
Myra sudah siap untuk latihan pertamanya,dengan gaya rambut ponytail dan outfit nya,bukan nya membuat myra terlihat badas malahan Myra terlihat sangat manis dengan style nya yang seperti itu.
Myra masuk keruangan latihan,ia heran mengapa setiap dinding nya,dipasang cermin disana.Myra melihat Aaron dengan gaya rambut acak-acakan khas nya,sedang mengambil semacam sarung tangan pelindung saat akan memukul.
Myra mendekati Aaron.
"Hey Aaron,mengapa setiap sisi dinding ini harus dipasang cermin?" tanya Myra pada Aaron.
"Kau akan tau nanti" kata Aaron sambil membalut kain di tangan nya.
"Sekarang ayo kita mulai dari seberapa kuat pukulan mu" kata Aaron sambil menuntun Myra kesebuah dummy (boneka latihan) yang kelihatan lumayan keras permukaan nya.
"Aku...harus memukul nya?" tanya Myra.
"tentu saja,seperti ini" kata Aaron yang bersiap memukul dummy tersebut.Boneka itu pun dipukul oleh Aaron sampai bagian tangan dari dummy miliknya putus dan terlempar.
Myra yang melihat kejadian itu ternganga krna ia sangat terkejut,dan melihat betapa kuatnya tenaga Aaron.
"Ayo,pukul dummy mu" perintah Aaron dengan datar.
Myra merasa ragu,lalu ia memegang tubuh dummy tersebut.Ia merasa tidak yakin ia akan kuat memukul boneka dengan bahan yang lumayan keras itu.Myra mengepal tangan nya dan mengangkat tangan nya lalu bersiap untuk memukul.
"Myra jangan terlalu dekat dengan-"
Myra menumbuk dummy nya dengan sangat kuat hingga dummy tersebut memantul kebelakang dan malah berbalik dan menghantam kening Myra hingga Myra terbanting.
"Dummy nya" sambung Aaron yang sempat terputus perkataan nya.
__ADS_1
Myra mengelus-elus keningnya yang merah akibat hantaman dummy tersebut.Aaron sekilas ia tertawa melihat tingkah Myra.Aaron mengulurkan tangan nya lalu Myra memegang tangan Aaron dan Aaron menarik Myra berdiri.
"Jangan terlalu dekat dengan dummy nya dasar payah!" ujar Avery dari sebuah cermin.
"Astaganaga?! Avery,i-itu avery? jadi...itu kegunaan cermin yang ada disini?" tanya Myra pada Aaron.
Aaron dan Avery hanya mengangguk karna mereka salfok ke kening Myra yang agak bendol dan memerah,mereka tertawa.Myra yang dongkol memasang wajah kesalnya.Pada akhirnya,liontin Aaron bercahaya dan keluarlah eustacio dari sana dan ikut kedalam cermin bersama Avery.
"Waaaw,jadi dia eustacio?" tanya Myra pada Aaron.
"iya" jawab Aaron singkat.
"Dia sangat-"
"tampan? ya aku tau" sambung eustacio memuji dirinya.
"Ayo Myra, kita fokus pada latihan kita dulu" ajak Aaron.
"Baik!" seru Myra dengan semangat.
.
.
.
Sudah dua jam lebih myra latihan dengan semangatnya,sampai Aaron memanggil Myra untuk stop dahulu barulah Myra berhenti.
__ADS_1
"Ini air mineral untuk mu" ujar Aaron.
"Terima kasih" kata Myra sambil menerima sebotol air dari Aaron.
"Ah,aku punya satu pertanyaan" seru Myra.
"Apa itu?" jawab Aaron.Sementara eustacio dan avery hanya menyimak sahaja.
"Apakah,eustacio dan myra hanya bisa hidup didalam liontin dan cermin saja? apakah mereka tidak bisa hidup dan menginjak kan kaki mereka di tanah ini?" tanya Myra pada mereka yang ada diruangan tersebut.
"Sebenarnya...itu tergantung energi si manusianya sih.Jika si pemilik liontin ini memancarkan energi positif kami bisa manginjakkan kaki-kaki kami ke dunia kalian" ucap Avery.
"tetapi kalau kalian memancarkan energi negatif,kami tidak akan bisa melakukan nya" sambung eustacio.
"Bukan nya kami sedang baik-baik saja,itu artinya kan kami sedang dalam energi positif? kenapa kalian tidak bisa keluar?" tanya Myra.
"Hanya kau,tapi Aaron..." ujar eustacio.
Myra,avery dan eustacio menoleh ke arah Aaron yang tiba-tiba saja menjadi kelam.
Ada apa ini? tanya myra dalam hatinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hayy guys disini author
Author hanya ingin bilang,kalau cerita ini hanyalah khayalan fantasi nya author sahaja,jadi...jangan sampai terjadi salah paham yaa.Terima kasih (❁´◡`❁)
__ADS_1