
Episode 22
Tak terasa merekapun sampai pada tujuan..
Alan dan elena mencari cincin untuk pertunangan mereka, tak berbeda dengan Rizal yang juga mencari Cincin untuk pertunanganya dengan Shera... Namun kali ini Rizal di temani sang papah dan juga oma Tantri.
"Rizal... Ini bagus buat shera ... Ucap Burhan menunjuk pada salah satu cincin.
"e, iya pah... Papah benar, ucap Rizal.
Oma Tantri yang melihat keduanya kembali mengobrol dan terlihat akur pun merasa bahagia dan tidak menyangka, lalu oma Tantripun mendekati Alan dan Elena yang tengah memilih Cincin, dan oma Tantripun berbisik pada Alan.
"Alan... Lihatlah papah kamu dan Rizal...
"e, mereka... Akrab sekali oma? Tanya Alan.
"ya kamu benar.... Sejak dari perjalanan kesini, papah kamu dan Rizal sangat akur. Dan oma sangat bahagia Alan. Ucap oma Tantri
"sukurlah oma... Ini pertanda baik oma... Ucap Alan tersenyum.
Sementara Burhan mengacungkan jempol pada Alan dari balik bada Rizal.
Di situ pun tanpa sepengetahuan Rizal juga Alan, Burhan membelikan dua kalung untuk Elena dan Shera.
****
Setelah itu merekapun makan malam bersama di sebuah restoran, namun di tengah makan malamnya Rizal bersama keluarganya ,ia terdiam dan berkata dalam hati sembari memandangi sang papah yang tengah makan dan duduk di kursi yang berhadapan denganya.
*untuk pertama kalinya aku makan bersama di luar bersama papah dan untuk pertama kali juga aku ngobrol dengan papah, rasanya hati ini ingin skali membenci namun tak tau mengapa.... Rasa benci itu tiba tiba hilang.
Lalu Alanpun memanggilnya.
"zal... Kenapa? Ko kamu ngelamun?
"e, o enggak ka... Gak papa,.... Ucap Rizal.
" Rizal ayok teruskan makanmu.... Ucap Burhan.
"iya pah... Ucap Rizal.
Lalu Burhanpun berkata pada Elena
"em, elena nanti katakan pada ayah dan mamahmu... Om besok akan datang ke rumahmu... Untuk silaturahmi -
"oma juga elena... Sambung oma Tantri
"iya nanti elena sampaikan sama mamah dan ayah. Jawab elena tersenyum.
****
Sementara ke esokan harinya.... Risma datang kembali ke rumah pengacaranya,dengan perasaan emosi.
Di perjalanan.
"aku harus dapatkan kembali semua warisan ayahku..., dan burhan harus tanggung jawab atas semua ini... Ucap Risma .
"tapi bos....pengacara bos kan gak mau bos.....ucap salah satu body guardnya yang tengah menyetir.
__ADS_1
"heh jangan bodoh kamu... Kita akan paksa atao kalao perlu kita ancam dia.. Ucap Risma.
"e, iya bos... Oke... Jawab bodyguardnya.
****
Tak lama kemudian Risma akhirnyapun sampai di kediaman sang pengacara,dengan tatapanya yang tajam dan keyakinanya... Risma pun turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu Rumah sang pengacara dengan di ikuti dua bodyguardnya, sampai di depan pintu Rumah sang pengacara Risma menyuruh salah satu bodyguard untuk mengetuk pintu rumah sang pengacara, hingga pada akhirnya sang istri pengacarpun membuka kan pintu untuknya.
"e, bu Risma?
"mana suamimu...?! Tanya Risma.
"ada apa lagi bu Risma? Tanya sang pengacara yang baru saja menemuinya.
"saya kesini...mau meminta secara baik pada anda, tolong kembalikan hak saya... Dan saya berjanji akan memenuhi apa yang almarhum ayah saya mau. Ucap Risma berdalih.
