
Hari minggu, biasa di isi dengan kegiatan santai untuk meringankan beban pikiran dari tekanan kerja, sekolah atau apapun itu. Sama halnya dengan Runa, ia memilih lari pagi mengelilingi taman kota, masih sedikit sepi karena ia memulai lari dari pukul 6 pagi. Ia berolahraga sendirian, karena Daisy sudah mendapatkan jatah libur minggunya sedangkan Sovia ada kegiatan kerja kelompok dirumah temannya sehingga harus mempersiapkan dari pagi juga. Jika saja rumah Bella ada disekitar sini, karena Runa hanya memiliki 3 teman dekat saja semenjak pindah ke kota.
"Satu... Dua... Satu... Dua..." Runa masih terus berlari, walau keringat sudah membasahi tubuhnya.
Setelah satu jam mengelilingi taman kota, Runa memilih untuk beristirahat di warung bubur dan memesan satu mangkok bubur ayam. Runa melahap setiap sendok bubur ayam dengan semangatnya untuk mengisi kembali energi yang telah mengalir keluar bersama keringatnya. Sekitar setengah jam nongkrong di warung bubur sambil ngobrol-ngobrol cantik sama Ibu yang punya warung, tiba-tiba datang banyak sekali ibu-ibu pada setiap menitnya sehingga terbentuklah kerumunan ibu-ibu dari yang tua hingga muda dengan memakai seragam olahraga warna-warni ditengah lapang taman kota.
"Itu, kenapa yah Bu. Kok kerumunan-kerumunan gitu. Kayaknya bakal ada acara seru-seruan yah Bu? Kayak 17 agustusan gituu? Eh tapi kan Agustus udah lewat yaa" Tanya Runa penasaran juga bingung.
"Aduh si neng cantik. Belum pernah hari Minggu main ke sini yah? Padahal udah satu bulan lebih tinggal disini" Bukannya menjawab, Ibu tukang bubur malah tertawa dan balik bertanya.
"Hehehe, pernah sih Bu. Cuman mainnya waktu sore doang. Kalau pagi baru sekarang." Jawab Runa. Ini memang pertama kalinya ia bermain ke taman kota diwaktu pagi, biasanya ia suka kesini waktu sore sambil berburu sunset.
"Jadi, setiap pagi di hari minggu. Para ibu-ibu yang muda sampai yang tua suka ikut acara senam pagi bersama. Tapi enggak semua ibu-ibu, cewek-cewek muda kayak neng juga banyak. Kadang ada juga cowok, tapi kalau cowok kebanyakan yang udah lansia." Ibu tukang bubur sedang menjelaskan.
"Terus, itutuh ibu muda yang pake topi putih. Namanya Bu Yura, ia sebagai pemimpin senamnya. Seru neng, coba aja neng ikut. Ibu juga pengen ikut cuman harus jaga warung, hehe." Lanjutnya.
Runa hanya manggut-manggut tanda mengerti, dengan sorot mata masih tertuju pada Bu Yura sebagai pemimpin senam pagi. Cantik, gumam Runa.
"Oh ya Bu, itu Bu Yura masih muda atau memang udah nikah?" Tiba-tiba Runa malah bertanya tentang pemimpin senam nya.
"Dia itu janda muda neng. Baru punya anak satu umur 6 tahun. Itu anaknya yang cowok yang pake topi Spongebob, yang cakep banget." Jawab Ibu tukang bubur sambil nunjuk anak cowok yang sepertinya sudah tidak sabar untuk melakukan senam bersama ibu nya.
Wah bener. Cakep, gemesin lagi. Pasti setengah jiwa ibunya sama setengah jiwa bapaknya disatuin dalam jiwa anaknya. Ganteng parah, kalau udah gede kayaknya bakal jadi saingannya Park Bo Gum terus jadi mangsanya si Daisy nih, hahaha.
"Eh Bu, tadi saya enggak salah denger. Bu Yura janda muda? Ngomong-ngomong, kemana suami nya Bu?" Tanya Runa lagi.
__ADS_1
Kok Runa jadi terus tanya-tanya tentang Bu Yura sih, cepetan dah masuk barisan senam. Goyang-goyang sehat biar author bisa lanjut ceritanya nih - author
Sabar lah thor. Masih kepo, siapa suruh Bu Yura nya Cantik banget, kan jadi kepo mau tips biar awet muda gitu lho - Runa
(Author pasrah)
"Suaminya udah meninggal satu tahun yang lalu, karena kecelakaan dan meninggal ditempat. Kasihan juga, sebenarnya masih muda cantik lagi. Tapi mau bagaimana lagi kalau garis takdir nya harus kehilangan suami tercinta, biasanya alm. Suami nya suka ngejemput kalau acara senam pagi udah beres." Ibu tukang bubur menjelaskan dengan wajah sedihnya.
