
"Aaron? Kau kenapa?" tanya Myra pada Aaron.
Aaron hanya menoleh pada ketiga orang yang kini memandangi nya dengan bingung nya.Lalu Aaron tersenyum,dan ia membalas dengan gelengan nya.Myra mengernyitkan dahinya,myra tau kalau Aaron menyembunyikan sesuatu.Aaron lalu berdiri dan mengulurkan tangan nya pada Myra.
"Sepertinya aku lapar,kau juga kan? Bagaimana kalau kita makan siang?" tanya Aaron pada Myra.
"Oh,oke" Seru Myra sambil menjulurkan tangan nya dan memegang tangan Aaron.
Saat Myra menyentuh telapak tangan Aaron, ia merasa baru saja melihat seorang wanita dengan indahnya menari di depan matanya dan itu membuat kepala Myra menjadi pusing.Kuping Myra tiba-tiba saja berdengung dan Myra memegangi kedua kupingnya sambil meraung kesakitan.
"Myra?!" seru Aaron.
Sekilas,myra berhenti meraung dan menatap Aaron yang memegangi kedua pundak nya.Aaron menatap Myra cemas.Myra lalu mendorong kedua tangan Aaron dengan perlahan.
"Maaf,Aaron.Aku baik-baik saja kok" ujar Myra yang masih kepikiran dengan isi kepalanya.Aaron pun bingung melihat sikap myra.
"Kau benar Aaron,sepertinya aku lapar sampai-sampai aku berkhayal ada seorang wanita yang sedang menari didepan mataku. Haha,,,itu membuat ku gila" ucap Myra sambil memegangi kedua kupingnya.
"Kalau begitu,ayo kita makan siang di ruangan ku.Aku juga harus mengerjakan beberapa tugasku" kata Aaron yang mulai meninggalkan Myra.
Myra masih terdiam dan menatap kedua belah tangan nya dengan tatapan cemas,lalu ia menyusul Aaron keruangan nya.
...
Ruangan Aaron tampak berantakan dengan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya.
"Maafkan aku,mejaku sangat berantakan" kata Aaron pada Myra yang duduk disofa yang ada diruangan itu.
"Ya,aku mengerti kok seberapa sibuknya kau" kata Myra dengan wajah yang terlihat datar.
"Myra? itu kau atau avery?" tanya Aaron tidak yakin.
__ADS_1
"Oh ini aku kok" seru Myra dengan senyuman nya.
"Haaaah,aku kira avery.Soalnya tadi wajahmu kelihatan sangat serius"
"Hahah,begitu ya" ucap Myra yang perlahan merunduk kebawah sambil bersandar.Myra juga memandangi jendela yang memperlihatkan pemandangan Sydney.
"Ini,makanlah" ajak Aaron sambil memberikan Myra sekotak bekal makan siang.
"Bukan kah ini bekal mu?"
"Ya,bekal ku ada dua.Makan lah,aku belum menyentuh nya kok dan masih hangat"
Myra mengangguk sambil membuka bekal tersebut.Myra melihat sebuah susunan makanan yang sangat rapih dan terlihat tidak asing darinya.
"hmh,susunan burger yang lucu" ucap Myra dengan senyum menyamping nya.
Aaron hanya mendengus karna ia merasa itu adalah lelucon yang agak menghiburnya.Myra membuka tumpukan roti paling atas dari burger tersebut.Ia melihat daging yang sangat menggoda itu diukir dengan bentuk bunga sakura.
"Hm ya,teman ku yang mengajariku cara membuatnya" ucap Aaron sambil meminum tehnya.
"Dia perempuan ya? Pasti dia sangat pintar memasak?" seru Myra dengan yakin.
"Dia memang sangat pintar memasak,mengingat kalau....dia telah wafat"
Myra langsung terkejut dan kini ia merasa bersalah.
"Maafkan aku,membuatmu teringat pada teman mu" katanya.
"Walau aku sangat sedih saat kehilangan nya,tetapi aku sudah bisa melepaskan nya" ucap Aaron dengan yakin.
"Andai saja saat itu,aku cepat-cepat menariknya.Pasti ia tak harus kehilangan nyawa nya" kata Aaron lagi.
__ADS_1
Perkataan Aaron membuat Myra menerima sekilas memori dimana ada seorang anak kecil umurnya sekitar 10an yang sedang berlari ingin menyelamatkan sebuah kalung yang jatuh dan anak itu segera melempar kalung tersebut kepada anak kecil yang satunya.Sayang nya,yang baru saja menyelamatkan kalung itu harus kehilangan nyawa nya karna tertabrak mobil box,yang membuat anak kecil yang ternyata pemilik kalung tersebut harus merasakan sakit yang sangat dalam karna harus kehilangan sahabatnya.
Kuping Myra menjadi berdengung,tetapi tidak separah tadi.Myra menatap Aaron yang tiba-tiba kehilangan selera makan nya dan membuang burger miliknya ke tempat sampah.
"Dia benar-benar berjasa pada mu Aaron" Ucap Myra yang membuat Aaron diam tak bersuara.
"Ya,kau benar myra.Haah Claire" kata Aaron sambil mengambil kalung dari saku nya.Kalung itu terlihat kuno tetapi tetap kelihatan masih bersih yang dikelilingi beberapa ukiran dibagian penutup kalung tersebut.Yah,memang sih kalung itu bisa dibuka .
*Ilustrasi kalung milik Aaron.
Aaron membuka penutup kalung tersebut.Yang ada di sebelah kiri yaitu sebagai penutup,dibagian dalam nya tertampang sebuah poto mini seorang suami yang merangkul sang istri yang sedang menggendong bayi laki-laki nya yang baru lahir,terlihat background nya sedang ada di sebuah kamar,mungkin?.
Myra hanya memandangi Aaron yang teringat masa kecilnya yang kelam.Lalu Myra seperti familiar dengan kalung tersebut.Myra pun membelalakkan matanya setelah menyadari kalau Aaron adalah 'orang anak itu!'
Myra pun telah selesai makan,ia lalu pamit pada Aaron untuk kembali ke kamarnya.Dikamarnya,myra terlihat berpikir dengan serius nya.Avery lalu keluar dari liontinnya myra.Baru kali ini avery bisa menginjakkan kakinya ke bumi setelah sekian lama nya.
Walau itu kelihatan kejutan istimewa untuk myra,tetapi kali ini myra tidak terpengaruh dengan hal istimewa tersebut.
"Hey myra,ada apa?" tanya Avery sambil duduk di kursi yang ada di seberang meja myra.
"Oh hay avery,akhirnya kau bisa menginjakkan kaki mu kesini.Yaaa aku hanya sedang memikirkan Aaron" jawab Myra dengan jujur.Aneh nya,avery tersenyum lebar dan sedikit memicingkan matanya pada myra.
"Kau....memikirkan Aaron karna kau menyukainya kan?" kata Avery meledek.Myra malah tidak menghiraukan perkataan avery karna ia terlihat serius.
"Owh,ternyata tidak lucu ya" kata Avery yang menyadari betapa serius nya Myra saat ini.Sampai akhirnya Myra menghela napas berat,dan ia berdiri lalu menoleh ke avery.
"Avery,ayo kita beli jajanan!" seru Myra tiba-tiba.
"Eh? tiba-tiba?" tanya avery.Myra menarik tangan Avery lalu langsung keluar bersamanya untuk membeli cemilan.
__ADS_1