Because Of The Forest Elf

Because Of The Forest Elf
BOTFE Bab 18 - Kedatangan Pangeran Castor


__ADS_3

BOTFE Bab 18 - Kedatangan Pangeran Castor


Semenjak hilangnya Pollux lima hari lalu, orang-orang yang ada di kastil selalu membahas tentangnya.


Pangeran Castor masih belum mendapatkan kabar baik dari para prajuritnya. "Damon, anak itu sebenarnya pergi kemana. Apa dia tidak tahu jika saat ini dirinya sedang menjadi orang hilang yang sedang dicari? Pollux sangat susah untuk dikendalikan." Ujar Castor yang memandang arah hutan dengan pandangan lurus.


"Pangeran, pangeran Pollux pasti sedang memiliki niat tertentu untuk tidak kembali dulu ke kastil atau mungkin saja ia sedang bertapa untuk menambah kekuatannya." Terang Damon.


"Tapi ini sangatlah aneh, Pollux hilang tanpa memberi tahu biasanya jika ia pergi cukup lama akan memberitahu kepadaku dan ini bukanlah dirinya." Ucap Castor yang tahu betul dengan sifat Pollux yang satu ini walaupun tidak semuanya tahu karakter sang adik kandungnya.


Pangeran Castor sejenak berpikir untuk mencoba datang ke Flamatia dan menanyakan langsung keberadaan Pollux jika wanita itu tahu di mana adiknya itu berada.


"Sebaiknya aku pergi ke Flamatia untuk menanyakan langsung kepada wanita itu, hanya dia satu-satunya yang bisa membantu kita menemukan Pollux."


"Jika Pangeran ingin, sebaiknya pangeran segera kesana!"


Pangeran Castor lantas meninggalkan kerajaan dan segera hilang begitu saja bagai angin berlalu yang melintas begitu cepat hingga bayangannya tak terlihat sama sekali.


Damon sungguh tidak menyangka jika wanita bernama Ella itu mampu membuat Pangeran Castor penasaran akan sosoknya.


"Aku berharap pangeran bisa mendapatkan apa yang menjadi miliknya itu hingga membawa kebahagiaan untuk Pangeran sendiri tanpa orang lain yang mengusiknya."


Damon lantas bergegas masuk ke dalam kastil menuju peradabannya.


Sekarang Pangeran Castor sudah berada di perbatasan. Pertama kalinya ia menjejakkan kaki di tanah Flamatia, kepalanya tiba-tiba merasakan pusing, pusing ketika sebuah ingatan-ingatan kecil masuk ke dalam memori yang tak jelas tergambarkan.


"Ada apa ini, kenapa aku merasa sangat familiar di tempat ini? Seperti aku pernah datang dan terbiasa disini."


Pangeran Castor mencoba mengumpulkan serpihan ingatan itu namun sedetik kemudian sebuah suara sapaan datang menghampirinya.


"Selamat datang Pangeran Castor, apakah pangeran akan berkunjung ke inti Flamatia?"


Pangeran Castor segera merubah mimik wajahnya, yang tadinya kesakitan sekarang terlihat raut di dingin dan tenang.


"Yah, aku ingin bertemu dengan ratu kalian. Hantarkan aku kesana."


"Baik Pangeran.


Peri penjaga hutan selatan itu menunjukkan arah tempat inti Flamatia.


Sesampainya di sana, Pangeran Castor lantas di bawah ke rumah Ella.

__ADS_1


Dan disinilah Pangeran Castor, masuk tanpa permisi dan berjalan santai tanpa memperdulikan tatapan tak suka daripada Peri Fla, berbeda dengan peri matia yang terkagum-kagum dengan sosok tubuh tegak yang sangat mengiurkan pemandangan yang tak lazim untuk mereka.


Sebab Pangeran Castor adalah pangeran yang mampu melumpuhkan para wanita yang mudahnya tergoda oleh pesonanya itu.


"Dimana ratu kalian, aku ingin bertemu dengannya?"


Fridena yang sebelumnya diberitahukan oleh salah satu pelayan disana bahwasanya pangeran Castor sedang berada di dalam rumah Ella, segera saja datang untuk bergegas pergi ke tempat pria itu berada.


"Maaf Pangeran saat ini Ratu belum ...,"


"Belum apa?" tanya Castor saat pelayan matia tidak melanjutkan ucapannya.


