
...
Aaron sedang berjalan-jalan melihat pemandangan London Tower Bridge.Lalu ia melihat Brian yang sedang berjalan berlawanan arah dengan nya.Tanpa saling menyapa mereka saling tidak peduli sampai akhirnya Aaron memanggil Brian.
"Brian" Panggil Aaron tanpa menoleh kebelakang.Brian yang dipanggil oleh Aaron membalik tubuhnya ke belakang.
"Hm?" Katanya.
"Sebenarnya,...kau sudah tau semuanya kan" Kata Aaron.
"Apa maksud mu?" Tanya Brian yang berpura-pura tidak tau.
"Tentang kematian Keluarga ku dan tentang ku,sebenarnya kau telah mengetahui semua nya kan?" Tanya Aaron lagi.Kali ini Brian terdiam dan melanjutkan jalan nya.
"JAWAB AKU!" Seru Aaron tanpa berbalik melihat Brian.
Brian berhenti dan menghela napas beratnya.Tanpa menoleh ke Aaron ia menjawab.
"Ya,aku sudah tau semuanya,...bahkan tentang kau adalah keluarga kerajaan zenya.Aku sudah tau semuanya-"
"Lalu kau menyembunyikan semuanya dari ku begitu?" Tanya Aaron dengan perasaan kecewa.
"Haaaah,bukan nya aku ingin menyembunyikan nya dari mu.Aku hanya butuh waktu untuk memberitahu semuanya pada mu" Kata Brian untuk meyakinkan semuanya.
"Hah yang benar saja Brian,untuk kali ini,kau membuatku kecewa" Ujar Aaron dan langsung berjalan pergi.Brian yang merasa bersalah hanya diam ditempatnya.
"Aku akui keputusan mu ini sebenarnya salah kawan" Ujar Xenon dari dalam liontin.
__ADS_1
"Benarkah? Aku kira ini adalah cara terbaik" Ujar Brian yang kecewa dengan keputusan nya sendiri.
...
Aaron yang kini telah berada dikamarnya,mengganti bajunya lalu memakai jaketnya kembali karena hari sangat dingin.Aaron menghela napas berat sambil membanting dirinya ke ranjang sambil menaruh tangan kanannya diatas kening nya yang ditutupi rambut acak-acakan nya.
"Brian,aku tidak tau kalau dia mengetahui semuanya.Tapi kenapa dia tidak memberitahu ku?!!!" Protes Aaron.
"Aku yakin kalau ia punya alasan tersendiri Aaron" Ujar Eustacio dari dalam liontin.
"Benarkah? Bukan nya kau terhubung dengan Xenon? Mungkin kau tau alasan nya" Tanya Aaron.
"Aku tak tau pasti,tetapi percayalah,Brian melakukan hal itu bukan untuk dirinya sendiri.Melainkan untuk sahabatnya yang kini hampir kehilangan segalanya" Kata Eustacio yang berniat memancing perasaan Aaron untuk kembali berteman dengan Brian.
Tetapi mungkin Eustacio kali ini gagal,karna Aaron hanya diam saja tanpa menyahut perkataan Eustacio tadi.
...
"Jalan-jalan biasa" Kata myra santai.
Pearly melihat sekitarnya dan ia melihat seorang pasangan kekasih yang sedang kencan di sebuah Cafe.
"Hey kak,apakah kakak dan kak Aaron akan seperti itu" Ucap Pearly sambil menunjuk sepasang kekasih tadi.
"Aaah astaga dasar Pearly,tentu saja tidak" ujar Myra menolak.
"Kenapa tidak? Bukan nya kalian adalah sepasang kekasih?"
__ADS_1
"Bukan Lily bukan,kami bukan sepasang kekasih...saat itu Aaron hanya bercanda" Bantah Myra.
"Aku sangat ingin tahu bagaimana silsilah keluarga ku" Kata Myra.Lalu Myra mendapatkan ide.
"Hey Lily,bagaimana kalau kita ke perpustakaan" Ajak Myra.
"Owh ya ayooo" Seru Pearly dengan semangat.
Perpustakaan khas london telah sepi dan akan tutup saat Myra masuk kedalam nya.
"Maaf nona,tapi tempat ini akan tutup" Ucap si penjaga perpustakaan.
Myra merogoh kantongnya lalu mengeluarkan kartu namanya.
"Aku dari AL untuk mencari beberapa informasi tentang silsilah keluarga kerajaan Zenya" Ujar Myra sambil menunjukkan kartu namanya pada si penjaga perpustakaan.
"Baiklah silahkan nona" Kata si penjaga perpustakaan.Myra mengangguk lalu berlari menuju rak buku silsilah keluarga yang di susul oleh Pearly.
"Apakah kau menemukan sesuatu Lily?" Tanya Myra.
"Tidak kak- eh ini kan?" Tanya pearly sambil menunjukkan buku yang terlihat lumayan kuno.
"Hm? Oh benar!" Seru Myra lalu ia terjatuh dari panjatan tangga nya.
Myra langsung berdiri dan membuka buku tersebut.Myra mencari-cari silsilah keluarga Zenya dan akhirnya ia menemukan nya.
"Yeah,inilah dia Lily...kemenangan!" Ujar Myra dengan semangat tetapi dengan suara bisikan.
__ADS_1
"Yes!" Seru Pearly pula.
Myra membuka halaman tentang silsilah keluarga Zenya dan ia membacanya.