Because I Am You And You Are Me

Because I Am You And You Are Me
7)*Avery_


__ADS_3

Myra yang terkejut dan takut akan sikap starla terhadapnya hanya membelalakkan matanya dan tangan nya mulai gemetar.Lalu Myra menundukkan kepalanya.Tak sengaja,Myra melihat sebuah liontin yang jatuh di lantai.Baru saja Myra akan mengambilnya,ada orang yang memanggil namanya dari bagian kiri lorong.


"Aaron?" kata Myra dengan merdu.


"Hey lagi,aku kemari karna ada barangku yang terjatuh.Apakah kau melihatnya?" tanya Aaron.


"Oh ini ya?" tanya Myra sambil mengambil sebuah liontin berwarna biru yang jatuh.


"Ah benar" seru Aaron sambil meraih liontin miliknya dari myra.


"Terima kasih,Myra.Aku kira aku akan kehilangan benda ini lagi" kata Aaron sambil memandangi liontin berharga nya.


Myra hanya mengangguk sambil tersenyum lembut.Aaron kembali menoleh Myra.


"Myra,hidung mu...?" kata Aaron.


Myra yang terkejut mendengarnya langsung mengambil tisu lalu mengelap darah yang mengalir dari hidung nya.Aaron menatap Myra dengan wajah datar tetapi cemas.


"Aku...haha aku tidak sadar kalau aku mimisan lagi" kata Myra.


"Apakah ada sesuatu yang terjadi myra?" tanya Aaron.


"hm? tidak kok,tidak ada" kata Myra sambil tersenyum.


Aaron mengangguk saja.


"Aku harus pergi"

__ADS_1


"Ya,pergilah"


Aaron pun bergegas pergi.Sementara Myra membuka kunci kamarnya lalu masuk ke kamar sekaligus rumah barunya.Myra memandangi beberapa tas dan kardus yang ada di dekatnya.Ia menghela napas nya lalu mulai beres-beres.


.


.


.


Myra duduk di Kursi yang ada di dekat jendela sambil menikmati coklat hangat nya.Ia sangat suka minum coklat panas sambil membaca novel karya dari penulis ter-favorit nya.Myra menutup bukunya dan berjalan menuju lemari es nya dan mencari sebuah apel.Lalu,ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.Myra membuka pintunya.


"Eh? kau? sepertinya aku pernah melihat mu?" tanya Myra.


"Ahh iya,aku yang pernah memberi tahu mu kalau ayahnya Aaron wafat" katanya.


"Namaku Brian Ellard" kata brian memperkenalkan dirinya.


"eng,iya,aku myra" kata Myra dengan merdu tetapi lesu.


"Oh iya,aku kemari untuk memberikan ini pada mu" ujar brian sambil memberikan sebuah kartu yang beratas namakan Myra.Myra menerima kartu tersebut dan melihat nya dengan seksama.


"Apa ini?" tanya Myra.


"Itu kartu pengenalmu,sebagai tanda kalau kau adalah salah satu dari kami" ucap brian.


"Baiklah,terima kasih" ucap Myra pada Brian yang beranjak pergi dari depan pintu kamar Myra.Myra kembali bersantai disofa nya.Myra memandangi kartu namanya.

__ADS_1


"Myra,arabella,athela.Athela? Nama yang sangat lucu untuk mu myra" katanya.


Tiba-tiba saja,telpon Myra berdering.Myra mengangkat telpon nya.Ternyata itu Aaron yang menyuruh Myra untuk ke ruangan nya.Myra segera saja pergi keruangannya Aaron yang berada dekat dengan lift.


To tok tok


"Masuk" ucap Aaron dari dalam ruangan nya.


Myra pun duduk di sofa yang ada didepan meja kerja Aaron.


"Bagaimana? Apakah kau betah dalam kamar baru mu?" tanya Aaron.


"Ya,begitulah" jawab Myra dengan santai.


Aaron menatap Myra dengan tatapan serius nya.Dan Myra menyadari hal itu.


"Hm? apa?" sahut Myra dengan galak.


"Tidak ada,hanya saja...Myra,sikapmu-"


"Aku bukan Myra"


Aaron langsung tersentak berdiri dan membelalakkan matanya kearah Myra.Aaeon berubah menjadi harimau yang akan menerkam Myra.


"Siapa kau?" Tanya Aaron dengan tatapan akan membunuhnya.


"Aku,...Avery"

__ADS_1


Aaron membelalakkan matanya.


__ADS_2