
Episode 26
Malam di rumah sakit...
Selesai pasca operasi Rizal malamnya hanya di temani Alan , Rizal yang belum sadar di alam mimpinya ia pun di datangi seorang laki laki dan wanita yang mirip dengan mamah dan papahnya .
"Rizal...
Terdengar suara yang memanggilnya, Rizal yang kebingungan karna tak tau berada di mana , ia pun mencari suara itu,namun saat dirinya berbalik badan ia melihat laki laki dan wanita berpakaian putih berdiri di hadapanya.
Rizalpun terkejut dan memanggil laki laki dan wanita itu.
"mamah....papah...? kalian mengapa ada di sini?ucapnya.
Namun tak ada jawaban , laki laki dan wanita yang menyerupai orang tuanya itu pun tiba tiba menjauh dan menghilang dari hadapanya.
Ia pun teriak memanggil mamah dan papahnya.
"mamah....! Papah...!kalian mau kemana...?
Di alam nyata Alan yang melihat Rizal seperti mengalami kejang pun panik dan segera memanggil dokter.
"e,Rizal...kamu kenapa zal...,gawat aku harus memanggil dokter....ucap Alan lalun pergi memanggil dokter
Tak butuh waktu lama Alan pun memanggil dokter yang berjaga.
****
Setelah Rizal di periksa dan di nyatakan baik baik saja , Alan pun duduk di ruang tunggu sembari berfikir apakah dirinya mampu untuk mengatakan sejujurnya pada Rizal , untuk mengurangi rasa gelisahnya Alan pun mencoba menelfon calon istrinya yaitu Elena.
"malam sayang...
"hai sayang , malam juga... Eh gimana kondisi Rizal sayang?tanya elena.
"ya masih di ICU kondisinya belum setabil....kamu lagi ngapain?ucap dan tanya Alan
"semoga Rizal cepat sembuh ya sayang....dan buat kamu sabar ya....em besok aku ke situ buat jenguk Rizal.ucap Elena. "dan o iya, aku tiduran aja nih sama mikirin kamu...
"iya sayang... , makasih ya karna kamu mau mikirin aku. jawab Alan.
"iya sayang...kamu istirahat ya . ucap elena.
"iya sayang , kamu juga ya...,sudah malam . Ucap Alan.
****
Keesokan harinya.
Setelah menjalani operasi dua hari sebelumnya , akhirnya Rizal pun sadar . Shera yang datang bersama Elena merasa senang karna semuanya berjalan lancar , namun hati shera dan semuanya tak bisa di bohongi oleh kesedihan yang mendalam.
Di ruang rawat...
"Rizal , akhirnya kamu berhasil melewati semuanya, aku dan yang lainya termasuk ayah dan mamahku hawatir dengan kondisi kamu. Ucap Shera yang tengah duduk di samping Rizal
__ADS_1
"makasih ya....karna kamu udah perhatian denganku, dan makasih juga karna kamu tetap mau menerima aku dengan segala kondisi aku. Ucap Rizal
"iya , sama sama dan kamu tetap setia denganku kan? Kamu bilang kita akan menikah ?jadi bagai mana setelah kamu operasi ini? Ucap Shera
Mendengar pertanyaan Shera , Rizal pun meraih tangan Shera dan menggenggamnya sembari menatap wajah Shera ia pun mengatakan bahwa dirinya akan menepati janjinya.
Di tengah obrolan Shera dan Rizal , Alan dan Elena serta oma Tantri pun meledeknya.
"em.... Ka Alan , aku berasa panas di ruangan ini , kita keluar yuk.... Em oma yok kita keluar , sepertinya di luar akan lebih segar terasa . Ucap Elena bergurao sembari berkedip pada Alan dan oma tantri.
"o iya , ayok. Jawab oma Tantri "ayok Alan...ucapnya kembali pada Alan.
"oke ayokkk...jawab Alan pada oma Tantri dan Elena.
Sementara Rizal pun tertawa karna mereka begitu juga Shera.
****
Di perusahaan ayah Risma.
Pak Anton yang tengah berjalan menuju ruang kerjanya , tak sengaja mendengar Risma tengah mengobrol di telefon dengan seseorang,karna curiga pak Antonpun menelefon Alan .
Di rumah Sakit.
"apa pak Anton bu risma seperti menelfon seseorang?tanya Alan.
"iya tuan Alan , sepertinya mencurigakan ... Alangkah baiknya tuan Alan lebih berhati hati. Ucap pak Anton
"oke baik lah pak Anton , sebelumnya terimakasih . Ucap Alan
****
Malam di Rumah sakit, setelah suasana sepi , saat Rizal dan Alan telah tertidur lelap , seseorang berpakaian dokter dengan wajah mengenakan topeng masuk ke dalam ruang Rawat di mana Rizal di rawat .
