
Episode 25
Shera terpaksa membohongi Rizal demi kesehatanya....dan janjinya pada Alan,namun hati Shera tak kuat menahan kesedihan yang mendalam sehingga air mata pun menetes di pipinya.
"Shera.... Kamu kenapa? Tanya Rizal yang melihat Shera meneteskan air mata.
"em, enggak ...nggak papa...aku hanya ---
"hanya apa Shera...?tanya Rizal kembali.
"aku takut kehilangan kamu ...ucap Shera.
"mengapa bicara seperti itu lagi...sudah kamu jangan menangis ya...toh aku masih ada di sini...ucap Rizal.
Shera pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Tak lama kemudian setalah waktu berjalan dua perawat datang untuk mengganti pakaian Rizal ,karna dirinya akan di bawa ke ruang operasi .
"slamat siang mas Rizal...karna operasi akan segera di lakukan satu setengah jam lagi...kami meminta mas untuk bersiap dan nona tolong kami minta keluar dulu. Ucap salah satu perawat.
"baik sus...,em zal..aku keluar dulu yaa....jawab dan ucap Shera pada perawat dan Rizal.
Shera pun keluar dan duduk di ruang tunggu...tak lama kemudian orang tua shera pun datang ,dan menghampiri shera yang tengah duduk sendiri.
"Shera...
"mamah...ayah...jawab shera yang melihat mamahnya baru saja datang bersama sang ayah,shera berdiri...lalu memeluk sang mamah.
"mengapa menangis Shera...?tanya sang mamah
"aku gak tega mah...harus berbohong pada Rizal... ,aku juga takut karna dia satu setengah jam lagi akan menjalani operasi mah.ucap Shera di ppelukan sang mamah mirna.
"Shera...sudah...,barusan saat mamah dan ayah belum kesini Alan meminta agar kita menemani Rizal ,ucap sang mamah.
Shera pun melepas pelukanya lalu duduk sembari menyeka air matanya.
Beberapa menit kemudian Doni kaka Shera yang baru saja pulang dari luar negeri pun juga datang menjenguk Rizal.
"mamah....ayah...ucap Doni yang baru saja datang.
"Doni....?ucap bu mirna dan pak handoko
"ka Doni..?ucap Shera.
"kamu kapan datang....?ko pulang gak kabar kabar...ucap sang ayah handoko.
"iya yah...memang mendadak pengen pulang,tapi sampai rumah bibi bilang mamah sama ayah dan Shera berada di rumah sakit,makanya aku langsung ke sini...ucap Doni."em shera...bagai mana kondisi Rizal...?apakah dia sudah di operasi.
"belum ka...sebentar lagi.ucap Shera.
__ADS_1
"loh Don memangnya kamu sudah tau tentang Rizal....?tanya mamah mirna.
"sudah mah....dulu Rizal sering kambuh mah saat bekerja bersamaku...ucap Doni.
"jadi kamu sudah tau Don...mengapa kamu gak cerita detail sama ayah...dulu ,almarhum papahnya Rizal pernah mengatakan jika Rizal itu sakit...tapi ayah gak tau jika akan separah ini...ucap sang ayah Handoko.
"sudah sekarang yang terpenting...kita doakan saja buat operasi Rizal...semoga operasinya berjalan lancar. Ucap sang mamah Mirna."dan kamu Don...jangan sampai memberi tau Rizal jika papahnya sudah tiada oke...
"iy benar mah.. Ucap pak Handoko.
"iya mah.... Aku janji tidak akan memberi tau Rizal sebelum Alan yang memberi taunya.ucap Doni.
Setelah sekian lama mengobrol ... Dua perawat pun keluar,Shera pun kembali masuk ke ruang rawat bersama keluarganya.
"yah..Rizal yah...ucap ibu Mirna pada pak Handoko.
Lalu mereka pun berjalan mendekati Rizal mengikut Shera.
"zal...apa kabar...?ucap Doni yang telah lama tak bertemu.
"begini lah Don keadaanku...jawab Rizal."om...tante...ucap Rizal kembali pada pak Handoko dan ibu Mirna.
"iya Zal aku paham...ucap Doni
" Rizal...kamu cepat sehat ya...ucap pak handoko
"em...oma dan..--- "oma dan ka Alan belum sampai Rizal,mungkin mereka terjebak macat. Jawab Shera memotong ucapan sang mamah Mirna.
Setelah itu tak menunggu waktu lama perawatpun datang kembali untuk membawa Rizal ke ruang operasi.
