Because Of The Forest Elf

Because Of The Forest Elf
BOTFE Bab 5 - Pemulihan Perbatasan Oxford dan Flamatia


__ADS_3

BOTFE Bab 5 - Pemulihan Perbatasan Oxford dan Flamatia


Ella membuka mata dan mengarahkan jari telunjuknya yang mengeluarkan cahaya hijau dan langsung mengarahkannya ke arah perbatasan.


Berselang kemudian perbatasan mulai saling menyatu, begitu cepat tertutup sempurna hingga bayangan perbatasan langsung mengeluarkan suara ledakan hebat yang menandakan jika perbatasan telah aktif kembali.


"Bruk ... Brukkk"


Ella dan para Peri lainnya menoleh ke arah samping kanan, setelah mendengar suara nyaring yang menghantam perbatasan yang baru saja tertutup.


"Kalian lihatlah apa yang terjadi disana!" ucap Ella yang langsung dituruti para Peri termasuk Odilion.


Setelah kepergian peri-peri tadi, Ella menatap lurus ke depan tempat kawasan kerajaan Oxford.


Terlihat jauh diseberang sana, kerajaan Oxford sangatlah megah dan menjulang tinggi di wilayah tersebut, indah dan mengagumkan.


"Ingin sekali aku melihat rupa wajah pangeran Castor. Apakah ia setampan dengan tokoh yang ada di novel Forest Fairy Legend? kalau memang iya, aku harus membuatnya jatuh cinta kepadaku," canda Ella dengan senyum tipisnya.


"Ratu ...!"


Odilion menghampiri Ella, "Beberapa penyihir Oxfam terjebak di hutan ini, mereka cukup terluka parah saat melewati perbatasan untuk keluar dari Flamatia," ucap Odilion.


"Apakah para Peri sudah membawa mereka ke inti Flamatia?"


"Sudah Ratu!"


Saat ini yang tersisa untuk mengawal Ella ada enam peri termasuk Odilion, "aku kesusahan memanggil kalian, tidak mungkin aku akan menghafal satu per satu nama dari setiap peri yang tinggal di Flamatia. Untuk itu aku memutuskan memangil kalian peri pria dengan sebutan Peri Fla dan wanitanya akan aku panggil peri Matia."


"Apa kalian keberatan?" tanya Ella memastikan.


"Apapun yang terbaik bagi kami, kami serahkan pada Ratu."


"Baiklah, Odilion aku ingin melihat kerajaan Oxford secara dekat."

__ADS_1


Odilion langsung merubah mimik wajahnya, tanda tidak setuju.


"Ratu sepertinya jangan sekarang, bahaya jika kita kesana. Saat ini para penyihir tahu jika ratu sedang sakit selama tiga tahun belakangan dan itu tidak memungkinkan jika salah satu dari mereka melihat Ratu berkeliaran di wilayah mereka, kemungkinan besar penyihir itu akan membahayakan ratu kembali." Ucap Odilion.


Para peri Fla juga menggelengkan kepala agar Ella tidak akan kesana, "Ratu baru sehari sembuh sebaiknya ratu tidak kemana-mana, kami takut ratu kembali sakit." Ucap salah satu peri Fla.


Ella menarik nafas pelan, "Aku tidak akan kenapa-kenapa, kalian tidak lihat saat aku melawan Meana tadi! jadi untuk apa aku takut dengan penyihir bodong yang ingin mencelakaiku kembali, tenang saja."


"Aku akan tetap kesana, jika kalian tidak ikut terserah." Ella langsung mengepak sayapnya dan melewati perbatasan.


Odilion sudah tidak punya pilihan, ratu mereka kali ini keras kepala. "Awasi setiap pergerakan penyihir jika melihat ratu Elaine dan pastikan ratu tidak mengalami hal buruk," ucap Odilion yang langsung di anggukan oleh peri lainnya.


Ella tersenyum tipis dikala Odilion sudah berada disampingnya.


"Ratu berhati-hati lah, kita sudah hampir sampai!"


Sementara itu di dalam kastil para menteri menunggu pangeran Castor di aula rapat untuk membahas hal penting yang tiba-tiba mendesak.


"Perbatasan sudah tersegel kembali, entah siapa yang melakukannya? tidak mungkin para elf." Ucap Siddiq berbisik pelan kepada Arimbawa.


"Hem, kaum mereka lemah, sampai sekarang masih dijajah dan mungkin saja perbatasan kembali berfungsi hanya awal perlindungan saja!" tukas Siddiq.


"Kita lihat saja!" Arimbawa terkekeh pelan hingga kekehannya berhenti saat matanya bertabrakan dengan mata Pollux.


