Because Of The Forest Elf

Because Of The Forest Elf
BOTFE Bab 11 - Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

BOTFE Bab 11 - Tidak Sadarkan Diri


Ella merasakan sentuhan gila bertengger di bibirnya. Akal dan perasaannya langsung bleng begitu saja.


Gerakan lembut yang menghasilkan debaran jantung yang bertaut erat, bibir mereka akhirnya saling ******* satu sama lain.


******* kecil itu membuat Ella tersadar dengan apa yang dilakukannya. Segera ia mendorong sosok pria yang sudah mencium bibir perawannya.


"Apa kau GILA!!"


Samar-samar Ella memicingkan mata untuk melihat jelas siapa gerangan pria yang ada dihadapannya.


"Jangan berisik, dia datang kembali!"


"Pangeran Castor!" gumam Ella, tidak percaya.


Castor membawa Ella ke dalam pelukannya, gadis itu menurut dan ingin tahu apa yang tengah dilakukan pria itu hingga rela bersembunyi demi sesuatu.


Ella jujurlah sangat tidak nyaman, apalagi ini baru pertama kalinya seseorang mencium dan memeluknya erat.


Pangeran Castor memicingkan kedua mata setelah target yang sedari tadi diikutinya dari Kerajaan kini sedang berbicara serius kepada penyihir Oxfam.


"Aku memiliki tugas baru untukmu, dua hari lagi Pangeran Castor akan mengadakan pertemuan rapat tertutup dengan kaum Elf. Tugasmu kali ini memantau mereka dan mendengarkan apa saja pembahasan penting yang menjadi acuan mereka!"


"Satu lagi! cari tahu siapa sosok yang sudah membangkitkan perbatasan. Jika kamu mendapatkan informasi lengkap, secepatnya lapor padaku sebelum mereka menangkap basah dirimu!"


"Perintah tuan akan saya laksanakan sebaik mungkin. Saya akan berusaha membawa informasinya secara lengkap."


"Bagus! aku akan pegang kata-katamu."


Castor tersenyum tipis dengan apa yang didengarnya, apalagi pria yang baru saja pergi merupakan seseorang yang sudah lama tinggal di kastilnya.


"Sudah lama dan ternyata kau dalang di balik semuanya," gumam Castor.


Pria itu akhirnya pergi dan hilang di telan pohon-pohon rimbun.


Sementara penyihir Oxfam, juga pergi meninggalkan tempat itu.


Ella justru menyunggingkan bibirnya sinis di balik punggung Pangeran Castor.Ternyata alasan pria itu mengajaknya bersembunyi karena ini.

__ADS_1


Tidak sia-sia ia datang disini. Mendengar penuturan kedua pria yang sedang menyelidikinya tentu bukan hal biasa.


"Aku sekarang mulai menjadi sorotan para Penyihir yang ingin tahu siapa aku sebenarnya! ini tidak terpikirkan olehku sebelumnya!" gumam Ella dingin.


Gadis itu merasakan punggungnya begitu direngkuh Pangeran Castor. Ella berusaha melepaskan diri dari pria itu, semakin Ella berusaha semakin juga Castor merengkuhnya lebih erat.


"Pangeran! bisakah kamu melepaskanku, aku sangat sulit bernafas!" ucap Ella sesak.


"Beberapa menit saja, aku ingin seperti ini bersamamu!" ucap Castor demikian.


"Ada apa dengannya? mengapa pria ini seolah-olah nyaman dengan kehadiranku! saat di rumah tabib, Pangeran juga berbuat hal yang tidak disangka-sangka olehku, sekarang pria ini memelukku," gumam Ella kembali.


Cukup lama Ella membiarkan mereka saling menyalurkan rasa aman dan nyaman. Ella kini menikmati pelukan hangat dari Pangeran Castor.


Pelukan itu akhirnya berakhir, hanya saja Pangeran Castor masing melingkarkan kedua tangannya di pinggang gadis itu.


Mata mereka saling bertatapan, wajah mereka lama kelamaan semakin mendekat.


Udara di sekitar keduanya berubah menjadi panas ketika bibir mereka bertemu dan beradu gulat saling berbagi Saliva.


Ella mengikuti gerakan benda tak bertulang itu dengan tak kalah buasnya.


Decakan suara ******* dibarengin hisapan nikmat memenuhi Indra pendengaran mereka. Hal itu membuat suasana lebih menggoda untuk menjelajahi dunia milik berdua.


