Because Of The Forest Elf

Because Of The Forest Elf
BOTFE Bab 2 - Bertransmigrasi Di Dunia Aneh


__ADS_3

BOTFE Bab 2 - Bertransmigrasi Di Dunia Aneh


Ella masih memikirkan nasib Ratu Elaine, saat ketika sang Peri hutan meminta untuk ditenggelamkan di sungai oleh pengikut setianya.


Tak terasa air mata Ella bercucuran. Ia terharu dan merasa kesal kepada Penyihir Putri Meana.


"Ternyata Putri Meana menyihir Pangeran hingga lupa ingatan, tidak itu saja ia juga menyihir semua kaum Oxford. Hanya demi cintanya yang tak terbalaskan ia melakukan perbuatan keji, ditambah ayahnya yang bernama Arimbawa menginginkan kerajaan Oxford untuk dipimpinnya. Ingin sekali aku membalas perbuatan mereka berdua dan membalikkan keadaan semula, sayangnya ini hanya cerita," ucap Ella sedih.


Era menutup novel itu kembali dan menaruhnya di atas meja, sesaat buku novel itu kembali mengeluarkan sinar. Tidak lama setelah itu, sinarnya meredup kembali seperti semula.


"Ini sungguh-sungguh aneh aku harus mengembalikan buku itu lagi, harus!"


Keesokan harinya Ella melayani para pembeli yang berbondong-bondong membeli kayu bakarnya tanpa embel-embel mencemohnya. Ella tersenyum tipis kala tangannya memegang setiap lembar uang yang dihasilkannya pagi ini.


"Habis terjual, tumben sekali banyak yang membeli."


Ella bergegas merapikan tempatnya dan segera membeli bahan makanan serta kue jajanan di sana.


Setelah kembali dari pasar, ia segera memasak untuk sarapan paginya. Selesai dengan urusan perutnya Ella kemudian masuk ke dalam kamar.


"Astaga!" kaget Ella meringis ketakutan, "Bukunya terbang!"


Ella mengambil sapu dan memukul novel yang terbang gelisah disana hingga akhirnya novel tersebut jatuh ke bawah.


"Aku harus mengembalikannya ke tempat semula, buku ini memiliki aura menakutkan!"


secepatnya Ella pergi dari rumah dan langsung berlari kencang ke arah hutan hijau.


Sesampainya di hutan selatan, Ella langsung mengikuti petunjuk arah yang sebelumnya sudah ia buat untuk bisa sampai ke tempat sungai itu berada.


Saat sampai suasana sungai itu tidak seperti kemarin ia datangi, dan itu menyeramkan. Merinding tentu saja, Ella segera menuju ke arah batu besar tempat novel itu ditemukannya.


"Sebaiknya buku novel ini disini saja daripada aku menyimpannya di tempatku lama-lama aku kena imbasnya telah mengambil buku ini sembar__"


Akh ... "


Suara teriakkan menggema begitu saja!


Sebuah angin kencang seketika muncul dari arah berlawanan.Ella tercebur di sungai karena dorongan angin kencang tersebut, tubuh Ella tengelam sempurna, ia berusaha berenang ke dasar namun sesuatu dari bawah air malah mengisapnya kuat hingga Ella tengelam lebih dalam di sungai itu.


"Kenapa tiba-tiba sungai ini sangat dalam," gumam Ella sebelum menutup matanya sempurna.


Dan Ella meninggal setelah tenggelam cukup lama.

__ADS_1


***


Sebuah pusaran air sungai di hutan Flamatia seketika berputar-putar di satu titik. Odilion dan para peri hutan lainnya terkejut setelah melaksanakan perintah ratu Elaine untuk ditenggelamkan di sungai, yang saat ini mereka kelilingi.


Sebelum itu terjadi, tubuh ratu Elaine langsung tenggelam dan hilang begitu saja. Para Peri Flamatia menangis menjerit-jerit, tangisan demi tangisan menjadi saksi bisu wafatnya ratu Elaine malam itu juga.


Namun kesedihan para Peri sirna ketika sungai itu berputar hingga memunculkan sebuah pusaran air di tengahnya.


Beberapa saat kemudian sosok wajah yang sangat dikenali mereka muncul di sana, namun sedetik kemudian mereka terheran dengan perubahan tubuh ratu Elaine yang terlihat berisi dan sangat elok.


Fridena yang berada di samping Odilion langsung saja menyentil lengannya, "Cepatlah angkat ratu Odilion, jangan sampai ratu tenggelam lagi!" perintah Fridena yang terlihat panik.


Sedang Odilion yang terdiam cukup lama langsung saja bergerak setelah mendengar teriakkan halus dari Fridena.


Odilion lantas mengangkat Ella hati-hati dan membawa tubuhnya di atas batu yang mirip tempat tidur segi empat, di setiap pinggiran batu di tanami bunga-bunga yang bermekaran indah disana.


Semua peri mengelilingi sang ratu dengan pandangan yang berbeda-beda, namun hati mereka bercampur aduk, ada yang senang ada pula yang heran dengan situasi saat ini.


"Kakak apa yang terjadi dengan ratu kita?" tanya Darnia kepada Odilion.


"Entahlah, tapi kakak harus menyelamatkan ratu Elaine dulu."


