
BOTFE Bab 6 - Pertemuan Pertama
"Mulutmu sepertinya butuh kuberi pelajaran!" Meana langsung mengarahkan tongkat pendek miliknya ke arah sang dayang, hingga wanita tak berdaya itu mengeluarkan nanah di seluruh bibirnya yang tiba-tiba membengkak.
Dayang itu kesakitan luar biasa, ia berlari masuk ke dalam bilik sambil menangis kencang meninggalkan tuannya yang tertawa senang.
"Kejam sekali wanita ini!" tukas Ella.
"Itu belum seberapa ratu, lebih banyak lagi perbuatan buruknya. Sampai sekarang pangeran Castor tidak tahu hal ini!"
"Benarkah? kenapa bisa Pangeran tidak tahu perbuatannya? bukankah dia penyihir hebat yang bisa tahu seluk beluk isi dari penghuni kerajaannya sendiri?" tanya Ella.
"Dari yang saya tahu, pangeran Castor tidaklah dekat dengan Putri Meana. Bisa saja itu adalah faktor utamanya, ditambah kerajaan Oxford sangat luas dan banyak penghuninya di dalam!" Ujar Odilion.
Ella mengangguk, "masuk akal juga!"
Kembali ke Putri Meana. "Jadi apa rencana putri selanjutnya?" tanya dayang yang tersisa satu di belakangnya setelah kepergian dayang yang di sihirnya itu.
"Mencari tahu siapa yang sudah memulihkan kembali perbatasan!"
"Setidaknya tubuhku bisa pulih kembali. Aku tidak akan memaafkan bangsa peri menjijikan itu dan juga wanita yang telah membuatku tersungkur di tanah," ucap Putri Meana.
"Aku akan meracuninya seperti Elaine yang kehilangan jati dirinya berlahan-lahan!" tukas Meana dengan tatapan menghunus ke depannya.
"Apa Putri akan menggunakan ramuan itu kembali?" tanya sang dayang.
"Kita lihat saja nanti! aku akan membuat racun yang sama seperti tiga tahun yang lalu. Aku harus menyiapkannya sebelum seseorang datang mengusikku!" tukas Meana.
"Itu sudah lama putri! siapa yang sedang mencoba mengusik Putri?" tanya dayang kembali.
"Entahlah! firasatku yang mengatakannya. Aku ingin ke taman!" Putri Meana pergi dengan langkah eloknya.
"Sudah aku tebak! dia adalah dalangnya dan ramuan yang di ucapkan dayang itu harus aku miliki sebelum dia menggunakannya. Dasar meracuni ratu hingga menjadi kurus dan sakit-sakitan, aku akan membuatmu seperti itu lihat saja nanti!" ucap Ella dengan tatapan tajamnya.
"Jadi selama ini Putri Meana yang melakukannya! kurang ajar aku ingin membalas perbuatan kejinya itu atas Ratu." Odilion meremas tangannya sendiri, raut wajahnya benar-benar terlihat marah.
"Jangan sekarang, tunggu saat waktu itu tiba kita akan membalas perbuatan mereka, saat ini yang kita lakukan adalah menggali informasi racun dan sihir apa yang Putri Meana miliki, kita jangan gegabah."
__ADS_1
Ella menenangkan pria yang ada sampingnya itu, menepuk punggung Odilion berkali-kali tak lama kegiatannya berhenti kala mendengar suara dari perutnya.
"Ratu belum makan?" tanya Odilion.
"Kau dan Fridena langsung membangunkanku, jadi mana sempat aku sarapan yang menurutku cepat sekali pagi ditempat ini."
"Para peri biasanya satu hari sekali makan dan itu dilakukan setiap menjelang malam, baiklah ratu kita bergegas kembali ke Flamatia."
"Flamatia sangat jauh, aku sudah kelaparan. Apakah disini ada semacam pasar lokal atau apapun itu yang menjual hidangan cepat saji?"
"Ada ratu, di wilayah Barata banyak pedagang yang menjual beraneka macam barang dan juga makanan disana!" ucap Odilion.
"Identitas kita akan ketahuan ratu, tidak mungkin kita datang ..."
"Tenang saja, aku bisa menghilangkan sayap kita dan juga pakaian yang kita gunakan." Ella kemudian membacakan mantra untuknya sendiri dan berputar hingga sayapnya hilang dan berganti pakaian seperti para kaum wanita Oxford.
Kemudian Ella melakukan mantra kepada peri Fla dan juga Odilion. "Selesai mari kita berangkat!"
