High School. Dan itu membuat Carlista tidak terima dan melakukan demo besar-besaran, meski hanya seorang diri.


Ketiga sahabatnya bukannya tidak mau membantu, tetapi mereka malah mendukung hubungan keduanya.


Ck, temen gak ada akhlak.


"SAYA BENAR-BENAR TIDAK TERIMA JIKA SEKOLAH ANTARIKSA HIGH SCHOOL MEMELIHARA MURID PEDOFIL SEPERTI MARVEL GILA!! KELUARKAN MURID YANG BERNAMA MARVEL!! PECAT DIA MENJADI KETUA OS---"


Belum sempat Carlista melancarkan aksi protes demonya, toa yang ia pegang telah lebih dulu direbut oleh Miss Tisa.


"Apa-apaan kamu, Carlista?! Kamu melakukan kegaduhan sehingga seluruh murid Antariksa keluar dan berkumpul di sini!" bentak Miss Tisa dengan menatap nyalang.


"Saya masih enggak terima jika Miss Tis dan Bu Fanny masih mempertahankan murid pedofil seperti Marvel!! Saya dilecehkan sama dia Miss! Saya enggak terima dan saya akan melakukan demo protes untuk menuntut hak saya sebagai murid AHS!!" ujar Carlista dengan tegas.


Miss Tisa justru geleng-geleng kepala dan merasa pusing melihat tingkah Carlista yang semakin hari semakin membuatnya mengelus dada. "Miss sudah mendiskusikan ini dengan Bu Fanny. Kami tidak bisa mengeluarkan murid berprestasi seperti Marvel." ujarnya.


Carlista tertawa sumbang. "Oh, jadi maksud Miss Tis, sekolah lebih mementingkan murid berprestasi seperti Marvel gila ketimbang saya yang menjadi korban pelecehan? Iya?!"


Sementara Marvel dan ketiga temannya tengah menyaksikan aksi gila Carlista dari arah gedung tak jauh dari aula AHS.


"Ck, ck, ck, gila cewek lo, Vel. Nekad banget orangnya," ucap Atharel.


Juna mengangguk. "Hm, bener-bener barbar tuh cewek," sahutnya. "Tapi, selera Marvel boleh juga yah," lanjutnya yang mendapat lirikkan maut dari Marvel.


"Peace," ucap Juna dengan cengiran kuda dan dua jari membentuk V.


"Mending lo samperin, Vel. Daripada makin runyam nanti masalahnya," usul Galang pada Marvel.


Marvel tak menjawab, tetapi langsung mengambil langkah tegas untuk menerobos kerumunan dan menghampiri Carlista dan Miss Tisa. Lalu Atharel, Galang, dan Juna ikut menerobos kerumunan untuk memghampiri ketiganya.


"Gue gak nyangka kalo ketos baru kita kayak gitu,"


"Oh my God! Demi apa, ketos kita yang gantengnya sebelas dua belas sama Kim Mingyu ternyata ngelecehin Carlista?!"


"Elah, paling si ceweknya aja yang ngegoda Marvel duluan!"


"Mending ketos Gabriel daripada ketos Marvel!"


"Ganteng sih, tapi sayang, kelakuannya bejad!"


Ya, kurang lebih seperti itulah celetukan demi celetukan dari beberapa murid AHS yang terekam dalam telinga Marvel dan ketiga sahabatnya. Carlista pun ikut mendengarnya, dan tersenyum miring yang tipis. Nyaris tak terlihat.


Carlista merasa puas? Belum. Itu hanya sebagian kecil dari apa yang ia harapkan. Ia ingin jika Marvel dikeluarkan dari Antariksa High School dengan cara yang kurang elegan. Bahkan, terkesan menjijikan.


"Sorry, Miss. Jika Carlista membuat kegaduhan seperti ini. Sekali lagi, saya meminta maaf," ujar Marvel dengan sopan.


Miss Tisa tersenyum lantas mengangguk. "No problem, Vel. Miss harap, kamu bisa membuat gadis barbar seperti Carlista jera dan tidak lagi membuat kegaduhan di Antariksa High School, ini." ujarnya lalu melirik sekilas pada Carlista dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Loh, gak bisa gitu dong, Miss! Saya tetap tidak terima dan akan membawa kasus ini ke jalur hukum! Secara otomatis, citra baik Antariksa High School akan tercoreng saat itu juga!" ujar Carlista dengan tegas menolak pernyataan Miss Tisa.


"Kalian liat! Temen kalian si cewek barbar itu bikin ulah lagi," sindir Vanesha tepat di samping Metta.


