
Episode 17
Setelah mereka berbincang di taman ,elenapun tak bisa lama berada di rumah alan dan rizal,karna alasan akan bersiap untuk pergi ,sementara alan berterimakasih pada rizal karna dirinya telah menutupi kesalahanya.
"zal...makasih ya...karna kamu tadi tidak menceritakan pada elena.ucap alan.
"iya ka,aku menutupi karna itu adalah aib keluarga ka..yang aku fikirkan sekarang...adalah tante risma.ucap Rizal.
"e,memangnya kenapa dengan tante risma zal?tumben kamu peduli,?ucap alan.
"bukan aku peduli pada papah ka...ya tapi ,sepertinya tante risma orang yang berbahaya.ucap rizal.
"ya kamu benar zal....ucap alan.
"zal...tapi apa kamu tidak ingin jika papah tinggal di sini...?ucap alan.
"itu terserah kaka aja...jika kaka ingin papah di sini gak papah...tapi...ucap rizal.
"tapi apa zal...?ucap alan.
"sudah ka...itu semua terserah kaka saja,aku mau kedalam....rasanya kepalaku pusing...ucap rizal lalu pergi.
Alanpun merasa bersukur karna rizal membolehkan papahnya tinggal bersama,dan alan pun merasa bersalah pada rizaal...alan teringat ucapan papahnya
Flashback beberapa jam yang lalu.
""hemh...apa omongan kamu bisa papah percaya...kamu tau,prilaku kamu bisa bahayakan adikmu...!!seharusnya kamu mengerti ...adik kamu sakit,dia bukan laki laki yang kuat seperti kamu....kondisi adik kamu itu lemah...hanya saja dia terlihat seperti orang yang kuat alan...!!ucap burhan.
Flashback beberapa jam kemudian.
"papah benar...rizal terlihat sehat...tapi dia sakit,bahkan walaopun sakit dia tetap menutupi dan tidak mau membuat orang lain bersedih karnanya.
"aku salut sama kamu zal....ucap alan kembali.
****
Di kediaman Risma.
"haa,aahhh sialan...!!!ingin aku rasanya membunuh burhan juga anak anaknya itu...!!!,ucap risma sembari menggebrak meja di ruang tamu.
"burhan kamu akan tau akibatnya setelah ini....kamu telah berbuat curang padaku,kao ambil semua miliku....ucapnya kembali.
Setelah itu Risma semakin benci dan benci....otak risma mulai berfikir untuk merebut kembali hak dirinya .
****
Beberapa hari kemudian.
Di perusahaan orang tua shera....Rizal lagi lagi di buat pusing oleh shera yang cemburu padanya....rizal tak sadar jika shera marah karna ada wanita yang mengangkat telefonya namun seorang wanita pagi itu,
"pagi sayang...kamu sibuk gak hari ini...?ucap rizal di ruang kerja shera.
"sudah tau aku sibuk....ngapain kamu kesini...,sudah keluar sana...ucap shera.
"kamu kenapa sih sayang...ko dua hari ini jutek banget...kamu ada masalah kah sayang?ucap Rizal.
"udah sana keluar....ngapain tanya tanya,ucap shera yang bahkan tidak peduli dengan perban yang masih melingkar di kepala Rizal.
"shera kamu kenapa sih...?!tanya rizal.
__ADS_1
"kenapa kamu bilang...!.dua hari yang lalu,pagi pagi aku menelfonmu...tapi yang mengangkat telfonmu malah seorang wanita....bahkan aku datang ke rumahmu,kamu tidak ada di rumah...!dan aku berpapasan dijalan denganmu pagi itu kamu baru pulang...dari mana kamu?!!!
Jadi kamu slama ini suka bermain wanita...?!!!iya....ucap Shera membuat rizal marah.
"shera...tutup mulut kamu,kamu jangan sembarangan menuduhku...,aku slama ini tidak pernah bermain wanita....,jadi jangan bilang aku bermain wanita....ucap rizal .
"lantas....!!!siapa yang mengangkat telefonmu pagi itu....dan kamu pun baru pulang saat itu.ucap shera.
"shera...malam itu aku mencari ka alan,ke rumah elena...tapi elena tidak tau ,ka alan di mana...,dan malam itu aku pingsan di rumah elena...jadi menginap di rumahnya,tapi tidak pernah terjadi apa apa shera...mungkin pagi itu elena yang mengangkat telefonya.ucap Rizal.
"hemh....aku tidak percaya...ucap shera tanpa memandang rizal.
"ya tuhan shera...percayalah padaku...untuk apa aku bohongi kamu....,kalao kamu tidak percaya...oke,aku tidak masalah...kita tunggu elena kembali,maaf kalao aku mengecewakanmu...ucap rizal lalu pergi.
Lalu shera yang bertanya tanya dengan perban di kepala Rizalpun ,ahkirnya menanyakanya...dan shera mencoba percaya pada rizal.
"tunggu....ucap shera memanggil rizal yang sudah di ambang pintu.
Lalu shera pun mendekati rizal.
"ada apa lagi....bukankah kamu sudah tidak percaya.ucap rizal.
"oke....aku percaya sama kamu....kita tunggu elena kembali.ucap shera.
"em,kalao boleh tau... Kenapa dengan kepalamu...mengapa di perban?...tanya shera.
"oh ini tidak papa...hanya terbentur saja ,saat aku terpeleset dari tangga.ucap rizal berbohong.
"e,terpeleset...?mengapa kamu tidak katakan pada ku...ucap shera.
"untuk apa...lagiyan aku gak papa...ucap rizal.
