Because I Am You And You Are Me

Because I Am You And You Are Me
16)*Guest_


__ADS_3

Di sebuah tempat,berdirilah sebuah kabin yang lumayan besar sebagai tempat tinggal Aaron dan yang lainnya.


*Ilustrasi kabin.



Aaron melangkah masuk duluan kedalam kabin.Brian yang terkadang melihat kekanan kekiri melihat cabin yang kotor itu.Sementara Myra dengan Pearly yang selalu menempel padanya,berada di lantai dua.


*Ilustrasi dalam kabin.



"Disini ada tiga kamar" Ucap Myra yang turun dari lantai dua.


"kalau begitu,kurang satu lagi kamar" Kata Brian.


"Apakah kita akan tidur terpisah?" Tanya Pearly yang ada disebelah Myra.


"Tentu saja" Kata Myra yang membuat Pearly cemberut.


"Engg...apakah aku boleh tidur dengan kakak saja?" Tanya Pearly pada Myra.


"Eh? Boleh" Jawab Myra.


"Kalau begitu pas,tapi...kamar ketiga ada dimana?" Tanya Brian.


"Oh ada di loteng" Jawab Myra.


"Aku saja yang tidur disana,lagi pula kamar itu sangat cocok dengan ku" Kata Aaron yang baru dari loteng.


"Baiklah,terserah mu kawan" Ujar Brian.


"Baguslah,sekarang kita sudah dapat kamar masing-masing,aku akan membersihkan kabin ini dulu" Ucap Myra yang mengambil sapu diikuti oleh Pearly yang mengambil kemoceng.


"Dan aku akan bersantai" Kata Brian yang baru saja bersantai disofa dan langsung ditarik bajunya oleh Aaron.


"Pria macam apa kau,tidak mau membantu anak perempuan" Protes Aaron.


"Aaah,ayolah Aaron aku sangat lelah" Keluh Brian.


"Dasar,banyak sekali alasan mu" Protes Aaron lagi.


Gotongroyong membersihkan kabin dilakukan secara pembagian tempat.Myra dan Pearly dibagian lantai satu,Brian yang kelihatan nya sedang malas diusulkan Myra untuk membersihkan loteng saja.Sementara Aaron membersihkan lantai dua.


"Pearly,apakah kau kenal dengan tempat ini? Bukannya kau tinggal di pedesaan?" Tanya Myra pada pearly.


"Hmm...sepertinya aku mengenalnya.Oh iya,aku pernah kemari bersama ibuku saat kami akan menangkap ikan disungai yang ada disebelah sana" Ucap pearly sambil menunjuk kesebuah sungai dari balik jendela.

__ADS_1


"Ada sungai disana?" Tanya Myra.


"Iya ada" Ucap pearly.


"Hmm kalau begitu nanti kita kesana? Bagaimana?" Ajak Myra.


"Ya,aku mau" Seru pearly.Myra tersenyum pada Pearly.


Gotongroyong yang melelahkan itu menghabiskan waktu sampai sore hari.Myra memandangi kabin yang kini sangat bersih.


"Naaah,begini kan enak memandang nya" ucap Myra memuji kerja keras mereka.


"Ya,walau menghabiskan waktu sampai sore" kata Brian sambil menggaruk kepalanya yang berkeringat.


"Baiklah kalian para pria,pergilah mandi.Aku akan memasak makan malam" ucap Myra sambil berjalan kedapur.


"Aku ikut" kata Pearly sambil mengikuti Myra dari belakang.


"sepertinya belakangan ini Pearly selalu menempel pada Myra" ucap Brian.


"Iya,semoga saja Pearly tidak menjadi beban terhadap Myra" kata Aaron.


Jam Aaron berdering,ia mengangkat telpon dari jam nya.Sang kapten memerintahkan Aaron untuk segera kembali ke markas pusat untuk misi baru.


"Myra,aku dan Brian harus segera pergi ke markas pusat" kata Aaron.


"Aku ikut" ujar Myra.


"Eh? gimana ceritanya kok bisa nyambung ke markas?" tanya Myra.


"Di basement,kau akan menemukan sebuah pintu rahasia.Disitulah ada tempat seperti lift tapi ada tempat duduk untuk empat orang.Lift itu akan meluncur dengan cepat menuju langsung ke markas" sambung Brian.


