
"Maafkan aku" Ujar Brian.
"Tidak apa-apa,dan sekarang kau sudah tau,,,jangan beri tahu pada Aaron sampai ia tau sendiri" Pinta Claire pada Brian.
"Kenapa jangan?" Tanya Brian.
"Aku takut Aaron merasa bersalah setelah kejadian itu,aku buta setelah aku tertabrak pada hari itu,aku buta karna pendarahan di mataku berhenti membuatku tidak bisa melihat lagi" Jelas Claire pada Brian.
"Begitu ya" Kata Brian yang mengerti keadaan.
"Belakangan ini,setelah Aqila tidak ada disisi ku,insting ku terhadap lingkungan sekitar menjadi menurun.Aku mulai kehilangan indra pendengaran ku,kalau masih ada Aqila,dia yang membantuku untuk bertahan hidup tanpa mata ini" Kata Claire lagi.
"Claire,ayolah.Jangan langsung menyerah! Aku yakin kau bisa bertahan hidup tanpa matamu" Kata Brian yang memberikan semangat pada Claire.
"Hmh,Terima kasih karna telah menyemangati ku Brian,tapi aku sudah terlanjur menyerah" Ucap Claire yang pasrah.Brian hanya diam membisu mendengar perkataan Claire.
"Aku akan pergi" Kata Claire sambil melangkah pergi lewat balkon...lagi.
"Claire" Panggil Brian sambil menahan tangan Claire.Claire membalik tubuh nya dan mendongak keatas.Brian mengusap kepala bagian belakang Claire lalu mendekatkan wajah Claire ke wajah nya.Hampir saja sebuah ciuman mendarat ke bibir Claire tetapi diganggu dengan suara keras dari kamar sebelah.
__ADS_1
Brian berhenti melakukan aksi nya,bersama dengan Claire,Brian mendobrak kamar sebelah dan terlihat ada sepasang kekasih yang tergeletak tak bernyawa dengan darah mengalir dari mulut mereka.
"Ada apa?" Tanya Claire.
"Ada orang yang terkena virus sydD-20" Ucap Brian sambil menyiapkan pistolnya.Lalu perlahan Brian berjalan mendekati dua mayat yang tergeletak.Brian lalu berjongkok diikuti oleh Claire di sampingnya.
"Sepertinya benar dugaan ku,kalau mereka terkena virus sydD-20" Ujar Brian.
"Mengapa kau begitu yakin?" Tanya Claire.
"Lihat,dileher korban ada sebuah simbol s-y-d dan D kapital" Jelas Brian.
"Sebenarnya,kalau dalam benak ku,ini bukan lah virus.Melainkan cip komputer dengan teknologi tinggi yang ditanam kan di otak korbannya sampai si korban mati,tapi...untuk apa? Dan siapa yang bisa melakukan ini?" Tanya Brian pada Claire.
"Aku yakin,pasti seorang yang jenius" Ujar Claire.
"Brian!" Seru Claire yang merasakan sebuah pergerakan.Brian melihat kearah jendela kamar tersebut.
"Rudal?! Claire lari!!!" Seru Brian.
__ADS_1
Claire dan Brian lari sekencang mungkin tapi terlambat,karena rudal tersebut terlanjur mendarat ke kamar korban dan meledakkan setengah dari gedung apartemen.
"Claire..." Ucap Brian yang terbaring lemah dengan luka-luka di tubuhnya.Claire terbaring lemah di sebelahnya dengan pecahan kaca besar yang menancap di punggung nya.
Brian berusaha berdiri,tetapi kakinya tersangkut reruntuhan apartemen.Api dari ledakan merambat hampir keseluruh tempat.Jeritan-jeritan panik terdengar dari segala arah.Tetapi,kuping Brian berdengung akibat suara ledakan yang sangat kuat.
"Sial,aku tidak bisa bergerak" Gumam Brian.
"Maaf Claire,aku tidak bisa menyelamatkan mu" Gumam Brian yang kehabisan tenaga nya.
...
Gelas yang Myra pegang,pecah berhamburan di tanah.Myra lalu mengutip pecahan kaca tersebut,Aaron yang baru selesai mandi kaget melihat Myra yang mengutip pecahan kaca yang ada di depan mata nya.
"Astaga maaf maaf,aku tidak sengaja menjatuhkan nya" Kata Myra dengan tubuh gemetar.
"Haaah,makanya,lain kali kau harus ber hati-hati" Ucap Aaron.
"Baiklah" Jawab Myra.
__ADS_1
Aaron lalu mendapat telpon ntah dari mana lalu ia kaget mendengar apartemen Brian yang diledakkan oleh rudal dan Aaron langsung mengatakan nya pada myra,mereka bergegas kerumah sakit dan melihat keadaan Brian juga Myra,Pearly terpaksa ditinggalkan dirumah zoe dahulu.