"Innalilahi. Kasihan juga yah, tegar sekali Bu Yura ini." Runa bergumam sendiri.
"Iya neng, Bu Yura memang sangat tegar dan juga setia. Dia udah mutusin buat fokus ngurus anak semata wayangnya sama bisnis yang sudah dikelola suaminya sejak lama, tidak akan mencari pengganti alm. Suaminya. Salut Ibu juga."
Saat Ibu tukang bubur mau melanjutkan lagi ngobrol-ngobrol cantiknya sama Runa. Tiba-tiba ada pelanggan bubur datang, sehingga harus segera menghentikan aktivitas ngobrol nya.
Runa yang melihat pelanggan Ibu tukang bubur sudah sedikit banyak lagi, langsung pamit Undur diri dan membayar bayarannya.
Mengikuti arahan Bu Yura sebagai pemimpin senam, sangat menyenangkan dengan iringan lagu yang nge beat bikin mood siapa aja jadi sangat baik buat ngejalanin hari-hari yang lebih menyenangkan lagi.
"Ayo... Ayooo... Satu... Dua... Tiga... Kedepan... Kebelakang... Kedepan... Kebelakang... Semangat semuanya... Yooo...." Bu Yura berteriak memberi arahan dengan semangat yang tidak ada duanya. Membuat kami ikut terbakar semangat pula.
Kurang lebih satu jam sudah Runa mengikuti senam pagi dengan semangatnya, apalagi matahari yang mulai naik menyinari punggungnya semakin membuat keringat Runa bercucuran kembali. Ia memilih untuk istirahat dulu, di bawah pepohonan yang tertanam di setiap sisi taman kota.
"Nyaman nyaaaa...." Runa merenggangkan kedua tangannya, lalu duduk bersandar dibawah salah satu pohon rindang.
"Lain kali aku harus ngajak Daisy sama Sovia. Pasti seruuu..." Runa bergumam sendiri, sambil senyum-senyum bahagia.
__ADS_1
"Kok aku enggak sekalian di ajak sih."
Untuk pertama kalinya Runa tidak langsung melirik seseorang yang tiba-tiba muncul disampingnya, melainkan melotot dan berpikir sejenak. Pasti dia lagi! Gerutunya dalam hati. Anehnya Runa sudah tidak ada rasa takut, mungkin masih pagi kalaupun mau berbuat jahat enggak akan berani karena banyak orang yang sedang berlalu lalang pikirnya.
Runa segera melirik seseorang yang tengah duduk santai dipinggir nya, mata Runa melotot lalu menatap laki-laki itu dengan sorot mata yang tajam dan juga ekspresi sebal tentunya.
Aah enggak seru! kirain bakal kaget terus kabur lagi kaya anak kecil mau diculik. Tapi ada bagusnya juga, kesempatan buat kenalan nih, gumam lelaki tersebut dalam hati.
"Maaf nona manis, apa kehadiran saya sangat mengganggukah?" Tanya lelaki itu tersenyum manis dengan santainya.
What! Baru nyadar kalo situ ganggu. Ganggu banget malah! Sampai aku enggak bisa tidur tahu! Aku kira situ mau nyulik atau rampok! Huh! Runa hanya bisa memekik dalam hati.
"Jika sudah tahu, kenapa masih terus muncul? Gila!" Jawab Runa dengan sedikit emosi dan juga menampakkan ekspresi tak suka.
"Hahahaha, maafkan saya nona manis. Mungkin nona kira, saya akan menculik atau merampok nona yah" Lelaki itu tertawa dengan keras seolah tak ada beban apapun.
"Gila!" Runa kembali memekik
"Apa Nona manis?" Masih dengan tertawanya yang khas.
"Jangan panggil saya nona manis. Kita juga tidak saling kenal."
"Baiklah bagaimana kalau kita kenalan terlebih dahulu. Saya Alresh, siapakah nama nona manis ini?" Lelaki tersebut memberikan tangannya untuk berkenalan dengan Runa.
"Lagian siapa yang mau kenalan sama kamu! Gila!" Runa berdiri dengan cepat lalu meninggalkan Lelaki yang diketahui bernama Alresh itu sendirian.
__ADS_1
"Gila untuk ketiga kalinya. Sampai jumpa lagi Nona Manis." Alresh hanya tersenyum sembari melambaikan tangannya berkali-kali, menatap kepergian Runa. Tidak henti-hentinya tertawa melihat gaya Runa yang menghentak-hentakkan kakinya dengan penuh emosi juga wajahnya yang sedikit ketakutan saat ia benar-benar memperkenalkan dirinya.