"shera sungguh ,aku tidak papa...buktinya sekarang aku di hadapanmu...!iya kan...ucap Rizal.
"iya memang tetapi dua hari kemarin kamu gak ada kabar...,aku curiga sama kamu...sepertinya ada yang kamu sembunyikan dariku....?ucap shera.
"e,tidak...shera...aku tadi di panggil ayahmu ,aku lupa...berkasnya belum aku ambil,sudah ya...aku kerja dulu ,takut ayah kamu marah....ucap Rizal mengalihkan pembicaraan.
Lalu rizalpun pergi begitu saja...,sementara shera menaruh curiga pada hal lain dari rizal.
"aku curiga...ada apa sebenarnya dengan dia...ada yang gak beres,atao ini ada kaitanya dengan elena...,awas aja kamu rizal...kamu berani macam macam di belakangku...aku tidak akan maafkan kamu.ucap shera.
****
Sementara di kediaman alan dan rizal.
Alan meminta papahnya untuk tinggal bersama,karna rizal telah telah mengizinkan walaopun rizal belum juga mau berbicara dengan papahnya.
"pah...rizal sekarang sudah mulai membuka hatinya untuk papah...mengapa papah tidak tinggal di sini saja...,ucap alan.
"alan...papah sebetulnya mau...tapi ,apa rizal benar benar sudah mau menerima papah...ucap Burhan.
Tak lama kemudian Rizalpun datang..dan mengatakan jika papahnya boleh tinggal bersamanya ,namun...Rizal tetap saja datar dalam berbicara dengan papahnya.
"ya papah boleh tinggal di sini...tapi untuk hatiku,maaf aku tidak bisa lupakan hal itu...ucap Rizal lalu pergi.
"e,rizal...lihat pah...rizal sudah mengizinkan papah...,tenang saja pah...aku yakin suatu saat rizal pasti berubah pada papah...mungkin saat ini dia masih seperti itu pah...ucap alan.
Oma tantri yang baru saja keluar dari dalam pun menyambung ucapan alan.
__ADS_1
"putramu benar burhan...lebih baik kita berkumpul disini,toh rizal sudah mengizinkanmu...untuk hati rizal,suatu saat dia pasti luluh kembali.ucap oma tantri.
Sementara rizal yang menguping dan mengawasi pembicaraan merekapun sedih bercampur kecewa
*ini semua karna papah...mengapa dulu memilih wanita iblis itu...,aku tidak akan benci kalao saja dulu papah tak menghianati mamah.ucap dalam hati rizal dengan mengepalkan tanganya penuh emosi.
Tak lama kemudian ,Rizalpun kembali pergi karna ingin menemui shera...,dengan berat hati rizalpun tetap pamit pada burhan.
"Rizal kamu mau kemana ,tanya burhan
"aku mau temui shera pah...,em oma...aku pergi ya...,ka aku pergi dulu...ucap rizal lalu pergi.
"oke zal...ucap alan.
Lalu rizalpun pergi menemui shera di rumahnya,sebelumnya itu di perjalanan Rizal melihat ada seseorang yang tengah di todong oleh penjahat ,yaitu pengacara papahnya yang tidak ia ketahui,rizal lalu menepikan mobilnya...dan keluar dari mobil untuk menolong seseorang itu.
"woyyyyyyy.....lepaskan dia...triak rizal dari sebrang jalan.
Lalu rizalpun menyebrang untuk menolong seseorang itu.
"eh siapa lo....brani braninya so jadi pahlawan....?!!ucap salah satu penjahat.
"kalian tidak perlu tau siapa aku...,yang penting lepaskan beliao...ucap Rizal.
"waahhhhhh sepertinya berani anak ini...ucap salah satu penjahat itu.
"bos kita lawan anak ini....
"sini kalian kalao berani...ucap rizal menantang.
"e,aduh...astaga bagai mana ini ,ucap seseorang itu yang ternyata adalah pengacara papahnya.
Lalu rizal pun berkelahi dengan dua penjahat tersebut,sang pengacara pun hawatir...namun ahkirnya rizalpun berhasil melawan dua penjahat tersebut dengan memukulkan sebuah kayu kepada salah satu penjahat tersebut.
"bapak...tidak papa?? Tanya rizal.
"saya gak papa...e maaf bajumu jadi kotor,kalao boleh tau siapa namamu anak muda.ucap pengacara.
"saya Rizal Putra Burhan ,ucap Rizal.
"e..kamu Rizal...?!jadi kamu anak pak burhan.ucap pengacara.
"iya benar ,memangnya kenapa pak...?tanya Rizal.
Lalu sang pengacara pun teringat jika sebelum burhan meninggal ,sang pengacara tidak boleh katakan soal warisan tersebut dan tidak boleh mengatakan jika dirinya adalah pengacara di perusahaan risma pada Rizal dan alan,dan dengan terpaksa sang pengacara pun berkata jika dirinya adalah teman kariyawan papahnya saat papahnya memegang perusahaan milik Risma.
"o tidak papa...kenalkan saya kariyawan di perusahaan Risma ,saya dulu teman papah kamu.ucap pengacara tersebut.
"owh iya pak,em...bapak aman kan?,tidak ada yang hilang barang barangnya?tanya rizal.
"iya aman...tidak nak rizal...hanya saja entah mengapa orang tersebut mengejarku,ucap pengacara.
"ya sudah bapak lain kali hati hati ,ucap Rizal.
"kalao begitu saya permisi dulu ya pak...saya sudah telat,karna ada janji dengan teman.ucap rizal kembali.
Lalu rizalpun pergi melanjutkan perjalananya menuju rumah shera.
#BERSAMBUNG
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