Dengan pelan seseorang itu pun mencoba membekam Rizal , namun Rizal yang tak sengaja terbangun pun , kaget dan berteriak .
" wehhhh ! Siapa kamu..?! !
Seseorang itu pun mencoba memaksa membekam Rizal , namun Rizal pun berontak dan terbangun serta mencoba melawan dan mencoba mencegahnya keluar, sampai Alan terbangun dari tidurnya , namun seseorang itu menyingkirkan Rizal dan berlari keluar.
"Rizal...?! Ucap Alan yang baru saja terbangun. "astaga... Siapa dia...? Ucapnya kembali
"wehhh.... Siapa lo !!. Triak Alan dan berlari mengejarnya
Sementara Rizal yang belum begitu pulih pun menahan rasa sakitnya, suster yang mengetahui kejadian itu pun segera memberi pertolongan padanya dan memanggilkan dokter yang masih berjaga.
Tak lama kemudian Alanpun kembali dengan tangan kosong , dalam hati Alan berkata *apakah ini bagian dari rencana tante Risma..?aku harus cari tau ini.
Lalu Alanpun masuk dan bertanya pada Dokter yang telah memeriksa Rizal.
"e, dok bagai mana dengannya ? Apakah dia baik baik saja...
"tidak papa... Hanya syok saja, sebenarnya ada apa tuan Alan ? Mengapa bisa seperti ini? Ucap dan tanya Dokter.
__ADS_1
"saya pun tidak tau dok...tiba tiba ada orang yang menyamar sebagai dokter , dan masuk begitu saja. Ucap Alan.
"ya sudah saya harap anda lebih menjaganya lagi , dan lebih berhati hati ,kalao begitu saya permisi. Ucap Dokter
"baik dok terimakasih.
Setelah berbicara dengan dokter Alan pun duduk di samping Rizal dan bertanya padanya.
"zal...sebenarnya apa yang terjadi...?
"aku pun tidak tau ka...tiba tiba seseorang berpakaian dokter masuk dengan mengenakan topeng , ia mencoba membekamku namun aku berusaha melawanya. Jawab Rizal.
"tapi kamu tidak papa kan?tanya Alan.
"tidak , hanya terasa sakit di dada saja. Ucap Rizal.
" ya sudah , itu karna luka bekas operasi kamu belum sembuh... Lebih baik kamu tidurlah. Ucap Alan
Lalu Alan lagi lagi terdiaam dan berkata dalam hati * lihat saja tante Risma...jika ini adalah ulahmu , aku tidak akan diam , aku akan jebloskan kamu ke penjara.
****
Dua hari kemudian di ruang dokter,
Alan mencoba menanyakan kesehatan Rizal pada dokter.
"dok...jadi kapan rizal bisa pulang dok?
"besok tuan Alan , dan pesan saya jika bisa ,jangan sampai dia memikirkan hal yang membebani dulu tuan alan , karna kondisi jantungnya biar membaik dulu. Ucap dokter.
"baik dok . jawab Alan
Setelah alan menemui dokter , ia pun kembali ke ruangan di mana Rizal di rawat.
Sampainya di ruang rawat , Rizal yang sudah mulai membaik kondisinya pun bertanya pada Alan mengenai papahnya yang belum juga kunjung datang.
"ka Alan , sudah hampir lima hari papah tidak memberi kabar , apa papah juga mulai tak peduli lagi dengan anaknya yang penyakitan ini. Ucap Rizal yang menyayat hati Alan dan oma Tantri
Karna Alan mengingat perkataan dokter Alan pun terpaksa berbohong lagi pada Rizal mengatakan jika papahnya mungkin akan lama di luar negri ,sementara Shera dan Elena terkejut dengan ucapan Rizal , dan oma tantri pun berkata pada Rizal bahwa ucapanya tidak baik.
"zal...kamu , lebih baik pikirkan saja kesehatanmu...urusan papah tak usah kamu fikirkan. Ucap Alan.
"ya oke baiklah. Jawabnya sembari memalingkan wajahnya. "e,tapi tunggu ka... Waktu aku belum sadar , mengapa aku seperti bertemu mamah papah ka.
"e,maksud kamu?-- "e Rizal mungkin itu hanya mimpi kamu zal...jawab oma Tantri memotong ucapan Alan dengan perasaan bingung dan sedih .
"tapi oma...itu seperti nyata , mamah dan papah memakai pakaian putih...saat aku mendekat pada mereka dan memanggilnya mereka malah pergi menghilang . Ucap Rizal
"sudah Rizal...mungkin karna kamu masih dalam pengaruh bius waktu itu. Jawab Elena
"ya benar Rizal . Sambung Alan walao hatinya hancur.
"mungkin. gumam Rizal.
__ADS_1
Mendengar cerita Rizal semua pun merasa gelisah ,sedih dan hawatir...karna dirinya tak mengetahui jika papahnya telah tiada.