
Eps 30
Dua hari kemudian.
Rizal yang ingin tau makam papahnya akhirnya meminta Alan untuk menemaninya ke makam papahnya.
Di teras rumah Alan dan Rizal.
"ka... Panggil Rizal dari ambang pintu pada Alan
"ei Zal , ada apa?" Alan menoleh dan bertanya pada Rizal yang memasang wajah datar.
"hari ini , kaka gak sibuk kan?" sembari bersandar di ambang pintu , ia bertanya pada Alan sang kaka.
"ada apa memangnya Zal? " tanya Alan kembali
"aku ingin ke makam papah ka. Apakah kaka bisa temani aku ? " Sembari berjalan mendekati Alan lalu duduk di samping Alan Rizal meminta di temani sang kaka untuk menemaninya ke makam papah nya.
"jadi kamu ingin ke makam papah? Oke aku bisa temani kamu , memangnya kapan kita akan kesana? "ucap Alan
"kalao kaka mau sekarang ."
Permintaan Rizal pun di turuti oleh Alan , sebelum pergi mereka pamit pada oma Tantri.
Sementara di perjalanan menuju makam yang agak jauh dari rumahnya Alan berbicara pada Rizal semasa papahnya masih hidup.
"Zal kamu tau , papah dulu gak pernah tau jika dirinya hanya di manfaatkan oleh almarhumah tante Risma , dulu papah bekerja mengurus perusahaan milik orang tua tante Risma , papah pikir Tante Risma akan setia menantinya di rumah , tetapi kenyataan itu tidak , karena setiap papah pulang bekerja , tante Risma slalu pergi , dan ternyata tante Risma juga tak menginginkan anak . Sembari menyetir Alan berbicara panjang lebar.
"sudahlah ka biyarlah semua itu berlalu , aku sudah memaafkan papah tapi tidak untuk Tante Risma , karna aku mendengar almarhumah tante Risma membayar orang untuk menabrak papah ,dan orang itu akan segera tertangkap karna tempat persembunyianya sudah di ketahui polisi. Jawab Rizal
"e , apa ? Trus mengapa kamu bisa tau Zal?" Tanya Alan
"pak Anton yang bicara padaku." ucap Rizal
"ya sudah syukurlah karna pelakunya akan segera tertangkap , dan kaka senang karna kamu mulai menerima kenyataan , dan telah memaafkan papah." Ucap Alan
"iya ka ."
__ADS_1
Setelah banyak berbicara tak terasa mereka sampai di pemakaman. Rizalpun segera turun dari mobil Alan begitu juga Alan.
Melewati beberapa makam akhirnya Alan dan Rizal sampai di makam sang papah ,
Melihat makam papahnya seketika Rizal jongkok dan mengusap Nisan papahnya , sementara Alan berdiri melihatnya.
"pah , aku datang . Aku kesini ingin mendo,akan papah dan meminta maaf atas semua kesalahan aku sama papah . Pah trimakasih atas semua pengorbanan papah padaku , dan maafkan aku atas semua kebencianku pada papah , semoga papah tenang di sana , semua kesalahan papah sudah aku maafkan.
Sekali lagi terimakasih atas kehidupan yang papah berikan untuku. " dengan penuh penyesalan Rizal sembari mengusap Nisan sang papah tak bisa menahan kesedihanya.
****
Dua tahun kemudian Alan dan Rizal yang telah menjalani hidup normal kembali , akhirnya sukses dalam menjalani segala bisnis dan perusahaanya , serta usaha bengkel milik peninggalan papahnya , merekapun berhasil mengembangkan usaha , perusahaan , serta bengkelnya.
Selain itu Alan sang kaka pun akhirnya menikah dengan Elena dan memiliki rumah Sendiri.
Malam di Rumah baru Alan.
Di ruang tamu.
"waahh selamat ya ka , satu tahun menikah akhirnya ka Alan dan ka Elena di beri calon buah hati. Ucap Rizal yang tengah berkunjung di rumah Alan.
"iya tuh , nanti mabuk lagi kamu kehilangan Shera ." sambung Alan meledek Rizal.
