Because I Am You And You Are Me

Because I Am You And You Are Me
31)*Run Away_


__ADS_3

Rumah sakit kini tengah sibuk mengurusi korban-korban dari kejadian malam itu.Aaron dan Myra terus berlari menyusuri bangsal RS.Sampai akhirnya ia menemukan ruangan dimana Brian di rawat.


"Brian" ujar Aaron sambil ia membuka pintu ruangan Brian.


"Brian apa kau baik-baik saja?" tanya Myra.


"Ya,aku baik-baik saja,hanya kaki ku saja yang terluka,,,tapi claire..." ujar Brian yang tak berani meneruskan kata-kata nya.


"Apa?! Claire?!! Claire juga?! Sial*n!" umpat Aaron.


"Apakah Claire memiliki luka parah?" tanya Myra yang tenang.


"Ya,dibagian punggung nya,terdapat pecahan kaca yang menusuk tubuhnya.Saat ini Claire sedang di Operasi" jelas Brian.


"Astaga,pasti sangat sakit" ujar Myra sambil memegang bagian perut nya.


"Bagaimana semua ini terjadi?" tanya Aaron dengan emosi.


"Yahh saat itu kami hanya sedang memeriksa seorang pasangan kekasih yang terjangkit sydD-20 tapi...tiba-tiba saja ada sebuah rudal yang benar-benar tepat mengarah dimana kami berada dan lanjutan nya ya kau tau sendiri" jelas Brian.

__ADS_1


"Separah itukah luka Claire?" gumam Aaron.


Tiba-tiba saja ada alarm darurat dan keributan dari luar.Myra keluar dari ruangan Brian.


"Ada apa ini?" tanya Myra pada seorang suster.


"Pasien yang sedang di operasi kabur lewat jendela dan membunuh dokter yang mengoperasi nya" jelas di suster.


"Baiklah,terima kasih infonya" kata Myra lalu kembali ke ruangan Brian.


"Claire kabur dari ruang operasi.Lewat jendela" jelas Myra.


"Sial*n Claire! Padahal ia memiliki luka parah" umpat Brian.


"Tidak,biarkan aku yang mencari nya.Aku yakin dia belum jauh dari sini" kata Brian pula.


"Tapi Brian,kaki mu?" ujar Myra.


"Hanya luka kecil kok,aku akan pergi.Kalian pulang lah dan jaga pearly,jangan khawatirkan aku" ujar Brian.

__ADS_1


"Baiklah kawan,berhati-hatilah" pinta Aaron yang dibalas dengan anggukan Brian.


Brian berlari menyusuri bangsal rumah sakit yang kini sedang ramai karna Claire kabur,Brian hanya memakai jaket yang dipinjamkan oleh Aaron dan kaos berlengan pendek dengan celana jeans.


...


Claire berjalan dengan goyah sambil sesekali memegangi perutnya yang diperban dan masih meneteskan darah.Claire sesekali terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulut nya,karna tak sanggup lagi untuk berjalan Claire duduk dan bersandar di salah satu pohon yang ada di hutan yang gelap gulita itu.


Claire mendengar ada orang yang kini memanggil nama nya,tetapi ia tak bisa merasakan atau pun melihatnya,karna kini Claire pingsan tak berdaya.


...


Cahaya itu bersinar dan membuat mata Claire silau.Ia perlahan membuka matanya yang memutih karna buta.Ia tak bisa merasakan apa-apa,dan hanya bisa merasakan kalau ada yang kini berdiri didepan api unggun yang menyinari rumah kecil itu dan sekarang mereka tidak tau kalau mereka ada dimana.


"Claire,akhirnya kau sadar juga" ujar Brian yang bulak-balik berjalan karna ia khawatir pada Claire.


"Brian? Dimana kita?" tanya Claire dengan suara yang lemas.


"Aku tidak tau,aku hanya kebetulan menemukan gubuk kosong ini" ujar Brian.Benar,rumah itu lebih cocok disebut gubuk.Brian melihat ke jendela.Malam itu,salju telah turun dan menyelimuti Sydney.

__ADS_1


"Salju turun Claire,kita tak bisa pergi dari sini" ujar Brian.


"Ya,aku tau" jawab Claire sambil menyilang kedua tangan nya dan menggigil kedinginan.Brian memberikan jaketnya kepada Claire yang hanya memakai pakaian rumah sakit.


__ADS_2