"em maaf tuan ,nyonya , kami harus membawa Mas Rizal ke ruang operasi sekarang...ucap salah satu perawat.
"e, iya sus silahkan...ucap ibu Mirna.
"Rizal kamu..semangat ya...ingat janji kita oke...ucap Shera.
Sementara itu Rizalpun tersenyum...lalu susterpun membawanya ke ruang operasi.
****
Di perusahaan orang tua Risma.
Lagi lagi Risma masuk ke dalam ruang kerja Anton untuk memaksanya mengembalikan harta warisan ayahnya.
"pak Anton...anda benar benar tidak mau menuruti saya...! Apa anda lupa saya yang memasukan anda ke perusahaan ini...ucap Risma.
"anda benar....tapi sebelumnya saya tidak pernah tau ,jika prilaku anda sebejat ini....!dan anda pun sudah tidak ada hak...untuk memecat saya..
Saya di sini bekerja...dengan bijak...siapa yang salah itulah yang mendapat hukumanya...begitu juga dengan anda,...anda menolak perintah almarhum tuan besar,maka saya menuruti wasiat tuan besaar,dan itu sudah tidak bisa di rubah .ucap pengacara laalu ppergi.
__ADS_1
"jihhh...lihat saja ppak anton...! saya tidak akan pernah diam...!!! triak Risma sembari mengeppalkan tanganya dengan kencang dan memukulkanya ke atas meja.
****
Sementara waktupun berjalan,tak terasa beberapaa jam pun telah berlalu... Semua keluarga Shera dan Rizal berkumpul di ruang tunggu , Alan dan oma Tantri yang baru satu jam menunggu berharap proses operasi segera selesai.
Oma tantri yang masih sedih karna kepergian Burhan juga kawatir kepada Rizal.
"Alan...mengapa operasinya lama sekali...ucap oma Tantri.
"sabar oma.... Jawab Alan.
Tak lama kemudian pintu ruang operasi pun terdengar terbuka dengan gegas Alan berdiri dan melihat salah satu dokter keluar dari ruangan itu, Alan dan oma Tantripun segera mendekatinya begitu juga yang lain.
"dokter ...bagai mana dengan Rizal dok?tanya Alan mewakili semuanya.
"alhamdulilah...operasinya berjalan lancar, setelah ini dia akan di pindah ke ruang ICU namun untuk sementara dia belum bisa di jenguk,kalao pun bisa hanya untuk satu orang saja tidak bisa bersama sama.jawab Dokter.
"syukurlah dok....,baiklah...kalao begitu dok. jawab Alan
Setelah berbicara dengan Alan dokterpun pergi ,sementara Shera yang kawatir dengan kondisi Rizal pun bertanya pada Alan bagai mana jika Rizal menanyakan papahnya.
"ka Alan, "iya Shera...jawab Alan.
"ka...setelah kepergian om burhan,aku rasanya masih sedih ka...terlebih...aku memikirkan Rizal, bagai mana nanti jika dirinya menanyakan om burhan ka...ucap shera.
"iya benar Alan...bagai mana jika dia,bertanya tanya akan papah kamu? . Sambung pak Handoko.
"akuppun bingung untuk mengatakan padanya nanti...terpaksa aku harus berbohong om.ucap Alan sembari duduk
Lalu mamah Shera dan oma tantri pun duduk di samping Alan yang tengah merasakan kesedihanya,merekapun menepun nepuk pelan bahu alan.
"Lan sabar ya.... Ucap Doni.
"iya don....hawabnya.
Tak terasa akhirnya Rizal pun selesai menjalani operasinya dan ia pun di pindahkan di ruang ICU,
Saat perawat membuka pintu ruang operasi Alan yang tengah duduk bersama oma Tantri pun berdiri untuk melihat Rizal sejenak begitu juga Shera dan keluarganya,namun melihat Rizal oma Tantri pun tak kuasa menahan kesedihanya.
****
Berbeda suasana di kediaman Risma.
Malam yang begitu membahagiakan untuk Risma...di rumahnya Risma bersenang senang dengan teman temanya dan kekasih barunya,dalam hati Risma mengatakan
*aku puas karna Burhan berhasil ku singkirkan dan malam ini tinggal aku bereskan anaknya Rizal,setelah itu...giliran kamu Alan putra Burhan !
Raut wajah Risma pun menyimpan penuh dendam ia pun tersenyum sinis sembari memegang gelas minuman.
__ADS_1