Because I Am You And You Are Me

Because I Am You And You Are Me
22)*London_


__ADS_3

...


Sore hari,dimana suasana London yang sangat dingin menyelimuti tubuh,Aaron Brian Myra dan Pearly bertemu disatu tempat yaitu tempat dimana kini kakek dan neneknya Aaron di makam kan.


Brian memeluk sahabatnya dan turut berduka atas kematian nenek dan kakek sahabat nya itu.


"Ayo Aaron, kembali lah ke hotel dan istirahatlah" Ajak Myra.


"Tidak Myra,duluan lah" Kata Aaron.


"Baiklah" Kata Myra lalu menggandeng tangan Pearly dan mengikuti Brian menuju hotel.


...


Aaron masih terus menatap kuburan kakek dan neneknya.


"Aku turut berduka cita atas kematian kakek dan nenek mu" Ucap seorang wanita dari belakang Aaron.Aaron menoleh ke belakang dan ia hanya melihat wanita dengan topi yang memiliki renda yang menutupi matanya dan memakai pakaian musim dingin serba hitam.


"Kau? Claire?" Kata Aaron.


"Ya,aku Claire"


"Bagaimana caranya kau sampai disini?" Tanya Aaron.


"Bukan urusan mu" Kata Claire pada Aaron.


"Aneh sekali,melihat kau selalu tau dimana aku sekarang ini" Kata Aaron.


"Karna aku hanya memakai feeling"


"Kau memakai feeling mu atau hanya seorang agen rahasia yang sengaja membuntuti ku"


"Kalau kau sudah tau,mengapa kau bertanya"


Aaron lalu duduk di sebuah kursi.Claire hanya menatap Aaron dari depan.


"Claire,...apa nama belakang mu?" Tanya Aaron.


"Aku tidak tau,aku tidak ingat"


"Kau amnesia?"


"Tidak,lebih tepatnya aku hanya dipungut" Ucap Claire.


Aaron diam saja sambil merenungi dirinya.Claire melepaskan syal abu-abu nya lalu melingkarkan nya ke leher Aaron.

__ADS_1


"Aku rasa aqila merasa kedinginan,lebih baik aku kembali.Kirim salam ku kepada Eustacio,Avery,Xenon dan Putri Christa" Ucap Claire lalu perlahan meninggalkan Aaron.Aaron hanya meratapi Claire yang perlahan hilang dari hadapan nya.


"Claire...siapa kau sebenarnya?" Tanya Aaron dalam batin nya.


Aaron melangkah pergi dari pemakaman dan kembali kekamar hotel nya.


...


"Kakak apa yang sedang kakak lakukan?" Tanya Pearly sambil memperhatika Myra yang sepertinya sibuk membuat sesuatu.


"Ahh,ada dehh nanti kau akan tau" Jawab Myra.


Pearly terus memperhatikan Myra yang sibuk membuat sesuatu.


"Akhirnya selesai" Seru Myra.


"Eh? Burger?" Tanya Pearly.


"Hm-eh" Jawab Myra sambil mengangguk.Myra lalu membungkus burger itu lalu memasukkan nya kedalam sebuah kotak kecil lalu ditaruh kedalam tas yang telah Myra siapkan.


...


Myra menyuruh Aaron untuk menunggunya di sebuah tempat dimana kita bisa melihat jembatan London yang sangat indah dengan lampu-lampu yang menyinari nya.


"Hey Aaron,maaf jika kau lama menunggu ku" Sapa Myra sambil setengah berlari dengan pakaian musim dingin nya.


"Hey,syal yang keren" Puji Myra.


"Ya,ini syal pemberian Claire,tadi dia menghampiri ku"


"Owh emm...ya,ini untuk mu" Kata Myra sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berisi burger kepada Aaron.


Aaron membuka penutup kotak tersebut lalu melihat burger nan menggoda yang diukir dengan bentuk bunga sakura.


"Bunga sakura" Kata Aaron dengan wajah datarnya.


"Iya,bukan nya kau menyukainya?" Seru Myra.


"Ayo cepat dimakan,sebelum bunga sakura nya mekar di burger mu" Seru Myra dengan semangatnya membuat Aaron membelalakkan matanya karna ia sangat familiar dengan kata-kata itu.


"Itu,...adalah kata-kata yang selalu diucapkan Claire saat ia memberikan ku burger dengan ukiran bunga sakura" Kata Aaron sambil tersenyum lembut membuat hati Myra merasa tidak enak karena membuat Aaron teringat pada Claire.


"M-Maaf kan aku! Aku bukan nya ingin membuat dirimu mengingat Claire" Ujar Myra.


"Iya ra,aku mengerti" Ucap Aaron lalu memakan burger itu.

__ADS_1


"Hm,enak sekali.Tapi...darimana kau tau kata-kata tadi?" Tanya Aaron.


"Aku tidak tau" Jawab Myra.


"Atau jangan-jangan...kau adalah Claire yang aku kenal?" Tanya Aaron.


"Eh? Kenapa kau bilang begitu? Bukan nya Claire telah wafat?" Tanya Myra balik.


"Jujur aku tidak tau dia telah wafat atau belum karena...setelah kejadian itu aku sangat malu dan tak berani untuk melihatnya lagi dan,,,aku juga mendengar kalau orang tuanya pindah ke kota lain setelah hari itu" Jelas Aaron pada Myra sambil mengunyah burger.


"Hmm...begitu ya" Kata Myra mendengarkan.


Aaron melanjutkan mengunyah burger nya.


"Ngomong-ngomong...bukan nya Pearly sendirian saat ini?" Tanya Aaron.


"Astaga benar!" Sentak Myra.


...


Pearly sedang sendirian dikamar sambil melihat kesana kemari karna penasaran dengan barang-barang yang ada disekitar nya.


"Pearly" Sapa Christa lewat cermin.


"Owh Christa? Hai" Sapa pearly balik.


"Aku dengar...salah seorang cucu ku wafat" Ucap christa yang merasa sedih.


"Apakah maksud mu,kakek nenek nya Aaron? Iya,mereka wafat diwaktu yang sama" Kata Pearly.


"Begitu ya,sejak kecil mereka memang sangat terikat,Leo sakit,Lyona ikut sakit,Satu terluka,satunya lagi juga ikut terluka.Ikatan persaudaraan mereka benar-benar sangat hebat" Ucap Christa memuji Leo dan Lyona kakek nenek nya Aaron.


"Tunggu dulu?! Salah satu? Apakah masih ada lagi keluarga Zenya lainnya?" Tanya Pearly.


"Hm-eh,aku bisa merasakan dimana mereka,mereka masih sehat-sehat saja" Ucap Christa yang sangat bersyukur.


"Haaah,syukurlah" Kata Pearly.Pearly tersentak kaget karna ada suara yang sangat nyaring memanggil namanya,yaa itu Myra.


"Apa kau baik-baik saja?!" Tanya Myra.


"Ya aku baik-baik saja,aku ditemani Christa" Kata Pearly.


"Haaah Syukurlah aku pikir kau mungkin sudah entah kemana-mana aja" Kata Myra sambil mengelus kepala Pearly.


"Ayo kita keliling tempat ini" Ajak Myra sambil menggandeng tangan Pearly.

__ADS_1


"Ayoo" Seru Pearly.Christa masuk kembali kedalam liontin.


__ADS_2