Sementara Rizal dan Shera saling pandang dan tersenyum , lalu Rizal menjawab ucapan kakanya .
"kaka tenang ajah , tidak akan lama lagi aku akan menikahi Shera ." iya kan sayang? " ucap Rizal pada Alan dan Elena serta Shera
Shera pun tersenyum lalu Rizal merangkulnya.
Setelah lama berada di rumah sang kaka , Rizal dan Shera pun pamit untuk pulang . Di perjalanan sebelum sampai rumah Rizal yang telah menyiapkan kejutan pada Shera akhirnya berhenti di sebuah Restoran , di Restoran itu Rizal telah menyewa sebuat tempat di mana tempat itu telah di hiasi dengan banyak lilin cantik ,
Karna tak mau Shera tau , Rizal pun menutup mata Shera dengan sehelai kain lalu ia menuntun Shera menuju tempat tersebut , sampai di tempat itu Rizal membuka penutup mata pada Shera.
"waaaahhh.... Ini indah banget ." setelah membuka mata Shera mengatakan.
"bagai mana kamu suka?" sembari memandang Shera , Rizal bertanya
__ADS_1
"ya ampun sayang aku suka banget ."-- "ya sudah ayo turun tuan putri." sembari turun satu anak tangga Rizal tersenyum dan memberikan satu tanganya untuk di gandeng Shera.
Sampai di tempat duduk Shera pun di persilahkan oleh Rizal , Shera dan Rizal pun duduk berhadapan , di situ Rizal menyuruh Shera untuk kembali memejamkan matanya karna dirinya akan memberikan sebuah kalung dan cincin pada Shera sebagai tanda bahwa dirinya akan menikahinya .
"Shera aku mau kamu pejamkan kembali mata kamu , kamu mau kan?"
"em , pejamkan mata? Oke baiklah ." jawab shera
Setelah shera memejamkan matanya , Rizal pun berdiri dan berjalan menuju belakang Shera untuk memakaikan sebuah kalung padanya.
Selesai itu ia pun menyuruh Shera untuk membuka matanya kembali.
"Shera bukalah mata kamu ." ucapnya
"e, sayang apa ini ? " kalung ? Ya ampun sayang bagus banget , sangat cantik ." sembari memegang kalung yang di berikan Rizal Shera memandang ke arah Rizal yang masih berdiri di sampingnya dengan wajah berseri.
Rizalpun tersenyum lalu duduk kembali , tak lama kemudian Rizal mengatakan pada Shera bahwa kalung itu adalah pemberian papahnya sebagai tanda melamarkan Shera untuk dirinya.
"Shera kamu suka kalung itu ?
"he'em aku suka banget." jawab shera tersenyum
"Shera itu adalah kalung pemberian papah untuk kamu , sebagai tanda beliao melamar kamu untuku dan cincin ini aku berikan untuk kamu sebagai tanda bahwa aku akan menikahimu satu bulan lagi." sembari memegang tangan Shera dan memandangnya Rizal berkata padanya lalu memberikan cincin pada jari manisnya.
Mendengar ucapan Rizal hatinya tersentuh antara bahagia dan sedih karna menyayangkan kepergian papah Rizal yang begitu cepat.
"Trimakasih Rizal , aku menerima lamaran kamu dan aku tunggu kamu satu bulan lagi . Dan aku berjanji pada orang tuamu kalao aku akan menjadi menantu yang baik " ucap Shera dengan pandangan fokus pada Rizal.
Tak lama kemudian oma Tantri bersama Alan dan Elena pun datang beserta kaka dan orang tua Shera.
Oma tantri dan mamah shera pun berkata pada keduanya.
" semoga kalian bahagia ."
Mendengar suara itu Shera seketika menoleh serta terkejut , dan menangis bahagaia .
Lalu Rizal dan Shera pun berdiri dan berlari memeluk oma tantri serta mamah Shera
__ADS_1
Bersamaan itu setelah memeluk keduanya Rizal pun menggendong Shera dan membuat semuanya tertawa bahagia.
SELESAI