Because Of The Forest Elf

Because Of The Forest Elf
BOTFE Bab 13 - Menyesal?


__ADS_3

BOTFE Bab 13 - Menyesal?


Dengan sekali tarikan nafas Ella lalu melanjutkan ucapannya. "Saling berciuman terlebih dahulu!"


Sunyi!!


Senyap!!


Ella menutup matanya setelah mengucapkan hal yang paling memalukan seumur hidupnya, memberi tahu kepada ketiga pria itu rasanya ia ingin mengubur dalam-dalam kepalanya di sungai.


Odilion dan Damon masih mencerna ucapan yang dilontarkan oleh Ella yang kini tengah memalingkan wajahnya.


Sedang Odilion tersenyum smirk mendengarnya. "Kamu yang mengaktifkannya namun malu mengatakan syarat unik itu, aku tidak percaya jika gadis sepertimu ini membuat syarat yang luar biasa mengagetkan!" gumam Castor dalam hatinya.


Sebenarnya Pangeran Castor sudah tahu jika Ella adalah orang yang telah mengaktifkan perbatasan. Pertemuan mereka dua hari lalu terbukti dari cara ucapan dan gerak gerik matanya yang seolah-olah memincing tidak suka dan disaat itulah Ia tahu bahwa Ella adalah Ratu Elaine dan dialah yang mengaktifkan perbatasan.


"Ehm ... Bisakah kau menjelaskannya secara rinci Ella?" ucap Castor yang langsung saja menekan ucapannya dengan tatapan dingin.


Tarikan nafas panjang namun sangat pelan, Ella lalu menatap Castor. "Aku tidak bisa menyembunyikan diri dari kalian, sepertinya ini adalah keputusan yang mungkin ... Tidak tepat, tapi demi akurnya dua kaum kita, aku akan menjelaskannya secara detail, jadi tolong dengarkan baik-baik."


Odilion mengerti akan ucapan Ella, "Semoga ini adalah keputusan yang baik untuk Ratu, terlepas dari itu aku akan melindungimu semampu yang aku bisa." Gumam Odilion dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Jati diriku sudah kalian kubocorkan pada kalian, hanya kalian berdua dan perbatasan tentu saja aku yang tahu bagaimana caranya untuk bisa mengendalikan pembatas itu. Syarat yang kubuat memang begitu adanya sebab itu sangat mustahil untuk kalian yang sangat penasaran dan mencari tahu bagaimana cara untuk bisa keluar masuk ke dalam dua wilayah, dan yah ... Itu, itu yang harus dilakukan. Makanya aku hanya mengijinkan orang yang penting-penting saja untuk bisa mengaksesnya." Ucap Ella panjang lebar.


"Saling memanggut b1bir yah! aku rasa itu sangat di luar nalar pikiranku, tapi karena itu adalah syaratnya yah boleh-boleh saja, aku tidak masalah dengan hal itu yang terpenting kita membutuhkan satu sama lain dan saling membantu jika ada hal-hal yang mengusik antar kaum kita." Tukas Castor tersenyum smirk dan itu membuat Ella malah menjadi was-was padanya.


"Baiklah, jadi selain aku Damon juga harus bisa mengaksesnya, sebab aku butuh dirinya yang akan membantuku dalam situasi apapun itu."


Ella lalu menatap pria yang bernama Damon, pria itu sangat kaku. "Aku harap dia bisa dipercaya Pangeran Castor."


Castor hanya mengangguk kecil saja, "Dan sekarang apa kita harus melakukannya Ratu Elaine? Daripada menunda-nunda lebih baik kita langsung saja menggunakan syaratmu itu?"


"Dasar pria mesum." Gumam Ella namun wajahnya sangat tenang menanggapi ucapan pria itu, "lebih baik begitu, agar kedepannya tidak terjadi untuk kesekian kalinya."


Castor lantas menarik cepat tangan Ella dan langsung membawanya pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, apa yang kau lakukan?" Terang Ella.


"Apa kau ingin memamerkan di depan mereka aksi kita hm?"


Ella lantas terdiam, saat ini mereka sudah berada di pinggiran sungai. Tempat yang sangat indah, air mengalir cukup deras sebab banyak bebatuan yang berukuran sedang di tengahnya tak luput juga bunga-bunga yang bermekaran indah di pinggiran sungai.