Cukup jauh mereka berjalan menggunakan kaki untuk sampai ke pasar Barata, sedikit lelah berjalan karena Ella dan para peri Fla lebih menggunakan sayap untuk memudahkan segala nya terutama transportasi terbang.
"Kalau begitu ke penjual toko mie Odilion!"
"Tidak, kalau kita makan disana identitas kita akan ketahuan. Para Peri seperti kami tidak memakan mie," tolak Odilion yang juga di anggukan para peri Fla.
"Benar ratu, sejenis mie adalah makanan yang juga bersifat alergi bagi kami." Ucap salah satu peri Fla.
"Baiklah kita melihat-lihat dulu toko apa saja yang menjual makanan yang mengunggah selera."
Para Elf sedikit merasa bersalah, "Maafkan kami ratu Ella, kami bukan bermaksud untuk membuat ratu tidak nyaman," tukas Odilion.
"Hei, tidak perlu minta maaf, aku berusaha beradaptasi dengan kalian. Untung saja kalian mengingatkan jika mie adalah alergi bagi kalian, tidak apa-apa tenang saja."
Odilion dan para Fla mengangguk.
"Apa kalian suka memakan jenis sayuran yang sudah dimasak?" tanya Ella.
"Yah ratu kami memang makan makanan sejenis sayuran yang sudah di masak!" Jawab Odilion.
__ADS_1
"Oke, kita ke toko itu saja, cepat aku sudah kelaparan." Kekeh Ella sambil sedikit berlari untuk segera sampai ke toko.
Saat Ella menengok ke arah belakang untuk melihat Odilion yang gelagapan menyusulnya, tiba-tiba sebuah tabrakan antara ia dan juga seekor kuda yang berlari ke arahnya, seketika langsung menyerempet tubuhnya hingga terlempar sedikit jauh.
"Rat ...!" ralat Odilion yang segera menghampiri sang Ratu.
"Panggil namaku Ella!" bisik Ella pada Odilion.
"Aw sakit ... Odilion kakiku sakit!" rengek Ella.
Odilion memegang pergelangan kaki Ratunya yang memerah, "ini keseleo Rat ... Maksud saya nona Ella, sebaiknya kau butuh pertolongan pertama."
Secara tak langsung Ella memberitahu nama aslinya, saat ini mereka menjadi bahan perhatian orang-orang yang ada di sekitar.
Para Peri Fla mencegah para pria-pria disana mendekat, mereka terpesona dengan kecantikan Ella yang menarik perhatian kelelakian mereka.
"Oh mesum sekali!" tukas Ella disela kesakitannya.
"Biar aku yang mengendongnya, ini salahku jadi aku yang harus tanggung jawab padanya," ucap seseorang yang baru turun dari atas kuda putih miliknya.
Ella mendongakkan wajahnya ke atas, "apakah ini adalah sosok pangeran Castor yang ada di buku novel itu?" gumamnya dengan wajah kaku melihat ketampanan pria itu.
Castor menyingkirkan tangan Odilion di bahu Ella, diangkatnya tubuh Ella di dalam gendongannya dan membawa ke salah satu rumah tabib penyihir.
"Em tuan bisakah kau menurunkanku, aku baik-baik saja, ini hanya luka ringan," ucap Ella yang terlihat canggung dengan posisi mereka.
"Sepertinya kau lupa sempat merengek pada pria itu! dan terlihat kau kesakitan, jadi tidak ada yang namanya baik-baik saja bukan."
Ella tercengang dirinya tak bisa menapik ucapan pangeran Castor.
Keduanya terdiam, Ella tidak berani menatap wajah pria itu. Jantungnya berdegup kencang, tidak tahu harus melakukan apa untuk menghentikan semuanya.
Orang-orang yang melihatnya terkagum dengan pesona sang pangeran Castor dan juga wanita yang digendongnya.
Beberapa bisikan pujian disempatkan kepada keduanya dan selalu kata ini yang terdengar di Indra pendengaran Carlos dan Ella, "Pangeran sangat tampan dan wanita itu sangatlah cantik sekali, mereka begitu serasi ... Astaga aku ingin seperti mereka."
Odilion menatap punggung pangeran Castor tajam, saat ini ratu Elaine dalam bahaya. Tidak ingin gegabah Odilion dan juga para Fla langsung berpura-pura tenang agar tidak dicurigai, sebab Demon dan juga beberapa pengawal pangeran sedang bersama mereka.
__ADS_1