
Aaron terus-menerus memukul dummy dengan sangat keras.Darah masih terus mengalir ditangan nya.
"Aaron" panggil Myra dari jauh.
Tapi Aaron tidak menghiraukan Myra.
"Aaron" panggil Myra dengan suara lebih kuat.
Aaron juga tidak menghiraukan Myra dan masih terus memukuli dummy tersebut.
"Aaron!" panggil Myra dengan kuat,yang membuat Aaron berhenti memukul dummy tetapi masih menahan tangan nya yang ada di dummy tersebut.
"Aku harus menjadi lebih kuat Myra!" katanya sambil tidak menoleh ke Myra.Myra hanya diam saja sampai ia menghampiri Aaron dan memegang pundak Aaron dengan lembut.
"Jika kau seperti itu,bukan nya membuatmu lebih kuat...tetapi kau hanya melukai dirimu sendiri" ucap Myra dengan merdunya sambil ia merasakan bayang-bayang memori Aaron yang ber-masukan kedalam kepalanya.
"Kau benar" ucap Aaron yang perlahan menurunkan tangan nya.Aaron juga menoleh pada Myra yang berada di belakang nya.Myra tersentak kaget,karna melihat air mata mengalir deras di pipi Aaron yang penuh dengan keringat sambil menatap mata Myra dengan perasaan yang sangat menusuk.
Myra mulai merasa pusing karna mendapat banyak sekali memori yang bersifat negatif dari Aaron.Dan kini ia melepaskan pundak Aaron yang penuh keringat itu.Myra hanya menatap Aaron dengan datar penuh rasa kasihan.Aaron mulai goyah karna kelelahan memukuki dummy tadi hingga ia hampir terjatuh tetapi ditangkap oleh Myra.
Myra lalu merangkul Aaron yang kelelahan.Myra juga menuntun Aaron untuk kembali ke kamarnya.Myra membantu Aaron untuk duduk di sebuah kursi yang berada di balkon kamarnya Aaron.Myra pergi untuk mencari perban dan kembali membawa perban untuk tangan Aaron.Dengan perlahan,Myra melilitkan perban ke tangan Aaron yang darahnya telah berhenti keluar.
Suasana sangat hening,hanya terdengar hembusan angin dari udara malam segar Sydney.
"Ayahku selalu mengutukku" kata Aaron secara tiba-tiba.Myra hanya diam sambil fokus memperban tangan Aaron.
"Ia selalu bilang,'andai saja kau tidak lahir,aku yakin aku tidak harus kehilangan istri ku' hampir setiap hari aku bertemu dengan nya,ayah ku selalu bilang begitu" sambungnya lagi.
"Dan siapa duga,kalau dia wafat bukan karna penyakit jantung nya melainkan karna putus asa-nya dan dia pun gantung diri.Dan aku merasa sangat gagal melindungi keluarga ku.Aku telah kehilangan ibuku,ayah ku dan claire! Dan kau tau semua itu karna siapa? Karna aku!!" bentak Aaron yang membuat Myra sedikit gugup.Myra malah menarik ikatan perban yang ada ditangan Aaron dengan kuat.Aaron hanya menyipitkan sebelah matanya tanda ia merasa kesakitan.
"Hey dengar ya,,,dasar kau,...pria payah! Mau bagaimana pun dan apa pun itu kisah latar belakang dari kematian keluarga mu itu,bukan berarti kau pembawa masalah nya! tapi itu karena takdir!" seru Myra dengan tegas sambil menatap mata Aaron dengan tatapan cemas tetapi marah miliknya.
Aaron hanya terdiam sambil menatap balik tatapan Myra.Dan ia juga sedang berpikir tentang apa yang baru saja dibilang oleh Myra tadi.Myra lalu berdiri dan masih menatap Aaron dengan tatapan datar nya.
__ADS_1
"Mandilah,bersihkan dirimu.Jangan sampai kena luka-luka tadi atau luka mu akan terasa perih.Aku akan membuatkan mu teh" ujar Myra sambil beranjak kedapur yang ada di kamar Aaron.Aaron hanya menuruti perkataan Myra saja.
Myra sedang meracik teh untuk Aaron sambil mengingat-ngingat memori yang ia baca tadi.Ia tak menduga,begitu cintanya kah Aaron terhadap Claire? sesosok yang telah mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan kalung pemberian ibunya Aaron.Myra menghela napas nya,ia berpikir kalau dia yang menjadi Claire mungkin ia harus berpikir dua kali.
Aaron telah selesai mandi dan masih mengeringakan rambutnya yang masih basah.Aaron keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaus putih berlengan panjang dengan garis hitam di tengah nya dan celana jeans sepanjang mata kakinya.Myra yang sudah selesai menyiapkan minuman untuk mereka melihat kearah Aaron dengan senyum di wajahnya yang mengajak Aaron untuk bergabung dengan Myra yang duduk di balkon kamarnya Aaron.
"Ini,minumlah teh ini.Ini akan membuat mu segar kembali" ajak Myra sambil menggeser teh tersebut ke dekat Aaron.
"Terima kasih" ucap Aaron sambil menyeruput teh.Myra hanya menjawab ucapan Aaron dengan anggukan.
"Tangan mu tidak terkena air kan?" tanya Myra.
"tidak" jawab Aaron.
"Baguslah"
"Myra,...apakah kau tau tentang kejadian dua puluh satu tahun yang lalu.Tentang sebuah perusahaan besar yang diledakkan oleh seorang penyusup?"
Myra tidak menjawab pertanyaan Aaron lalu ia menyeruput coklat panas nya.Myra kembali menaruh cangkirnya kemeja yang ada didepannya lalu berdiri dan perlahan berjalan kearah kanan bagian balkon yang luas itu.Rambut Myra yang pirang kekuningan itu terhembus angin,dan Myra menutup matanya sambil merasakan angin yang menerpa wajahnya dengan lembutnya.
▶ Ohh...sayang ku
Aaron langsung membelalakkan matanya setelah mendengar nyanyian yang tidak asing lagi darinya.
🎶sleep in your bed
▶ Tidurlah ditempat tidurmu
.
.
.
__ADS_1
.
🎶don't worry about tomorrow
▶ Jangan khawatir untuk esok
.
.
.
.
🎶because mom will always be with you...
▶ Karna ibu akan selalu bersamamu...
.
.
.
.
"Myra...kau...darimana kau tau lagu itu?!" tanya Aaron yang langsung berdiri dan berjalan kesebelah Myra.
"Aku mendapatkan sebuah mimpi,aku juga melihat seorang ibu yang terpaksa terpisah dengan suami dan putra kecilnya yang baru lahir karena seorang saingan nya" ucap Myra sambil menikmati angin yang menerbangkan rambut nya.
"Setelah aku melihat nama kedua orang tua mu saat kita bertemu di pemakaman,disitulah aku menyadari kalau orang bernama Athan Coldwell dan Sara Liera adalah keluarga mu" kata Myra sambil menatap mata Aaron yang kini benar-benar sangat terkejut.
"Benar-benar kebetulan yang sangat mengejutkan ya? Aaron Coldwell?" kata Myra kepada Aaron yang kembali menatap Myra.
__ADS_1
Aaron tersenyum dengan lembutnya,membuat jantung Myra berdebar kencang.Suasana malam yang sangat indah membuat keduanya menikmati malam yang sejuk itu.