Benang Merah Pak Dekan

Benang Merah Pak Dekan
Extra Chapter 1


__ADS_3

"Elsa sayang pake handuk dulu," Ucap Tamamenatap sang istri dengan tatapan penuh kekhawatiran. 


Keluar dari kamar mandi tidak memakai apapun. Bukan hanya otak Tamayang khawatir, tapi si Junior yang ikut terangsang. Apalagi perut Elsa yang membuncit dan bengkak di beberapa titik. Istrinya itu tampak sangat seksi dan manis. 


"Aku takut ketinggalan nonton SpongeBob, Mas!"


"Gak akan ketinggalan. Kan nanti siang juga masih ada." Menangkap sang istri dan menyelimuti nya menggunakan handuk. Dia dekap erat Elsa dan dibawa pergi ke kamar. 


Sang istri merajuk, tidak suka diatur. Tapi Tamasudah menguasai apa yang menjadi siklus naik turun Sang istri yang sedang hamil. Jika sudah seperti ini, berikan saja kecupan dan semuanya akan kembali seperti semula. Elsa akan tersenyum padanya dan berucap, "Mas sayang…" Dengan suara yang begitu lembut. 


Pada akhirnya kehamilan mengubah Elsa menjadi seseorang yang lebih manja, sensitif dan agak sulit diatur. Namun dalam hal ini, Tamabegitu sabar. Istrinya masih terlalu dini untuk mengandung, dan bukan hal yang mudah menjadi ibu hamil sekaligus mahasiswa.


Tidak pernah sedikitpun Tamamarah ketika Elsa berulah. Bahkan Tamaselalu mengantarkan Elsa ke dalam kelas seperti sekarang, menitipkan sang istri pada teman-temannya supaya Elsa baik-baik saja.


"Titip istri saya ya, Kalau rewel bilang aja. Saya ada di ruangan kok."


"Aku nggak akan rewel Mas Tama," ucap Elsa dengan manja. Mendekat pada Tamakemudian memeluknya pipinya mengembung menginginkan ciuman.


Tamadengan penuh kesabaran mengecup kening Elsa lama. "Belajar yang betul ya," ucapnya pada sang istri sebelum pergi meninggalkannya.


Elsa digoda oleh teman-temannya. "Iyalah gue mah jadi Tuan Putri kalau udah sama suami gue. Makanya kalau cari cowok yang kayak dia, gue ngidam yang aneh-aneh aja nggak pernah marah tuh."


Apalagi ini adalah cucu pertama, jadi semua pihak begitu memanjakan Elsa. Saat jam makan siang, Tamaselalu memastikan sang istri makan makanan yang baik dengan meneleponnya.


Karena Tamamemiliki rapat di rektorat, maka mereka tidak bisa makan bersama seperti biasanya. Bahkan Tamaselalu mengantarkan Elsa pulang dulu saat jam makan siang sambil makan di luar.


Kali ini Elsa pulang bersama dengan Rizky karena kebetulan Tamajuga mengizinkannya. Rizky sendiri sudah tahu batasan, melihat Elsa yang hamil dan sudah menjadi hak milik Tama, dia bisa apa?


"Aku dengar Kakak mau pindah ya? Ke luar negeri?"

__ADS_1


"Kalau jadi itu juga, soalnya ikut mama sama papa."


Elsa mengembungkan pipinya, dia tidak bisa memanas-manasi Tamalagi kalau seperti ini. "Sama Om yudha lagi?"


"Enggak, Om aku mau netep di sini. Lagian dia Kerjanya di sini terus mau nikah."


Wah dia mau nikah?"


Elsa terkejut, Bahkan sang suami sepertinya tidak mengetahui hal ini. Apalagi Tamaselalu menceritakan kalau Yudha itu tidak pernah percaya pada pernikahan dan juga cinta.


Begitu Elsa sampai di rumah, dia berterima kasih pada Rizky dan bergegas masuk untuk menelpon sang suami.


"Assalamualaikum Mas Jam berapa pulang?"


"Waalaikumsalam. Jam biasa sayang. Maaf ya nggak bisa anterin kamu pulang."


"Nggak papa, aku tadi pulangkan sama Kak Rizky. Aku punya gosip terbaru loh. Mas cepetan pulang ya."


Tanpa Elsa ketahui kalau sebenarnya Tamasedang rapat di rektorat bersama dengan jajaran vektor yang lain. "Maaf ya pak Istri saya sedang mengandung. Takutnya dia minta sesuatu."


"Wah Pak Tamasiaga sekali ya, pantesan aja dosen-dosen yang lain bilang Pak Tamanggak kenal tempat kalau bersangkutan tentang istri."


Tamat tersenyum, Elsa hamil karena dirinya. Maka dari itu harus dijadikan prioritas. Tamasendiri tidak sabar menantikan buah hati mereka.


****


Selalu lebih manja dari hari ke hari, Elsa duduk di pangkuan Tamadengan tangan yang melingkar di leher dan menerima suapan makan malam dari sang suami.


"Jadi ada berita apa hari ini?"

__ADS_1


"Katanya om Yudha mau nikah. Beneran Mas?"


"Mas baru denger deh. Dia nggak pernah cerita apa-apa, apalagi tentang pernikahan. Yudha itu bukan orang yang percaya sama cinta dan juga pernikahan."


"Tapi kata Kak Rizki gitu."


"Daripada mikirin orang lain. Mending Fokus sama kita aja." ucap Tamasambil mengelus perut sang istri.


Kalau sudah seperti ini, Elsa tahu apa yang diinginkan oleh Tama. Dia mengulum senyumannya dan berbisik di telinga sang suami. "Kata dokter udah bisa kunjungi Dedek Kalau Mas mau."


Yang berhasil membuat senyuman Tamamerekah, inilah salah satu alasan Tamaselalu memprioritaskan istrinya. Supaya dia dengan mudah mendapatkan jatah.


Tubuh Elsa itu candu, selalu membuat Tamaingin lagi dan lagi. Hanya terhalang kondisi Elsa yang hamil sehingga Tamaharus puasa beberapa lama.


Namun sekarang, akhirnya dia bisa menghukum lagi tubuh mungil Elsa. Rambutnya yang mengembang lucu membuat Tamatertawa.


"Ketawain apa?" tanya Elsa dengan tajam.


Tamalangsung mengaktifkan mode siaganya. Tidak boleh membuat sang istri kesal karena hal tadi.


Jadi dia menggelengkan kepala dan memeluk Elsa erat. "Kamu cantik banget."


"Tadi ketawa loh! Mas ngetawain apa!"


Elsa jadi sensitif sebelum Tamamemasukkan miliknya pada tubuh Sang istri.


"Nggak ketawa sayang, Mas senyum aja lihat kamu cantik banget. Masa kamu nggak percaya sih? Atau lagi nggak mood? Mau udahan aja sampai sini?"


Sang suami yang seperti ini akhirnya  membuat Elsa tidak tega. Dia menggelengkan kepalanya dan menyatukan kembali bibir mereka. "Cium lagi cium lagi."

__ADS_1


Elsa yang hamil itu mudah marah, tapi mudah juga dimenangkan hatinya.


Tamajadi tidak sabaran melewati fase kehamilan Elsa yang begitu rewel, menantikan buah hati mereka yang beberapa bulan lagi akan datang ke dunia ini.


__ADS_2