Hingga Ella menepuk dada bidang Pangeran Castor berulangkali, bibir mereka akhirnya terlepas dengan nafas tersengal-sengal akibat pemanasan yang tak biasa bagi Ella dan juga Castor.


Belum sempat Ella menormalkan kondisi jiwa raganya, ibu jari Pangeran Castor menyelusuri bibirnya yang terlihat bengkak karena ulahnya sendiri.


"Bibir ini, sangat membuatku candu. Apakah ini ciuman pertamamu? aku merasakan saat awal ******* bibirmu terasa kaku menerima cumbuanku! apa benar yang aku katakan nona?" tanya Castor lembut.


"Tidak!" sangkal Ella pura-pura.


Pangeran Castor tersenyum tipis, walaupun demikian ia hanya mengangguk pelan seperti tahu jika Ella menyangkalnya.


"Kamu terlihat ahli berciuman Pangeran, sudah berapa banyak wanita yang telah merasakan milikmu ini? ah, sepertinya lebih dari yang aku bayangkan!" ucap Ella mengejek, namun demikian Ella merasakan ucapan dan hatinya saling bertolak belakang.


"Mengapa hatiku sangat sakit!" gumam Ella sedih.


Sementara Castor mengerutkan kening tidak suka dengan ucapan gadis di hadapannya ini.

__ADS_1


"Isi kepalamu sangat dangkal Nona! walaupun sebagai Pangeran yang memimpin Kerajaan Oxford bukan berarti aku seperti yang ada di pikiranmu itu," tukas Castor


"Tapi itu benar adanya, fakta jika kamu sangat ahli berciuman. Apa itu kurang jelas yang barusan saja kita lakukan tadi," kesal Ella.


"Kamu cemburu?"


Deg!!


Ella terdiam, mulutnya tiba-tiba terkunci, pertanyaan Castor membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa tapi apa benar dia cemburu?mengapa ia sangat kesal dengan ucapannya sendiri.


Ella berusaha menormalkan diri, ia langsung berdiri dan sedikit menjauh dari Pangeran Castor.


"Cemburu? yang benar saja, itu bukanlah diriku Pangeran Castor. Jangan terlalu percaya diri mengatakannya, seolah-olah aku terlihat cemburu!" ucap Ella.


"Benarkah itu? baiklah kalau begitu, lalu mengapa kamu disini?"


Ella menahan nafasnya beberapa detik. Pria ini selalu membuatnya mati kutu, jelas saja pertanyaannya sering kali mendesak tanpa tahu jika ia terlihat terjebak dalam situasi seperti ini.


"Aku hanya lewat saja!" ucap Ella yang terlihat konyol.


"Lewat untuk apa? bukankah tempat tinggalmu sangat jauh hanya untuk melewat tempat ini!


Ella kehabisan kata-kata. Sontak ia langsung mengepakkan sayapnya!


"Aku harus pergi sekarang. Satu lagi, ciuman tadi hanyalah kesalahan semata. Tidak usah mengungkitnya kembali jika kita bertemu, sampai jumpa pangeran!"


Ella kemudian membelakangi Pangeran Castor, segera ia terbang tinggi dan hilang di dalam hutan belantara wilayahnya.


Tatapan mata Pangeran Castor terasa tajam. Ella membuatnya naik pitam, bukankah mereka berdua menikmatinya! lalu mengapa ia mengucapkan jika itu kesalahan.


"Apa dalam pikiranmu seperti itu, kamu terlalu naif!"


Wajah Pangeran Castor terlihat tidak baik-baik saja. Ia akhirnya pergi dari sana dengan tatapan menghunus.


***


Ella kini sudah berada di inti Flamatia. Beberapakali ia melewati rumah pohon para Peri, matanya seolah tak tahan melihat cahaya kilau.


Berulang kali ia menutup mata agar pandangannya stabil. Sayang, Ella sudah tidak tahan hingga tubuhnya jatuh ke tanah dengan sangat keras.

__ADS_1


kesadarannya semakin menipis, ia berusaha memanggil burung Patih namun mulutnya seperti terkunci dan sudah untuk mengeluarkan suaranya.


Tak lama kemudian matanya sayu-sayu mulai tertutup sempurna dan sudah tidak sadarkan diri tanpa ada yang tahu bahwa Ratu Elaine atau Ella pingsan di tengah hutan inti Flamatia.


__ADS_2