BENCI TAPI RINDU

BENCI TAPI RINDU
Benci Tapi Rindu


__ADS_3

Episode 28


Di kamarnya , Rizal emosi dan mengamuk ,tak percaya jika papahnya telah tiada ,sebuah fas foto miliknya pun menjadi sasaran amukan nya .


"aaaaaa.....h gak mungkin !!!! Kenapa pah... Kenapaaa...! " Triaknya


Dari ambang pintu oma Tantri ,Elena dan Shera tercengang melihat kamarnya berantakan, seketika oma Tantri pun mendekatinya dan menghentikan dirinya yang tengah mengamuk.


"Rizal sudah Rizal...sudah , oma mohon Rizal . Ucap oma Tantri padanya sembari memegangi satu tanganya.


Karna hatinya Rizal penuh penyesalan , dirinya pun duduk terkulai lemas , dan tak jarang ia pun menengadahkan wajahnya sembari menahan air matanya.


Dalam hati Rizal masih tak percaya jika papahnya telah tiada.


"oma mengapa oma , tolong katakan padaku yang sebenarnya oma , aku mohon .... di mana papah oma. Dengan menggenggam kedua tangan oma Tantri dan memandang wajahnya ,dirinya berkata dengan berlinang air mata.


Oma tantri yang juga tak bisa menahan air matanya pun menjawab pertanyaan Rizal.


"Rizal ... Papah kamu tertabrak , saat akan menemui pak Anton .- "ia benar Rizal , papah tertabrak saat akan menemui pak Anton. Dari ambang pintu Alan yang baru saja datang memotong ucapan oma Tantri menjawab pertanyaan Rizal sembari berjalan mendekati Rizal.


"Alan.... Ucap oma tantri


"Kini kamu harus tau Rizal , penyesalanmu sudah tidak ada Artinya , banyak pengorbanan papah yang di berikan untukmu termasuk kepergiannya. Ucap Alan sembari berdiri mengarah jendela membelakangi Rizal dan oma Tantri


Rizal pun hanya diam tak menjawab ucapan Alan.


"kamu slama ini slalu membenci papah , tapi kamu tidak tau , papah slalu berusaha membahagiakanmu , Mobil , pekerjaan , perusahaan , bahkan hidupmu . Ucap Alan


Rizal yang tak mengerti maksud ucapan Alan pun seketika berdiri dan mendekati alan lalu bertanya apa maksud ucapan kakanya itu.


"ka , apa maksud kaka?


"ya ... Slama ini aku diam , mobil yang slama ini kamu pakai , itu papah yang belikan , pekerjaan di tempat orang tua Shera itu papah yang memintanya pada pak Handoko , perusahaan yang kita miliki sekarang itu hasil kejujuran papah pada ayah tante Risma ,yang mengatakan jika papah memiliki kita , slama ini kamu tidak tau papah dan aku di hadapkan dengan wanita berhati iblis , dan satu lagi hidupmu yang sekarang , itu juga papah yang mendonorkan jantung untuk kamu , demi kehidupanmu... Ucap Alan


Mendengar ucapan Alan , tubuh Rizal semakin lemah tak berdaya... Rasa salah menjadi jadi di hatinya , rasa terpukul dan tak percaya menyelimuti hatinya.

__ADS_1


Sembari berdiri dan bersandar di dinding Rizal pun tak jarang menengadahkan wajahnya dengan linangan air mata , hatinya penuh penyesalan yang tak berarti .


Lalu sang oma pun berdiri dari duduknya dan mendekati Rizal ,sang oma mencoba tegar untuk menenangkan Rizal , oma pun memegang kedua bahu Rizal dan menepuk nepuk pelan dengan mengatakan untuk sabar pada Rizal.


"sudah ya...kamu sabar ,lebih baik kamu istirahat. Ucap oma Tantri pada Rizal " Alan sudah cukup ya , jangan kamu katakan lagi dan sekarang biyarkan Rizal istirahat di kamar sebelah . Ucapnya kembali pada Alan


Lalu oma tantri pun mengantar Rizal ke kamar sebelah agar dirinya dapat beristirahat.


Sementara Shera pun mengikutinya , sampai di kamar sebelah saat oma Tantri menyuruh Rizal untuk beristirahat Shera mengatakan pada oma Tantri bahwa dirinya menyesal telah mengatakanya pada Rizal.


"oma ... Panggilnya yang tengah berdiri di belakang oma Tantri.


"iya Shera... Jawab oma tantri yang masih mengambilkan bantal untuk Rizal.


