Because Of The Forest Elf

Because Of The Forest Elf
BOTFE Bab 22 - Kemunculan Gusto


__ADS_3

BOTFE Bab 22 - Kemunculan Gusto


"Saya Ratu!"


Semua orang memandangi seorang pria yang sedang mengendong bayinya.


Pria itu mulai mengambil ancang-ancang untuk memberikan pertanyaan pada Ella.


"Ratu! bukankah selama ini nyawa kita selalu terancam, walaupun perbatasan telah aktif kembali. Pertanyaan saya ketika Ratu dan Peri-peri lainnya di luar Flamatia, apakah para Penyihir Oxfam akan datang juga ke pesta tersebut? lalu apakah kami yang tersisa di sini akan aman jika tidak ada pengawasan dari Ratu sendiri?" tanya pria itu.


Para Peri Flamatia terlihat setuju dengan ucapan pria yang mengendong bayinya itu, tatapan mereka kini tertuju ke arah Ella yang terlihat tenang di sana.


Sementara Odilion dan Fridena terlibat adu pandang di belakang samping kiri kanan Ella.


"Pertanyaan yang bagus! aku akan menjawab terlebih dahulu untuk para Peri yang tidak bisa ikut dalam acara pesta itu."


"Sekarang ini Kawasan Flamatia terlindungi oleh sihir perbatasan yang sudah di aktifkan kembali olehku, Tidak ada satupun Penyihir Oxfam maupun golongan penjahat lainnya yang bisa masuk ke Flamatia, karena apa? karena dinding perbatasan memiliki kekuatan besar yang bisa melemahkan musuh maupun menghilangkan nyawa mereka. Aku berikan contohnya, beberapa hari yang lalu sesudah perbatasan aktif! Kita semua sudah tahu jika tiga Penyihir Oxfam terjebak di dalam hutan selatan, mereka tidak bisa menembus perbatasan itu, yang ada ketiganya jatuh pingsan setelah menabrakkan diri. Lalu apa yang terjadi? mereka tidak berdaya setelah berjam-jam kehilangan sihir, hingga saat meninggal pun bau mereka lenyap bersama jiwa yang hilang."


"Sekarang pertanyaan pertama. Ini memang sedikit berbahaya, sudah membuat kalian terlibat karena pesta yang ditawarkan oleh Pangeran Castor." Lanjut Ella, yang terlihat menarik nafas pelan dan itu terdengar jelas di telinga Odilion dan Fridena.


"Penyihir Oxfam bertebaran di sekitar kerajaan Oxford. Tapi tenang saja, sebelumnya aku sudah menyampaikan ini secara tertutup dengan Pangeran Castor, jika Kerajaannya akan di jaga ketat dan di awasi untuk menghindari Penyihir Oxfam yang tengah menyamar. Walaupun demikian, aku masih benar-benar ingin kalian tidak kenapa-kenapa saat perjalanan ke Oxford dan pulang kembali ke Flamatia dengan keadaan selamat. Jadi aku sudah menyiapkan ramuan pelindung untuk kalian! cara kerja ramuan ini hanya berkisar 20 jam atau sehari sesudah digunakan. Maka dari itu, kalian tetap aman dari pengawasanku, jadi ada pertanyaan lainnya dari kalian?"


Para Peri Flamatia menengok kesana kemari, mencoba melihat siapa yang ingin bertanya kembali.


Cukup lama hingga akhirnya Ella memutuskan kembali menyahut.


"Baiklah jika tidak ada pertanyaan lagi, dan sudah diputuskan bahwa enam hari lagi kita akan berangkat ke Oxford."


Horeeeeee ...!!


Prokk!! ... prokkk!!


Suara senang mereka membahana di hutan Flamatia.


Odilion tersenyum hangat, ini pertama kalinya Ratu memanjakan mereka. Rasa senang menggerayangi hari dan pikirannya.


"Ratu, terima kasih sudah membuat keputusan yang benar untuk membahagiakan mereka!"

__ADS_1


"Itu sudah menjadi tanggungjawab ku Odilion, tidak perlu berterima kasih! baiklah, bagikan ramuan kepada semua Peri yang ikut dalam pesta ini. Aku harap ramuannya tepat sasaran untuk dibagikan kepada mereka."


Odilion lantas mengambil sebuah box berbentuk segi empat, berisikan botol-botol ramuan lalu memerintah kepada orang kepercayaannya untuk saling membantu menyalurkan ramuan itu kepada para Peri.


Tak terkecuali Fridena, ikut dalam kegiatan itu.