Entah sejak kapan Vanesha and the geng berada di sekitar Metta, Jenna, dan Melody. Memang ini adalah kesempatan untuk Vanesha yang memojokkan salah satu sahabat mereka.


Metta tersenyum miring. "Setidaknya dia gak kayak lo," ujarnya. "*****," sambungnya dengan seringaian tipis.


Vanesha mengepalkan kedua tangannya. Ia memang paling gampang untuk tersulut emosi. Maka dari itu, Metta semakin gencar untuk menyindir dirinya.


"Tunggu pertunjukan yang sebenarnya, Vanesha. Nanti lo sendiri yang akan mundur untuk mendapatkannya," ujarnya tersenyum miring.


"Marvel cuma milik gue, gak ada yang bisa buat dapetin dia selain gue," desis Vanesha.


Metta terkekeh. "Kita liat aja nanti," ujarnya.


Kembali ke Marvel dan Carlista yang tengah berada di depan aula dan menjadi pusat perhatian seluruh murid Antariksa High School. Bagaimana tidak, sudah membuat kegaduhan satu sekolah, kini malah adu bacot dengan Miss Tisa.


Ck, benar-benar barbar gadis yang satu ini.


"Saya tetap tidak terima, Miss! Apa kebijakan sekolah ini sudah berubah? Mana ada cowok pelaku pelecehan kek Marvel, tidak di keluarkan dari sekolah?!" ujar Carlista menyela ucap Miss Tisa yang tetap kekeuh mempertahankan Marvel untuk menjabat sebagai ketua OSIS AHS.


Miss Tisa menghela nafas panjangnya lantas memijit pangkal hidungnya. "Dengarkan Miss jika sedang berbicara, Carlista. Miss sudah merundingkan ini dengan Bu Fanny. Bu Fanny sendiri yang mengatakan jika Marvel tidak sepenuhnya salah," ujarnya dengan helaan nafas.


"APA MISS TIS, BILANG?! MARVEL SEPENUHNYA GAK SALAH?!! pekik Carlista dengan tatapan tajamnya.


"'Cause you are my girlfriend, Baby." ujar Marvel dengan santai.


Pengakuan yang diberikan oleh Marvel barusan bukan hanya membuat satu AHS gempar, tetapi juga Vanesha and the geng yang masih tak percaya jika Marvel dan Carlista benar-benar memiliki hubungan spesial.


Gabriel, Carisa, serta Aleana pun sungguh tak percaya jika gadis barbar seperti Carlista akan menjadi kekasih dari seorang Marvel.


Metta tersenyum puas lantas menoleh ke arah Vanesha, Tammy, Herin, dan Lyora. "Apa gue bilang, kalo pertunjukan yang sebenarnya akan dimulai," ujarnya dengan bangga.


"Samperin Carl, aja yuk guys!" ajak Melody pada Metta dan Jenna. Meninggalkan Vanesha dkk dengan wajah merah menahan amarah.


"GUE BUKAN PACAR LO, MARVEL!! SAMPAI KAPANPUN GUE GAK MAU JADI PACAR LO!!" bentak Carlista dengan nafas memburu.


"Kamu lupa kalo kamu udah jadi pacar aku sejak kemarin?" ujar Marvel dengan lembut sambil melangkah ke arah Carlista.


"Stay away!!" peringat Carlista dengan tegas dan tajam.


Marvel justru semakin melangkah maju dan menghadap pada wajah Carlista berjarak 5 cm saja. "Kenapa harus takut? Aku gak akan menyakiti kamu," ujarnya dengan pelan.


"Gak! Gue gak sudi deket-deket sama lo! Jangan lo pikir dengan lo yang mengklaim gue jadi pacar lo, lo seenaknya aja sama gue!" desis Carlista.


Marvel mengulas senyum tipisnya. "Aku lakuin ini semua karena aku cinta sama kamu. Aku ingin melindungimu dari orang-orang yang berusaha untuk melukai kamu," ujarnya seperti bergumam.


Carlista tersenyum miring. "Stop it to saying bullshit! Gue gak akan percaya sampai kapanpun!" desisnya dengan tajam.


"Mau mendapat hukuman lagi dari aku, Hm?" ujar Marvel dengan suara sedikit serak.


"Dasar! MARVEL GILA!" bentak Carlista tepat di hadapan Marvel.


Sementara seluruh murid AHS masih setia berada di lapangan aula hanya untuk menonton bagaimana kisah cinta antara gadis barbar dengan putra Mafia.


Miss Tisa dan Bu Fanny punya alasan untuk tidak mengeluarkan Marvel. Selain Marvel dkk adalah murid dengan kepintaran di atas rata-rata. Marvel juga sudah meminta maaf secara pribadi kepada Bu Fanny dan Miss Tisa, ia juga mengatakan jika Carlista adalah kekasihnya.


