
"Kapten" sapa Brian pada sang kapten yang telah menunggu mereka diruangan nya.
"Ah,Aaron dan Brian,masuklah" kata nya.
Aaron dan Brian duduk di sofa yang ada diruangan sang kapten.
"Apa misi yang akan anda berikan kapten?" tanya Aaron.
"Wow wow,santai saja Aaron.Mari kita minum teh ini dahulu" kata kapten sambil menyeruput teh.
Aaron dan Brian yang tak sabar untuk misi mereka menontoni kapten nya yang sedang minum.
"Astaga,aku ini tidak sopan ya" kata kapten sambil meletakkan cangkirnya ke meja.
"Sebenarnya,misi kalian kali ini...memang aku sengaja untuk kalian melarang Myra ikut.Karna kasus ini,akan berhubungan dengan kasus kematian orang tuanya" kata kapten dengan serius.
"kasus kematian kedua orang tuanya?" tanya Brian.
"benar" jawab kapten dengan anggukkan.Entah kenapa kapten terus melirik ke Aaron sejak tadi.
"Aaron,maaf.Tapi misi kali ini...lebih baik kau tidak ikut" kata kapten.
"Tunggu dulu,apa?" kata Aaron.
"Tapi kenapa kapten? bukan kah kapten tau sendiri kalau Brian sangat ceroboh dan harus aku dampingi" kata Aaron lagi yang membuat Brian memutar bola matanya.
"Aku tau Aaron,tetapi misi kali ini hanya membutuhkan satu tenaga saja sih"
"kalau hanya satu tenaga,kenapa tidak aku saja?"
"Aaron!" bentak kapten.Aaron terdiam.
"Haaaah,silahkan keluar Aaron dan kembalilah ke tempat peristirahatan mu" kata sang kapten.Aaron keluar dari ruangan kapten nya.Aaron menjadi kecewa dan bergegas kembali ke kabin.
...
"Mengapa Aaron tidak ikut kapten?" tanya Brian.
"Karna kasus ini...juga berkaitan dengan kematian ibu-Nya Aaron 21 tahun yang lalu"
"Apa?!"
...
"Terima kasih teh nya ya nak" kata si wanita tua sambil menyeruput teh buatan Myra.
"Hai" sapa si anak kepada Pearly.
"H-Hai" jawab Pearly dengan malu-malu.
"Nama ku Zoe,siapa nama mu?" sapa Zoe dengan ramah.
"A-Aku...pearly" kata Pearly.
"Oh? PerrL-ly per perl" kata Zoe yang kesulitan menyebutkan nama Pearly.
__ADS_1
"Aaahh sulit sekali memanggil nama mu,kalau begitu aku panggil lily saja ya?" ujar Zoe.
"O-Oke" kata Pearly.
"Ayo kita main kekamar mu" aja Zoe sambil menarik tangan Pearly,sementara Pearly menunjukkan dimana kamarnya dan Myra.
"Zoeee jangan berisik ya" kata si wanita tua.
"Baiklah buuu" kata Zoe pada si wanita tua yang ternyata ibu-Nya.
"Maafkan anak saya ya,dia kalau bertemu dengan teman baru memang suka heboh" kata sang ibu.
"Oh ahahah,tidak apa-apa kok tante" ucap Myra.
"Tante? apakah aku terlihat semuda itu sayang?" tanya sang ibu kepada sang suami.
"tidak sayang,kau sudah sangat tua.Lihat saja rambut mu yang memutih itu" kata sang suami meledek.
"aah kau ini" kata sang istri merasa malu.
Myra hanya tersenyum saja.Lalu Myra kembali kedapur untuk mengambil cemilan dan berpas-pasan dengan Aaron yang baru keluar dari basement.
"Myra? siapa mereka" tanya Aaron.
"owh mereka? mobil mereka mogok jadi terpaksa beristirahat disini sebentar" jelas Myra pada Aaron.
"Myra,kau tau kan kalau musuh bisa saja menyamar menjadi sorang pak tua dan wanita setengah baya?" tanya Aaron.
"Aku tau Aaron,tapi mereka memiliki anak.Dan mereka juga tidak berbahaya" kata Myra.
"Myra...ayolah" kata Aaron.
"Ternyata hanya Brian yang mendapatkan misi bukan aku" kata Aaron yang masih kesal.
"Owh begitu ya" kata Myra yang tau kalau Aaron sedang kesal.
Saat Myra hendak kembali keruang tamu,myra mengintip ke kamar nya dan ada Pearly yang sedang menikmati cerita dengan Zoe yang se-usia dengan Pearly juga.Myra tersenyum melihat tingkah mereka.Myra sangat senang karna Pearly memiliki teman baru.