Dan tak lama kemudian oma Tantri berbalik badan dan bertanya kembali pada Shera .


"kenapa Shera ?


"maafkan aku oma ,karna ketledoranku yang semestinya dia belum tau , malah dia jadi tau saat belum tepat waktunya. Ucap Shera


"sudah tidak papa Shera... Toh lebih cepat lebih baik , dari pada nanti nanti . Jawab oma Tantri


"baiklah kalao begitu oma , tapi apakah aku boleh bicara sebentar denganya oma . Ucap dan tanya Shera


"iya boleh... Jawab oma Tantri sembari tersenyum.


Shera dengan perasaan bersalahnya mendekati Rizal yang tengah duduk bersandar di tempat tidur ,ia mengatakan dengan rasa menyesalnya.


"Rizal ... "aku minta maaf ya , Dan kamu baik baik , kamu harus bisa terima apa yang sudah terjadi ... O iya aku minta maaf karna tidak bisa lama lama di sini , karna aku harus segera pulang... Baik baik ya... Ucap Shera lalu pergi.


Sementara Rizal hanya diam tak menjawab apapun dari ucapan Shera.


Setelah semua keluar dari kamar Rizal , ia meraih foto mamah dan papahnya yang terpajang di meja kecil , dengan perasaan kecewa pada dirinya sendiri , sembari memandang foto itu ia berkata


"mah , pah apa ini hukuman untuku sehingga perasaanku begitu hancur . Ucapnya lalu meletakan fotonya kembali

__ADS_1


Namun melihat fotonya sendiri ia lalu mengambilnya


"kao bodoh ... Kao terlalu egois , kao juga terlalu berambisi untuk memilikinya hingga kao membencinya tanpa ampun, tapi kao juga tak sadar ketika ia mencoba kembali padamu ,dan rela mengorbankan apapun demi kamu , tapi hatimu buta . Geram Rizal saat memandang fotonya sendiri lalu melempaarnya


Dari luar pintu kamar kembali terbuka.


"Rizal... Suara oma tantri memanggil dari ambang pintu ,


"hemh...gumamnya membuang muka.


"Rizal ... Kenapa? Sembari berjalan mendekatinya oma tantri berbicara. "mengapa kamu tak mau melihat oma Rizal? Apa kamu membenci oma? Oma tau kamu masih sedih dan tak percaya akan kepergian papahmu ... Tapi oma mohon bicaralah Rizal . Ucapnya kembali sembari duduk di saamping Rizal.


"di mana ka Alan oma ...? Tanpa memandang wajah oma Tantri Rizal bertanya.


"Alan pergi , dia mengantar Elena dan Shera karena kaka Shera tidak bisa menjemputnya.


*kasihan dia , dia pasti merasa terpukul atas kepergian papahnya , tapi apa dayaku , aku tidak bisa berbuat banyak untuk cucuku... Dengan memalingkan wajahnya Dalam hati oma tantri berkata.


"oma tolong katakan sekali lagi padaku , apa benar ucapan ka Alan tadi oma ? Dan apakah papah benar benar berkorban untuku oma?. Sembari melihat oma Tantri yang memalingkan wajah karna tak kuat menahan air mata ,Rizal bertanya lagi.


"ya , benar Rizal. Papahmu sudah berkorban banyak untukmu , bahkan demi hidup kamu , papahmu mendonorkan jatungnya untukmu.


Sembari mengusap air matanya oma Tantri dengan berat hati menjawabnya lagi padanya.


"mah pah , maafkan anakmu yang satu ini ,aku tau ini percumah aku katakan , tapi aku tidak tau harus bagai mana. Dirinya yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidurnya lagi lagi merasa menyesal.


****


Malam pun tiba .


Di ruang makan


Hanya segelas kopi menemani malam Rizal ,sembari duduk termangu dan bersandar di bangku makan Ia menikmati Rokoknya... Tak jarang ia pun menengadahkan wajahnya sembari meniupkan asap Rokoknya ke atas.


Oma Tantri yang melihatnya dari pintu kamarnya yang tak jauh dari ruang makan hanya mengelus dada tak berani menegurnya. Namu berbeda saat sang kaka yaitu Alan , pulang sehabis mengantar Elena dan Shera dari Ruang tamu yang masih dapat melihat ke arah Ruang makan , melihat Rizal tengah merokok. Seketika Alan bergegas mendekatinya dan mengingatkannya.

__ADS_1


"Rizal....! Triaknya


****


__ADS_2