"hemh maaf nyonya Risma... Anda terlambat, karna yang ayah anda mau,... Itu saat anda masih bersama suami anda, yaitu pak Burhan dan anda memberikan hak anda sebagai wanita pada suami anda dan bukan memanfaatkan pak Burhan untuk sekedar mengelola perusahaan, sedang anda tidak mau memiliki keturunan. Ucap pengacara sembari berjalan keluar dan berdiri membelakangi Risma.
Lalu Risma pun mendekatinya dan berkata
"tetapi saya akan kembali bersama suami saya... Dan saya pastikan, saya akan memberikan sepenuhnya pada suami saya sebagai seorang wanita...
Mendengar perkataan Risma lalu sang pengacar pun berbalik badan memandang wajah Risma dengan berkata
"bohong... Sudah sering anda berbohong, saya sekarang sudah tidak bisa percaya pada anda,maaf...
"hei... Anda itu pengacara saya... Tapi anda tidak percaya dengan saya, saya bisa pecat anda... Paham! Ucap Risma yang mulai emosi.
"silahkan pecat saya... Karna saya tidak takut dengan anda, karna pemilik perusahaan yang utama kini adalah Alan dan Rizal! Dan itu sudah sesuai perintah almarhum ayah anda... Karna anda tidak menepati keinginan almarhum,dan jabatan anda hanyalah kariyawan biasa di perusahaan itu... Paham!!,dan sebentar lagi putra bapak Burhan akan menikah, dan perusahaan akan di pimpin olehnya... Dan bukan anda. Ucap pengacara.
"jih.... Braninya anda berkata seperti itu pada saya...!! Anda benar benar keterlaluan. Ucap Risma.
"oh oke... Tapi lihat saja nanti,saya akan hancurkan kalian satu persatu.ucap Risma sembari membelakangi sang pengacara. "kalian ayok kita pergi...! Ucapnya pada dua bodyguardnya.
Setelah Risma pergi.. Sang pengacara pun heran dan geleng kepala,lalu sang pengacar berkata pada istrinya...
"mah... Aku harus menemui tuan burhan dan tuan Alan, karna ini sudah tidak bisa di biyarkan, dan perusahaan membutuhkan mereka.
"ia pah..., lebih baik secepatnya papah katakan pada tuan Burhan dan kedua putranya... Jika tidak, mamah hawatir,nyonya Risma akan macam macam sama papah. Ucap sang istri.
"ya sudah kalao begitu aku pergi sekarang mah... Ucap sang pengacara pada istrinya lalu ppergi.
Dan pada akhirnya sang pengacarapun ppergi untuk menemui Burhan Alan dan juga Rizal.
****
Di kediaman Alan dan Rizal.
"Tuan saya mohon kembalilah anda di perusahaan itu, karna kami membutuhkan anda... Karna jabatan Nyonya Risma telah di turunkan menjadi seorang kariyawan biasa. Ucap Pengacara.
"oke baiklah... Sebelum anak anaku menggantikanku aku akan kembali ke perusahaan itu, tapi aku akan menyuruh Alan untuk ikut mengurus perusahaan itu, karna dia nantinya yang akan meneruskan dengan Rizal. Ucap Burhan.
"Baik pak... Nanti biyar sekertaris bapak saya suruh untuk atur jadwal Rapat tertutup.ucap pengacara.
"oke,... Dan saya minta Risma jangan sampai tau, karna dia pasti tidak akan diam... Ucap Burhan.
"Baik pak,... Tetapi saya minta bapak hati hati... Karna nyonya Risma mengatakan jika dia akan hancurkan kita satu ppersatu pak.Ucap pengacara.
__ADS_1
"anda tidak usah takut... Saya sudah tau siapa Risma. Ucap Burhan.
Lalu tak lama kemudian Alan pun datang .
"Siang pah...ucap Alan menyapa Burhan.
"siang Alan... Ucap Burhan."em, Alan kenalkan beliao pak anton pengacara di perusahaan orang tua tante Risma.
"siang pak Anton... Ucap Alan tersenyum.
"em Alan duduklah... Ucap Burhan.
Lalu alan pun duduk di samping Burhan dan bertanya
"sebenarnya ada apa ini pah...?
