Because Of The Forest Elf

Because Of The Forest Elf
BOTFE Bab 21 - Mempersiapkan Mental


__ADS_3

BOTFE Bab 21 - Mempersiapkan Mental


"Untuk apa kamu mempertanyakannya, sedang kami yang dari kaumnya saja tidak pernah menanyakan ini secara langsung kepada Ratu Elaine!"


"Tidak perlu berusaha mencari tahu siapa Ratu kami Pollux! kamu tidak berhak melakukannya, lebih baik secepatnya kamu pergi dari sini."


"Sayangnya aku masih belum pulih. Ratu kalian setidaknya masih ingin menanganiku, lalu untuk apa aku pergi secepatnya jika dia ingin menolong! sudahlah, bicara padamu serasa muak bagiku!.


Odilion memandangi Pollux yang melangkah pergi. Sebenarnya ia memiliki pikiran yang sama dengan Pollux, hanya saja ini terlalu membahayakan kedamaian Flamatia, jika hal ini diungkit-ungkit ke permukaan!


Terlepas dari semua, Odilion tetap melindungi Ella di manapun dan kapanmu itu. Ratunya sudah benar-benar melindungi Flamatia sekarang.


Pollux yang baru saja masuk ke dalam, seketika kaget melihat sosok gadis yang sedang berdiri tepat di depan jendela kamar.


"Darnia! apa itu kau?"


"Hm, kamu darimana? aku menunggu dari tadi! ini makalah, aku membuatkan sup daging rusa untukmu."


"Terima kasih, tadi aku ke belakang. Ada Odilion juga disana, kami hanya berbincang-bincang!"


"Benarkah! wah, kalian terlihat mulai dekat!"


"Tidak juga! Oh iya, apa Ratu kalian mengirim ramuan hari ini untukku Darnia?" tanya Pollux.


"Belum ada! biasanya Ratu Elaine langsung memberikannya padaku, tapi hari ini Ratu Elaine sepertinya lupa, mungkin besok Ratu akan memberikan ramuannya!"


Pollux lantas menyuapi sup itu ke dalam mulutnya, rasa nikmat dari rempah-rempahnya begitu pas di lidahnya, "Ini sangat enak, kamu sangat pandai memasak Darnia!"


Darnia tersenyum malu-malu. "Terima kasih pujiannya, kamu habiskan saja. Aku akan kembali ke kamarku!"


"Hm, selamat tidur Darnia." ucap Pollux ramah.


Darnia kemudian keluar dari dalam kamarnya. Debaran jantungnya sudah tidak dapat dikondisikan lagi.


***


"Fridena! aku butuh Gaun pesta yang indah untukku. Di lemari semuanya terlihat biasa-biasa saja."


Sementara Fridena yang mendengarnya tersenyum simpul! bagaimana tidak gaun yang dibilang Ella katanya terlihat biasa-biasa semua, yang benar saja. Gaun Ella semuanya sangat cantik dan elegan, apalagi jika dipakai oleh Ella sendiri, aura kecantikannya dan juga gaun tersebut sangatlah sempurna jika dipasangkan dan itu tidak bisa dilewatkan untuk sekedar dipandang sebelah mata.

__ADS_1


"Gaun yang seperti apa yang ingin Ratu inginkan? Saya akan menyediakannya sekarang juga."


"Em, sini aku bisikkan padamu!"


Ella dan Fridena terlibat pembicaraan serius. Pelayan setia Ella manggut-manggut saja setelah mendapatkan perintah yang membuatnya begitu tercengang.


"Ratu, jika gaun yang diinginkan modelnya seperti itu. Cukup memakan enam hari ke depan gaun itu siap di gunakan, apa Ratu bisa menunggunya?"


"Bisa! yang penting perancangnya sukses membuatkan gaun yang ingin kuminta."


"Tenang saja Ratu, saya akan pastikan semuanya sempurna. Tapi, Ratu akan memakainya di acara apa? sedangkan perayaan besar Flamatia masih sangat lama."


"Astaga! aku lupa memberitahukan pada kalian. Tunggulah besok, aku akan memberikan pengumumannya pada kalian semua."


Fridena sangat penasaran, gaun-gaun yang berserakan di tempat tidur di rapikannya kembali ke tempat semula.


"Semuanya telah selesai Ratu, kalau begitu saya izin keluar!"


"Oke Fridena, tutuplah pintunya jika kamu sudah keluar!"