"Oooo begitu ya" kata Myra.


"Jaga diri kalian" ucap Aaron sambil beranjak pergi bersama Brian.


Pearly melambaikan tangan nya.Sementara Myra menatap Aaron yang perlahan menjauh darinya.


"Aaron" panggil Myra.Aaron menoleh kearah Myra.


"Hati-hati" kata Myra.Tidak heran kenapa Myra mengatakan itu,karna Myra takut sendirian karna selama ini ada Aaron yang menjadi 'pawang' nya.


Aaron menjawab dengan anggukan lalu bergegas menuju lift.


...


"Sepertinya Myra sangat mengkhawatirkan mu" kata Brian.

__ADS_1


"Entahlah,mungkin karena kejadian hari itu" kata Aaron.


"Hm? kapan? dan yang mana?" tanya Brian yang kini sedang duduk didalam sebuah lift berteknologi tinggi bersama Aaron.


"Ah,bukan apa-apa" kata Aaron.


Brian malah tersenyum miring,yang menandakan kalau ia sedang curiga pada Aaron terhadap perasaan nya pada Myra.


...


"Pearly" panggil Myra.


"ya kak?"


"Bisakah kau kunci kan pintu depan?"


"Baiklah"


Pearly bergegas menuju pintu utama untuk dikunci.Sore itu,hujan turun dengan derasnya hingga membuat suasana menjadi dingin.


Pearly berjalan menuju pintu depan,saat ia hendak mengunci pintu,ia melihat dari jendela ada tiga orang dengan menggunakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya yang memarkirkan mobil di dekat halaman kabin mereka.Ketiga orang itu menyadari pearly yang sedang mengintip di jendela dan menoleh ke Pearly secara bersamaan membuat Pearly takut untuk maju selangkah lagi.


"Pearly? ada apa?" tanya Myra.Pearly menoleh ke Myra dengan tatapan takut dan tubuh gemetar.


"A-Ada orang me-mencuriga k-kan didepan k-kabin kita" kata Pearly terbata-bata.


Myra membelalakkan matanya,lalu ia berjalan perlahan ke dekat jendela lalu mengintip.Ketiga orang tadi ternyata beranjak berjalan menuju depan pintu kabin.Myra yang melihat hal itu cepat-cepat mengambil pisau lalu siap siaga disamping pintu.Pearly bersembunyi dibalik punggung Myra.


Dengan pisau ditangan kanan Myra yang disembunyikan dibelakang punggunya.Salah satu dari ketiga orang tadi mengetuk pintu.Myra membuka pintu dengan perlahan lalu menatap orang yang berdiri paling depan yang ternyata adalah orang tua yang bertubuh sangat tinggi.


"Selamat sore" sapanya.


"Ya,selamat sore" kata Myra dengan wajah belum mencurigai sesuatu.


"Maaf mobil kami mogok,apakah kami boleh berlindung dahulu disini?" tanya nya.


Myra melirik kearah belakang yang memperlihatkan sebuah mobil ber-asap yang bertanda mobil itu memang mogok.


"Baiklah,silahkan masuk.Jas anda silahkan gantung disini saja" kata Myra yang mempersilahkan mereka masuk.


Ketiga orang itu terdiri dari seorang pria tua dengan rambut dan jenggot memutih,lalu wanita dengan rambut di sanggul rapih dan seorang anak perempuan nya yang masih sangat muda seumuran dengan pearly sepertinya.


"Hari ini sangat dingin,saya akan membuatkan teh panas" kata Myra yang beranjak ke dapur diikuti oleh Pearly.


"Kak,kenapa kakak membantu mereka? bagaimana kalau mereka adalah orang jahat?" tanya Pearly yang membuat Myra tersenyum.


"Hey lily,tidak peduli orang itu jahat atau baik,kita harus tetap membalas mereka dengan kebaikan" kata Myra yang membuat Pearly terdiam sejenak.

__ADS_1


"Ayo Pearly,teh nya sudah selesai" kata Myra.


"Baiklah" kata Pearly sambil membantu membawa teh yang dibuat oleh Myra untuk ketiga orang tamu mereka.


__ADS_2