Perlahan,hujan berhenti.Bulan mulai terbit,dan menerangi malam yang mendung itu.
"Ah ternyata hujan telah berhenti.Kalau begitu kami pulang dahulu ya" kata ayahnya Zoe.
"Bukan kah mobil anda mogok?" tanya Myra.
"Tidak masalah kok,rumah kami ada didepan sana.Maaf jika kami telah menyusahkan kalian" kata ibunya Zoe.
"Ah tidak kok" kata Myra.
"Zoe,ayo kita pulang" panggil Ibu-Nya kepada zoe.
"Eh? sudah waktunya pulang ya?" kata Zoe.
"Yaaah,padahal aku masih ingin bercerita pada lily" ujar Zoe kecewa.Myra juga melihat wajah Pearly yang kecewa.
"Hmm...bagaimana kalau kau menginap untuk satu malam? lagi pula rumah kita berdekatan kan?" tanya Myra pada Zoe membuat Aaron membelalakkan matanya kaget.
__ADS_1
"Ahh kakak benar! boleh ya ibu? ayah?" pinta Zoe pada kedua orang tua-nya.
"Hmm baiklah,selama kau tidak menyusahkan kakak-kakak ini" ucap ibu-Nya Zoe.
"Yesss" seru Zoe yang membuat wajah Pearly cerah kembali.Pearly langsung saja mengajak Zoe bermain dikamarnya.
Kedua orang tua Zoe berpamitan dan langsung pergi.
"Myra,kenapa kau membiarkan nya menginap begitu saja? Bagaimana kalau mereka adalah musuh kita?" ujar Aaron.
"Ayolah Aaron,mereka tidak jahat.Trust to me,aku bisa melihat niat mereka" ucap Myra yakin.
"Haaah,dasar kau Myra.Sekarang,dimana kau akan tidur?" tanya Aaron.
"Aku bisa tidur di kamarnya Brian selagi ia tak disini atau aku juga bisa tidur disofa"
"Kamar Brian dikunci dan kalau kau mau tidur disofa,cuaca disini sangat dingin" kata Aaron menjawab kedua usulan Myra.
"Jadi...bagaimana?" tanya Myra yang ia tau betul apa jawaban Aaron.
"Tidur saja di kamar ku,aku akan tidur disofa" usul Aaron.
"Tapi cuacanya kan sangat dingin,aku akan tidur disini saja,jangan khawatir aku akan tidur dengan selimut"
"Haaah,jangan begitu.Baiklah,Myra kau tidur dengan ku di kamarku biar adil" usul Aaron.
"Tidur d-dikamar mu? berdua? disatu tempat tidur?" tanya Myra malu.
"Yaaa,mau bagaimana lagi?" kata Aaron dengan datar sambil menuju kamarnya.
"Kau tidak makan malam?" tanya Myra.
"Tidak,aku tidak lapar" kata Aaron tanpa menoleh ke Myra.
"Baiklah" kata Myra sambil menuju kedapur.
Myra hanya memasak sup panas untuk makan malam nya...sendiri.Myra duduk di kursi makan dan meminum sup panas yang ia masak sambil memikirkan perkataan Aaron yang berulangkali mencurigai keberadaan Zoe dan kedua orang tuanya.
Baru saja Myra akan meneguk sup nya sekali lagi,Aaron turun dari loteng dan melihat Myra yang duduk di kursi makan.Myra menoleh ke Aaron yang menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.
"Ada apa Aaron?" tanya Myra.
"Ehmm,yah.Aku...lapar" kata Aaron.
Myra hanya tersenyum melihat Aaron.Wanita dengan rambut ikal yang pirang itu kini memberikan semangkuk sup untuk Aaron.Aaron meminum sup buatan Myra.
"Enak tidak?" tanya Myra.
"Yah,rasanya seperti sup pada umumnya" kata Aaron.
Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Myra.Karena Myra merasa seperti ada yang memanggil-manggilnya saat ini.Myra berjalan menuju teras depan yang di ikuti oleh Aaron.
"Kau mau kemana?" tanya Aaron yang melihat Myra berjalan semakin menjauh.
"Aku...merasa seperti ada yang memanggil ku" kata Myra yang berjalan semakin menjauh.
__ADS_1
Aaron hanya mengejarnya.
Aaron mengejar Myra sampai ke sebuah sungai.Myra dengan kemeja sepanjang diatas lutut dan celana panjang nya,ia melihat seorang anak kecil yang bermain dengan batu yang tersusun menjadi sebuah jembatan untuk menyebrangi sungai.