"Begini Alan, papah akan katakan sama kamu,kamu pasti selama ini bingung mengapa tante Risma slalu mengganggu kita... -
"memangnya kenapa si pah, dan aku pun masih gak ngerti tante risma slalu menanyakan harta padaku dan mengatakan agar aku mengembalikanya.... Sahut Alan.
"begini tuan Alan... Sebenarnya,almarhum ayah nyonya Risma memberikan harta warisannya untuk anda dan Rizal,karna nyonya Risma sudah melanggar perjanjian dengan ayahnya... Ucap Anton sang pengacara
"memangnya perjanjian apa sehingga perusahaan menjadi milik kami pak? Tanya Alan
"perjanjianya adalah, nyonya Risma mau menikah dan sedia memiliki anak, selain itu nyonya Risma tidak boleh berfoya foya, tapi sayang semua itu di langgarnya, dan nyonya Risma telah merusak rumah tangga orang lain, ada pesuruh almarhum ayah nyonya Risma yang tau saat papah anda meninggalkan anda juga adik anda,selain itu nyonya Risma hanya manfaatkan tuan Burhan. Ucap Anton sang pengacara.
"kejam sekali tante Risma. Ucap Alan
"maka dari itu... Almarhum memberikan warisan pada anda, untuk menebus kesalahan nyonya Risma,dan perusahaan itu atas nama tuan Alan juga Rizal.ucap Anton. "karna Almarhum semasa hidupnya adalah orang yang bijak dan baik hati,tegas juga bertanggung jawab terhadap apapun terlebih jika hal itu merugikan orang lain, tidak seperti nyonya Risma.
"e, Pah... -
"tidak apa Alan... Itu sudah milikmu, sebenarnya papah akan diam dari kamu, dan memberi taumu kelak jika papah sudah tiada... Ucap Burhan
"e, papah mengapa bicara seperti itu... Ucap Alan.
"sudah... Yang terpenting... Besok kamu harus mengundurkan diri dari tempatmu bekerja, dan kamu mulai mengurus milikmu sendiri... Dan papah minta katakan pada Rizal, setelah waktu yang tepat Alan. Ucap Burhan
"Baiklah pah... Ucap Burhan.
"ya sudah kamu bersiaplah karna hari ini kita akan datang ke rumah orang tua Elena untuk acara Lamaran kamu, jangan lupa hubungi Rizal... Untuk menyusul oke. Ucap Burhan.
"Iya pah..., ucap Alan pada Burhan. "em, pak Anton saya ucapkan Trimakasih skali lagi.... Karna bapak percaya pada kami untuk menerima warisan itu, ucapnya pada pengacara.
"iya Alan... Saya hanya sebagai perantara Almarhum, dan itu sudah sesuai perintah Almarhum. Ucap Anton sang pengacara.
Setelah banyak mengobrol akhirnya sang pengacara pun pamit, sementara Alan dan keluarganya bersiap untuk acara pertunanganya.
****
Sementara hari pun mulai petang, di caffe Rizal yang tengah bersama Shera mengalami kambuh pada penyakitnya, ia pun merintih kesakitan dan berkata pada Shera..
"shera... A, aku mohon jangan katakan pada keluargaku jika aku kambuh, ka,kaka ku akan bertunangan nanti... Aku ti, tidak mau ka Alan gagal bertunangan karna aku... Ucap nya terbata bata.
Sementara Shera yang tengah memangku Rizal tak tega dan menangis,ia pun menjawab ucapan Rizal.
"tapi... Aku harus bagai mana Rizal...kamu harus ke rumah sakit sekarang, kamu gak usah fikirkan kaka kamu ,ucap Shera.
__ADS_1
"sakit... A, aku gak kuat Shera... Ucap Rizal lalu tak sadarkan diri.
Pada akhirnya Shera pun meminta tolong dan membawa Rizal ke rumah sakit, dengan fikiran kacao dan hawatir Shera akhirnya memutuskan untuk diam terlebih dahulu pada keluarga Rizal,mengingat Alan yang akan bertunangan malam itu.