Pemandangan itu membuat Ella terlena dengan keindahan di depan matanya sampai-sampai pria yang ada disampingnya itu di mengacuhkan keberadaannya.


"Sudah puas hm!" tanya Castor sambil memegang dagu Ella yang sedikit lancip.


Pandangan keduanya langsung terkunci, Castor sungguh menikmati wajah Ella yang lebih cantik dari sekitarnya.


"Apa kau tahu, jika kamu sangatlah berbahaya dari musuhku di luaran sana." Tukas Castor yang masih setia memegang dagu Ella dengan ibu jari dan jari telunjuknya.


Sedang Ella tidak memahami maksud ucapan pria itu. "Aku tidak mengerti apa yang kamu ucapkan?"


Tidak berselang lama kedua bibir mereka saling memanggut.


Cup!!


Matanya mengerjap, sesekali melihat mata Castor yang sedang menatapnya juga.


Pangutan itu malah semakin buas dan dalam, Ella sudah kehilangan kendali atas dirinya ia lantas menutup matanya bersama dengan Castor.


Keduanya saling mengejar nikmat yang tak tertahankan.


"Emmm ... Ah!"


Akhirnya Ella mengeluarkan suara aneh yang membuat Pangeran Castor terpancing lebih dalam lagi, suara nikmat wanita itu membuatnya kehilangan kendali.


Kini tangannya tidak tinggal diam, hingga kegiatannya terhenti kala Ella menyudahi permainan mereka.


Keduanya masih saling berpelukan dengan wajah yang sedikit menjauh, nafas mereka masih terengah-engah menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Ada apa?" tanya Castor setelah cukup lama saling terdiam.

__ADS_1


Ella kemudian melepaskan pelukan Castor, dirinya masih belum percaya dengan apa yang telah terjadi barusan.


Cumbuan tadi sudah ke dua kalinya mereka lakukan. Ella berusaha untuk mendinginkan pikirannya.


"Aku tidak akan marah padamu sebab aku menikmatinya juga, tapi jika boleh waktu di ulang kembali sepertinya Pangeran tidak usah memanggut bibir lagi, karena kita sudah melakukannya saat malam itu." Ucap Ella tanpa ekspresi apapun yang sedang ia layangkan untuk pria yang ada di hadapannya itu.


"Jadi kamu menyesal?" tanya Castor yang terlihat mengernyitkan dahinya.


"Aku harus pergi, Odilion pasti khawatir padaku." Ella tidak menjawabnya ia lebih memilih mencari alasan dengan menggunakan nama Odilion.


Perasaanya sangat tak menentu, kondisi jantungnya tidak membaik setelah aksi panas itu terlebih ada yang terjadi sesuatu di sekitar mereka.


"Tapi apa?" gumam Ella.


Ella lantas memunculkan sayapnya dan terbang menjauh dari tempat itu.


Pangeran Castor membiarkan Ella pergi dengan raut wajahnya yang mulai tak bersahabat. Wanita itu sangat sulit ditebak.


Kembali dengan Odilion dan juga Damon. Kedua pria kaku itu belum mengeluarkan suara, sepertinya mereka masih setia dengan ke kekuannya.


Berselang beberapa menit akhirnya Damon menyerukan apa yang sedang dipikirannya belum lama ini.


"Seperti yang kau dengar dari pangeran Castor, aku juga harus mengakses perbatasan. Sebagai sesama pria kau sudah tahu maksudku bukan."


Odilion tersenyum sinis, namun ia tahu apa yang maksud Damon. "Wanita yang akan bercumbu denganmu bukan aku yang akan merekomendasikannya padamu tetapi ratu Ella-lah yang akan menentukan siapa wanita itu." Terang Odilion.


Damon tak berbicara lagi, ia lebih memilih diam.


Tak lama Ella datang menghampiri keduanya. "Odilion urusan dengan mereka telah selesai, kita kembali ke inti Flamatia!"


"Baik Ratu!"


Ella yang baru mengepakkan sayapnya tiba-tiba berhenti sebab ia melihat Damon yang menatapnya dengan serius.


"Apa kau memiliki saran untukku?" Tanya Damon kepada Ella.

__ADS_1


__ADS_2