Odilion menekan bagian atas dada Ella berulang kali, ia tidak mungkin menyihir sang ratu jika keadaan darurat seperti ini.


Setelah cukup lama akhirnya Ella langsung terbatuk-batuk dan menghirup udara sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan suara gemuruh senang serta tepukan tangan yang begitu memekakkan telinganya.


Akhirnya aku bisa bernafas dengan baik hanya saja dadaku begitu sakit karena tekanan kuat yang aku dapatkan dari seseorang belum lagi hidungku yang sakit karena air yang tersedak di dalam lubang hidungku.


Berselang kemudian aku baru menyadari sesuatu, yah sesuatu yang membuatku tercengang melihat manusia aneh bersayap.


"Kalian siapa?"


Aku bertanya dengan bibir bergetar dan mereka malah terdiam memandangiku, kini aku ketakutan dan langsung menekuk kedua kakiku, berusaha melindungi diri dari orang aneh-aneh itu.


Aku melihat ke sekeliling lagi, mereka malah menatapku keheranan seperti tak percaya dengan tingkahku yang ketakutan terhadap mereka.


"Ratu apa ratu baik-baik saja, apa yang terjadi saat ratu tengelam tadi?" ucap seseorang yang begitu tampan namun terlihat sangat cemas kepadaku.


Aku baru ingat jika sebelumnya aku tengelam di sungai saat pagi tetapi yang aku lihat sekarang sudah gelap, artinya ini sudah malam.


"Ini sudah malam? bukankah masih pagi?" tanyaku sendiri.


Ini sangat aneh hingga aku mencubit kedua pipiku agar semua ini hanyalah mimpi belaka untuk meyakinkan diri sendiri.

__ADS_1


"Ini mimpi, yah ini adalah mimpi ..." gumamku demikian.


"mimpi apa Ratu!" ucap Odilion keheranan dengan tingkah ratu Elaine-nya.


Aku terpaku dengan ucapan manusia jadi-jadian di hadapanku, dengan keras aku langsung menampar wajahku untuk lebih meyakinkan."


"Akh sakit!"


"Ratu Elaine, jangan menyakiti diri sendiri. Jika aku tahu seperti ini jadinya, aku tidak akan menuruti kemauan ratu untuk menenggelamkan ratu di sungai. Aku sangat bersalah hingga membuat ratu kehilangan ingatan seperti ini," ucap Odilion sedih.


Mata pria itu sudah berkaca-kaca, merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya hanya demi menuruti perintah konyol sang ratu.


Para peri kembali bersedih. Mereka sangat prihatin dengan kesehatanku, sungguh di luar nalar mereka semua, jika aku yang mereka maksudkan adalah ratu Elaine yang hilang ingatan.


Aku mulai sadar dengan situasi yang terjadi saat ini. Aku langsung terkoneksi dengan novel yang baru semalam aku baca.


Jadi ceritanya aku berpindah ke tempat ini?, maksudku berpindah dimensi dan jiwaku berpindah ke tubuh ratu Elaine namun dengan bentuk tubuhku yang asli tapi tidak wajahku, wajah yang menyerupai ratu Elaine!.


Sempurna, aku dalam masalah besar kali ini.


___


Sayu-sayu Ella merasakan memori demi memori ingatan dari ratu Elaine yang masuk terus menerus ke dalam pikirannya.


Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan berupaya untuk menghentikan semua kenangan ratu Elaine yang langsung menyatu dengan akal pikirnya.


Sekuat tenaga Ella menopang kepalanya dengan kedua tangan yang memegangi di kedua samping kepala.


Rasanya sangat sakit hingga tubuhnya oleng ke kanan, namun belum sempat tubuhnya kembali jatuh Odilion dengan sigap menyangga tubuhnya.


Ella lantas memejamkan matanya, menerima semua yang terjadi.


"Aku masuk di novel Forest Fairy Legend, dimensi ala-ala sihir dan kisah cinta menyedihkan ratu Elaine.Terlebih akhir cerita hidupnya sangatlah menyesakan dada saja," gumam Ella.


Apa kamu, Odilion?" tanya Ella.


"Iya Ratu, aku pengikut setiamu dan juga Fridena pelayan setiamu juga."


Sedang Fridena memajukan diri di hadapan Ella lalu menundukkan kepala tanda hormat.


Ella kemudian mengangkat tangannya tanda menyudahi aksi wanita itu, kemudian tatapannya beralih ke seluruh rakyat peri yang begitu banyak di hadapannya, bertebaran di mana-mana dengan sayap yang mengepak sempurna di belakang punggung mereka.


"Aku sudah paham. Saat ini aku adalah ratu Elaine, ratu Flamatia yang tidak sengaja bertransmigrasi di dunia aneh ini, belum lagi aku harus mematahkan sihir putri Meana untuk mengembalikan keadaan normal seperti sedia kala dan mengubah jalan cerita novel ini, agar kekasihku Castor tidak direbut olehnya lagi, yah kekasih ratu Elaine juga, gumam Ella menyemangati diri sendiri.

__ADS_1


"Odilion, aku butuh istirahat!"


Odilion dengan sigap membantu Ella untuk berdiri, kemudian Fridena menyangga sisi kiri Ella untuk membantunya terbang bersama menuju rumah pohon milik ratu Elaine.


__ADS_2