Mata yang tajam, dan tatapan terkunci milik Pollux membuat Arimbawa langsung mengalihkan perhatian.


Pangeran pertama tiba di aula. Para menteri yang semula duduk kini langsung berdiri dan menunduk saat Castor melewati mereka.


Kursi singgasana begitu megah saat Carlos duduk disana, tak jauh darinya Pollux sang adik membungkukkan badan sebagai tanda hormat saat kakaknya kembali duduk disana.


"Duduklah!" perintah Castor.


"Kalian pasti sudah mendengar isu perbatasan yang mulai aktif kembali namun tersegel. Secara kita tahu bahwa ratu Elaine sakit selama tiga tahun dan itu tidak mungkin jika ratu Elaine yang melakukannya ditambah mereka sering dijajah oleh para kelompok Oxfam," ucap Castor.

__ADS_1


"Sebagai pangeran pengganti raja sebelumnya, saya tidak akan segan-segan membunuh jika diantara kalian ada yang mencoba mengganggu Flamatia dan memata-matai para Elf."


Orang-orang disana berbisik satu sama lain dan saling melirik kesana kemari, "Pangeran Castor bukankah selama ini para Oxfam yang menjadi mata-mata dan hampir menghabisi hewan spesial dan mengambil pohon spesial dan tumbuhan yang bermanfaat untuk keperluan pribadi mereka, sedang kita kaum Oxford sama sekali tidak melakukannya, mengambil keuntungan saat ratu Elaine tiada dan itu sangat keberatan bagi kami," ucap salah satu menteri pemberdayaan hutan Oxford.


"Oxfam masih bagian dari Oxford. Sama-sama penyihir namun mereka memisahkan diri dengan kita, siapa yang tidak tahu diantara kalian bersekongkol dengan mereka, saat ini aku tidak akan mentoleransi jika hal yang aku maksudkan benar terbukti. Jika hal itu terjadi acara penggal akan kalian dapatkan atau lebih dari itu juga karena ini sudah keputusan yang sudah di atur oleh raja kita terdahulu dengan ratu Elaine," ucap Castor.


Castor lalu meninggalkan aula, "Kita pergi ke pasar Barata, siapkan kuda untukku Damon!"


"Baik Pangeran!"


Lain halnya suasana aula, para menteri membicarakan ucapan pangeran Carlos, "Jika itu benar, ada musuh dibalik selimut. Sepertinya kita harus mewanti keadaan ini sekarang, pangeran Castor tidak akan main-main kali ini." Para menteri membenarkan ucapan Siddiq.


Arimbawa tidak ikut dalam perbincangan yang menurutnya menghabiskan waktu saja, "itu tidak akan mungkin terjadi." gumam Arimbawa tersenyum tipis.


Entah apa maksud pria tua itu yang jelas dirinya tidak suka dengan sikap dingin pangeran Carlos apalagi adiknya Pollux.


Odilion berada tepat di samping Ella, sesekali melirik ke arah ratunya dengan pandangan berbeda, "Ratu, tidak ada apa-apa ditempat ini! apa yang ratu cari?" tanya Odilion.


"Informasi! aku butuh informasi mengenai putri Meana, aku merasakan baunya akan datang."


Ella bersama para peri lainnya bersembunyi di balik pohon yang memiliki daun lebar serta berbagai macam pohon lindung milik kerajaan Oxford dan itu memungkinkan mereka bisa mengumpat tanpa ada yang tahu.


Seperti yang diucapkannya, Putri Meana datang bersama dayang-dayangnya.


"Ternyata benar, perbatasan Flamatia dan Oxford kini pulih kembali. Hem mengagumkan, siapa yang melakukannya! setahuku para Peri elf sangatlah bodoh dan lemah apalagi ratu mereka."


"Hahaha menyedihkan!"


"Itu benar putri Meana, sampai sekarang mereka tidak pernah lagi datang ke wilayah Oxford sebab mereka takut kepada kita." Ucap salah satu dayangnya.


"Haha kau benar, apalagi Ratu Elaine sudah tidak teringat oleh Pangeran Castor dan itu memudahkanku untuk menjadikan aku sebagai satu-satunya wanita Pangeran!"


"Tapi putri sampai sekarang pangeran Castor masih belum jatuh cinta pada putri," terang seorang dayang.

__ADS_1


"Kau! tidak bisakah mulutmu tidak mengatakan hal itu." Meana marah, dayang itu ketakutan saat melihat tongkat miliknya mengeluarkan asap hitam.


__ADS_2