***


Rombongan prajurit yang di pimpin Pangeran Castor, sedang menuju ke daerah Tamiran.


Setelah kampung itu terlihat, Pangeran Castor langsung menghentikan kudanya. Kemudian 12 tabib mulai mendekat ke arah Pangeran Castor.


"Kepala desanya dan beberapa warga sudah berdiri di sana, kirim semua ramuannya menggunakan sihir kalian. Jangan sampai tidak ada yang kebagian!" Tukas Pangeran Castor.


Para tabib kemudian mengikuti perintahnya. Mereka lalu mengeluarkan sihir secara berlahan dan bertahap ke arah orang-orang yang saling mengambil botol kecil berisikan ramuan itu.


Setelah selesai para tabib mengundurkan diri ke arah belakang.


"Kalian semua! gunakan ramuannya sebelum makan dan membersihkan diri. Ramuan itu memiliki efek samping, kalian akan merasakan pusing sesaat karena ramuan itu sedang bekerja untuk menghilangkan penyakit dari tubuh kalian."


"Tapi ingat, kalian belum boleh keluar dari desa selama satu minggu! apa kalian mengerti?"


"Berterima kasihlah pada Ratu Elaine, Peri Flamatia. Dia yang sudah membuatkan ramuan khusus untuk kalian!"


Warga Tamiran bersorak mengucapkan terima kasih Ratu Elaine yang merupakan Ella sendiri. Walaupun Ella yang di panggil tidak ada disana, tapi mereka berseru menyebut namanya secara lantang.


Ekspresi terkejut memenuhi wajah Pangeran Castor, rakyatnya bersorak menyebut nama Ratu Elaine.


"Damon, kita kembali ke Kerajaan. Sebelum itu, awasi dari belakang jika salah satu dari mereka diam-diam mengikuti kita!"


Damon yang mulai menerima instruksi itu mulai mengundurkan kudanya ke belakang.


Di perjalanan, diam-diam Pangeran Castor mendengar sebuah pergerakan dari arah hutan samping kirinya.


Castor mulai memegang pedangnya, alih-alih ia merasakan bahaya yang sudah mengintai mereka setelah dari Tamiran. Hingga sebuah anak panah langsung menyerang mereka.


"Musuh!!"

__ADS_1


Teriak Pangeran Castor.


Peperangan terjadi, dua kubu saling menyerang. Penyihir Oxford dan Oxfam.


Castor menggunakan sihir angin untuk menghempaskan anak panah beracun, matanya begitu jeli.


Setelah melihat para Penyihir Oxfam yang mulai keluar dari persembunyiannya, rombongan prajurit Pangeran Castor mulai mengambil ancang-ancang untuk saling mengeluarkan sihir masing-masing.


Terdengar pula suara pedang yang saling menghunus satu sama lain.


Pangeran Castor tengah bertarung dengan pria berbadan besar, keduanya saling mengerakkan pedang. Saat pria itu itu lengah Castor menarik pedangnya lalu menebaskan Kepalanya dari jarak dekat.


Kratak!!


Pria berbadan besar itu kehilangan kepalanya dan bau anyir khas penyihir Oxfam mengular begitu saja.


Belum selesai dengan yang satu, Castor kini berhadapan dengan ketua Penyihir Oxfam.


"Apa kabar Pangeran Castor! lama tak berjumpa."


"Bagaimana luka dalammu Gusto?, apakah sudah membaik sekarang?" Ejek Castor.


Rahang Gusto mengeras, Castor membuatnya naik pitam. Luka dalam yang tersemat di tubuhnya karena ulah Castor! pria itu menusuk perutnya menggunakan pedang beracun hingga membuatnya lumpuh selama satu tahun lebih.


Gusto langsung mengayunkan pedangnya.


Perkelahian pedang Castor dan Gusto tidak bisa dielakkan.


Bunyi dentingan yang memekikkan telinga terdengar nyaring seiring pedang keduanya bertubrukan.


Castor mengambil dari sisi kanan, memutarkan tubuhnya hingga pedangnya melesat merobek baju Gusto yang hampir melukai lengannya.


Pertarungan kini didominasi Castor, secara bersamaan ia mengeluarkan sihir jarum racun ke arah Gusto.


Sihir jarumnya langsung mengenai leher kiri Gusto, pria itu mundur dan memegangi jarum yang tertancap di sana.


Tangannya lalu mengeluarkannya secara paksa, hingga terdengar suara serak dari mulutnya.

__ADS_1


"Mundur! ... semuanya mundur!!"


__ADS_2