
Suasana di California sangat dingin,tetapi masih banyak juga orang yang sedang bekerja disana.
Myra langsung saja mengajak Pearly pergi ke rumah lama Myra dan Keluarga nya dulu yang ada disuatu tempat.
Myra masuk ke sebuah rumah yang terlihat sudah sangat lama dan entah kenapa tidak terkunci.Myra langsung membongkar seluruh lemari yang ada, tetapi tidak ada yang ia temukan.
"Pearly,apa kau menemukan sesuatu? Berkas atau apapun?" Tanya Myra pada Pearly.
"Tidak kak,aku hanya menemukan ini" Kata Pearly sambil mengangkat sebuah kertas yang sangat tua bahkan telah menguning.
"Berikan pada ku Lily" Ucap Myra.Pealy memberikan kertas itu pada Myra dengan perlahan.Lalu Myra membacanya.
*Ilustrasi Dari isi kertas
Myra membacanya dengan seksama.Dan ia baru menyadari kalau Claire yang sangat dirindukan oleh Aaron adalah sepupunya sendiri.
"Kertas ini padahal kelihatan kuno,tapi...bagaimana mereka bisa tau nama kami dan siapa yang menuliskan nya?" Tanya Myra pada dirinya sendiri.
"Itu karna...aku bisa membaca masa depan" Kata seorang kakek-kakek yang masuk dari pintu belakang.
__ADS_1
Myra langsung menoleh kearah kakek tersebut dan Pearly bersembunyi dibalik Myra.
"E-egor?" Kata Myra dengan kaget sambil memegangi kertas yang baru ia baca.
"Hm? Ah,dasar anak muda jaman sekarang.Bahkan tidak tau harus memanggil apa pada kakek yang telah lansia ini" Kata Egor sambil berjalan menuju kursi dengan tongkatnya.
"Kakek? Mengapa kau melakukan hal ini pada keluarga nya Aaron dan Claire" Ujar Myra yang kecewa pada kakek buyutnya.
"Hm? Aah,aku tidak punya alasan yang pas untuk mengatakan nya padamu...seandainya saat itu keluarga zenya tidak membunuh orang tua ku,mungkin aku masih akan berbaikan dengan Keluarga zenya" Kata Egor sambil terbatuk-batuk.
"Kakek!" Panik Myra sambil memegangi punggung kakek buyutnya.Christa dan avery keluar dari liontin.Christa maju lalu berjongkok didepan Egor yang terbatuk-batuk.
"Egor" Sapa Christa.
"Egor,maafkan kakak dan kakak iparku atas kejadian saat itu" Kata Christa dengan lembut.
"Aahh bibi...,sudah terlambat untuk meminta maaf.Karna misi ku sebentar lagi selesai" Ujar Egor yang merasa sebentar lagi akan menang.
Egor terbatuk-batuk bahkan sampai keluar darah.Myra panik tetapi ia hanya diam saja.
"Myra cucuku...kau harus menjadi penerus ku dan bantai lah seluruh orang yang dulunya menghabisi keluarga kita" Kata Egor dengan penuh dendam.
__ADS_1
"Kakek,dendam itu tidak ada gunanya...lagi pula,aku tidak suka bersikap dendam...bibi ku juga mengatakan,dendam malah akan merugikan diri sendiri" Kata Myra lagi.
"Hm hmh,sepertinya...yang dikatakan bibik benar,sihir perpanjangan usia ku telah selesai dan misi ku...telah tuntas" Ucap Egor sambil menggembuskan napas terakhirnya.
"Selamat jalan keponakan ku,semoga kau tenang bersama dengan saudara-saudara mu yang lain nya" Ucap Christa sambil berdoa.Christa lalu menutupi Egor dengan kain dan menatap Myra.
"Myra,kau tau kau harus kemana sekarang kan?" Tanya Christa.Myra menatap Christa dengan bingung.
"Pergilah ketempat dimana jalan cerita ini dimulai" Kata Christa lagi.
Myra berpikir keras sampai akhirnya ia teringat kalau ayah nya memiliki perusahaan besar dan langsung saja Myra pergi kesana sementara Christa menjaga Pearly.
Myra masuk dengan cepat kedalam gedung besar itu dan terkadang ia dihalangi oleh beberapa penjaga tetapi Myra terpaksa melawan dan beberapa kali Myra menunjukkan kartu namanya dan langsung memasuki ruangan ayah nya yang telah kosong tanpa ada yang menduduki nya.
Myra langsung saja membongkar berkas-berkas yang ada di lemari kerja almarhum ayahnya.Dan membaca semua yang bisa ia baca dan mengerti.
Mulai dari tentang kematian keluarga Zenya,sampai tentang almarhum ayah nya Myra yang ikut meledak di tempat kejadian lalu hilang tanpa jejak dan tentang ibunya Myra yang masuk kejurang saat akan berangkat ke pemakaman suaminya.
Myra berjalan kearah balkon dan membaca berkas-berkas yang sesekali diterpa angin dingin California.
Tiba-tiba saja Aaron mendobrak pintu ruangan almarhum Daren ayah nya Myra,Myra yang kaget langsung mundur perlahan sampai ia mentok ke pembatas balkon yang dibawah nya ada laut yang terasa menarik tubuh Myra untuk menyelam.
__ADS_1
"Myra" Kata Aaron sambil membelalakkan matanya.
"A-Aaron" Kata Myra.