"Ratu hari ini belum bisa di ganggu, dan sekarang Ratu Elaine masih berada di kamarnya. Aku harap Pangeran Castor dapat menerimanya." Ucap Fridena yang langsung menyahut pertanyaannya.


"Baiklah, aku akan menunggu disini."


Fridena mengangguk tanpa bersuara, kali ini ia buru-buru melangkah ke arah kamar Ella.


Tok!


Tok!!!


Berulang kali Fridena mengetuk pintu, tetap saja sang empunya belum membukakan pintu kamarnya.


Seorang pelayan yang ada di belakang Fridena menyahuti ucapannya.


"Pasti kedatangan Pangeran ke sini karena hal sesuatu."


"Oh tidak! Ratu Elaine hari sudah siang ... Ratu Elaine!" Teriakan kecil Fridena langsung membuat Pangeran Castor segera menghampiri mereka.


"Ada apa?" tanya Castor.


""Oh maaf pangeran, sepertinya Ratu sedang tidak enak badan dan mungkin ratu kesusahan di dalam untuk membukakan pintu."


Ucapan Fridena membuat rasa khawatir Pangeran Castor timbul. Ia langsung memposisikan diri di depan pintu kamar Ella, hingga para pelayan mundur di buatnya.


Dengan tenang Pangeran Castor menggunakan mantranya, beberapa detik kemudian tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri dengan cukup lebar.


Pangeran Castor lantas masuk dan menatap sosok wanita yang tertidur pulas dengan posisi yang kurang baik, seperti arah jarum jam.


Kepala yang harusnya di tempat yang seharusnya, malah terbalik sempurna di posisi tempat kaki, alhasil gaya tidur Ella tidak mencerminkan seorang ratu pada umumnya.

__ADS_1


Pangeran Castor menarik nafasnya dalam-dalam setelah melihat posisi tidur Ella yang sangat ekstrim itu.


Gaun Ella terangkat hingga bagian atas lutut.


Kakinya yang jenjang membuat Pangeran Castor kelimpungan.


"Aku menunggu diluar, segera bangunkan ratu kalian!" ucap Castor kemudian merenggang pergi meninggalkan para pelayan yang terdiam kaku setelah aksi Pangeran Castor sesaat melihat keadaan ratu mereka tertidur dengan posisi tak masuk akal itu.


Fridena buru-buru mendekat ke arah Ella dan mencoba menyentuh lengannya.


"Ratu bangunlah, Pangeran Castor sedang disini ... Ratu!!"


Beberapa kali Fridena menggoyangkan lengan Ella hingga akhirnya terbangun juga.


"Ada apa Fridena?" Sambil bangun dan duduk menghadap ke arah para pelayannya, tak lupa ia mengucek matanya yang sangat berat itu.


"Pangeran Castor sedang berkunjung disini Ratu!"


Ella mencerna ucapan Fridena dengan lamban hingga akhirnya.


"APA!! datang berkunjung? Dimana dia?" Tanya Ella beruntun.


"Pangeran sedang di ruangan tengah saat ini, Ratu!"


"Tunggu disini? rumahku?" Ella mencoba meyakinkan ucapan Fridena.


Sedang Fridena mengangguk beberapa kali.


"Astaga!!! Cepat bantu aku membersihkan diri."


Ella buru-buru bergerak cepat, pikirannya terlihat tidak karuan. Pria itu membuatnya mati kutu saat dirinya belum siap sedia dalam menjalani aktivitasnya terutama ia yang bangun kesiangan saat ini.


"Memalukan sekali, apa dia berpikir yang tidak-tidak terhadapku? Huu bisa-bisanya seorang Ratu bangun kesiangan begini ... Ya ampun, aku harap ini terakhir kalinya aku begini." Gumam Ella.


Ella kini sudah berhadapan dengan Pangeran Castor. Pria itu terlihat biasa-biasa saja, seperti tidak ada yang terjadi beberapa menit yang lalu.


Fridena menerangkan perihal kejadian tadi saat Castor mencoba masuk ke dalam kamarnya.


Ella tidak marah pada Castor hanya saja ia malu sangat malu kepada pria itu, melihat kondisinya saat tidur tadi.


"Huu membayangkan saja saat aku mengeluarkan air liur itu memalukan sekali." Gumamnya kemudian.

__ADS_1


"Pangeran Castor, tumben datang berkunjung ke Flamatia! Apa Pangeran menginginkan sesuatu?"


"Yah benar, aku menginginkan sesuatu. Lebih spesifiknya ingin bertanya soal ..."


__ADS_2