Perasaan Ella tidak menentu, disisi lain apakah ia harus hadir di kerajaan Pangeran Castor atau bagaimana.


Ini membuatnya terlihat plin-plan. "Sebaiknya aku harus menemui Odilion untuk mencari solusinya."


Hingga beberapa menit kemudian pria itu muncul di jendela kamarnya.


Keduanya saling berhadap-hadapan dengan dibatasi oleh dinding pohon.


"Ada apa Ratu!"


"Begini Odilion, kamu masuklah terlebih dahulu ke kamarku!"


Pria itu menurut lalu menghentikan kepakan sayapnya setelah masuk ke dalam kamar Ella.


"Odilion, aku merasa ragu untuk datang ke pesta itu. Apa tidak membahayakan jika kita akan kesana? terlebih beberapa Peri ikut serta juga dalam pesta itu."


"Kita sudah membahas ini Ratu Elaine. Menurut saya, lebih baik menerima tawaran Pangeran Castor. Apalagi ratu mengiyakan pesta itu untuk tujuan tertentu."


"Tenang saja, Para Peri bisa menjaga diri jika ada hal-hal yang terjadi saat di pesta nanti. Ratu juga bisa mengatasinya bukan, lalu apa yang harus ditakutkan lagi!"

__ADS_1


Ella menghela nafasnya panjang, ia malah mengingat ucapan Ratu Elaine! musuh akan berdatangan jika dia belum menyelesaikan misinya itu, apalagi Ella akan memasuki kerajaan Oxford yang entah ada musuh atau tidak disana.


"Aku harap tidak akan ada yang terjadi di pesta itu nantinya!"


Mata Ella tidak sengaja melihat sebuah benda yang begitu dikenalnya. Benda itu mengintip malu-malu di balik baju bagian dada Odilion.


Tangannya refleks menjulur di hadapan Odilion, namun belum sampai jari-jarinya menggapainya. Burung merpati miliknya langsung bertengger di pergelangan tangannya.


"Ah pantas saja Ratu mengangkat tangan, ternyata burung ini ingin bertengger!" baiklah Ratu, saya pergi dulu. Selamat malam!"


"Ba-baiklah Odilion, selamat malam juga untukmu.


Odilion kemudian keluar dari jendela, hingga pria itu sudah tidak terlihat.


"Patih! aku sedikit kesal padamu, tapi tidak apa setidaknya aku masih sayang padamu. Hm, tapi aku seperti mengenal benda itu tapi apa?"


Burung merpati lalu terbang ke sangkarnya, sedang Ella membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Aku harus mempersiapkan mental saat di pesta nanti, setidaknya aku bisa mencari tahu siapa orangnya yang memiliki pedang naga di Kerajaan Oxford. Misi pertamanya harus selesai secepat mungkin!"


Keesokan Pagi, para penghuni Inti Flamatia sudah berkerumunan di tempat pusat sungai hutan Flamatia.


Ella sudah berdiri di atas batu yang pernah menjadi saksi bisu ia hidup kembali.


Dipandanginya para Peri Flamatia, mulai dari anak bayi yang sedang digendong ibunya, anak-anak yang sedang berkelompok, para remaja-remaja setengah dewasa dan juga Peri pria dan wanita yang seusia dengannya, serta peri-peri yang sudah rentan alias manula.


"Aku memerintahkan kalian semua untuk berkumpul karena sesuatu hal yang penting, enam hari lagi kerajaan Oxford akan melakukan pesta besar-besaran yang akan menyambut kita Peri Flamatia."


Prokk!!


Prokkk!!!


Tepukan tangan para Peri begitu meriah. Wajah mereka terlihat senang disana.


"Sebagian dari kita akan datang kesana, karena hanya para Peri remaja dan dewasa yang bisa ikut serta dalam pesta itu, selebihnya tidak ada. Satu lagi, kalian juga diharuskan menggunakan topeng mata! saat disana tetaplah waspada dengan keadaan sekitar, kita tidak tahu akan ada apa yang terjadi."


"Mengingat ini pertama kalinya kita keluar dari Flamatia setelah tiga tahu terakhir, pasti ada beberapa yang ingin melukai kita para Peri, terutama kaum Oxfam yang sudah jelas musuh lama kita. Aku harap kalian akan baik-baik saja disana dan pulang dalam keadaan selamat!"


"Apakah ada pertanyaan dari kalian mengenai hal ini?" tanya Ella.

__ADS_1


"Saya Ratu!"


.....!!!


__ADS_2