Ya, akhirnya Bu Fanny dan Miss Tisa hanya bisa memakluminya. Lagipula, Marvel itu kan, keturunan Mafia. Kalo misalkan mereka berdua tiba-tiba ditembak atau digantung, gimana? Kan bahaya.

__ADS_1


Marvel menoleh sekilas dan mengintruksikan kepada Juna melalui gerakan mata yang langsung ditangkap cepat oleh cowok berlesung pipit tersebut. "SILENT PLEASE! MOHON PERHATIANNYA SEBENTAR! TEMEN GUE, MARVEL, MAU MENYAMPAIKAN SESUATU KEPADA KALIAN SEMUA!!"


Marvel beralih menghadap seluruh murid Antariksa High School dengan kedua tangan yang setia berada di dalam saku celana. "MULAI DETIK INI JUGA, JANGAN ADA YANG MENCOBA MENGGANGGU ATAUPUN MENYAKITI CARLISTA!! KARENA JIKA KALIAN DENGAN BERANI MENGGANGGU ATAU MENYENTUHNYA, MAKA ORANG ITU AKAN BERURUSAN SAMA GUE!!" ujarnya dengan tegas dan lantang.


"Oh my bestie!! Akhirnya Marvel mengakui dan go public hubungannya dengan Carlista!!" decak Jenna sambil melakukan live streaming.


"What! Carlista pacarnya Marvel?!"


"Demi apa woy?!! Masa iya Marvel sukanya sama cewek barbar kek Carlista!"


"Carlista beruntung banget dapetin salah satu serbuk berlian!"


"Pake pelet apasih?! Sampe-sampe Marvel mau sama dia?!"


"Gabriel kalah telak dari Marvel, guys!"


"Gak papa lah! Yang penting masih ada Juna, Atha, dan Galang yang gantengnya kayak visual Idol!!"


"Anjiirr! Seriusan mereka pacaran?! Sejak kapan?!"


Suara riuh ricuh mulai kembali berdatangan. Seperti halnya komentar netizen yang memenuhi kolom komentar live streaming si Selebgram AHS---Jenna. Bahkan, penonton live-nya kali ini sudah tembus 1 juta viewers.


"Gue akan berusaha untuk terus membuat masalah supaya lo bosen dan pergi ninggalin gue." ujar Carlista dengan mengancam serius.


"Silahkan saja, jika kamu ingin selalu mendapat hukuman dari aku, Baby." bisik Marvel tepat di telinga Carlista.


Cup


Carlista membolakan kedua matanya. Pasalnya, Marvel baru saja mencuri satu kecupan tepat di bibir Carlista. "Marvel gila!" sentaknya.


"Nanti kamu yang akan tergila-gila sama aku," ujar Marvel lantas berbisik. "Ita," lanjutnya.


Deg


●●●


Seorang lelaki tampan dengan setelan berupa celana panjang dan hoodie hitam itu membuka pintu ruangannya perlahan. Melangkah masuk sambil sesekali mengeluarkan siulan dalam ruangan temaram itu. Karena ruangan tersebut amat minim pencahayaan.


Lelaki tersebut menarik kursi kayu lantas duduk dan menarik pintu laci yang ada di depannya saat ini. Meraih sebuah foto seorang gadis remaja dengan rambut hitam dan ash grey panjang miliknya.


Memperhatikannya sejenak lantas menciumnya.


"You're so beautiful, Baby. Very, very beautiful," gumamnya tersenyum lebar.


"Tetapi, mengapa kau menolakku, sayang? Kau juga yang membuat hidupku hancur karena terus memikirkanmu," ujar lelaki tersebut dengan raut wajah datarnya.


"Aku hampir gila karena mu, sayang,"


Lelaki tersebut melangkah sambil membawa foto tersebut dan menggantungnya di tali dengan jepitan khusus untuk foto. Sementara di lain dinding, terdapat beberapa foto orang-orang yang ia beri tanda merah.


"Jangan karena lo mencintainya, lo lupa tujuan awal lo apa!"


Lelaki tersebut menoleh dan terlihat ada seseorang yang tengah berdiri di ambang pintu ruangan tersebut. Melipat kedua tangannya dengan pandangan datar, sambil menyender pada kusen pintu.


"Keluar." titah lelaki berhoodie hitam itu.


Orang tersebut tetap tidak bergeming.


"Keluar!" bentaknya.

__ADS_1


"Oke. Gue keluar. Tapi jangan sampai lo berkhianat dan lo melupakan balas dendam kita," ujar orang tersebut dengan mendesis tajam.


●●●


__ADS_2