BENCI TAPI RINDU

BENCI TAPI RINDU
BENCI TAPI RINDU


__ADS_3

Episode 20


Setelah sampai di rumah sakit dokter terpaksa mengatakan penyakit burhan pada alan, dan mendengar penyakit sang papah alan sangat merasa sedih dan kebingungan...


"ya tuhan... Mengapa bisa papah mempunyai penyakit ini....sudah Rizal sakit, papah sakit...aku harus bagai mana sekarang jika oma tau, oma pasti sedih...Rizal tidak pernah mau bicara dengan papah...jika aku katakan pada rizal, ini pasti akan percumah, lebih baik aku tidak katakan ini pada rizal....


Papah juga sudah terlalu banya melakukan kebaikan pada Rizal, yang gak pernah Rizal tau...ucap dalam hati Alan sembari duduk menunggu sang papah.


****


Keesokan harinya di rumah Alan dan Rizal.


"Zal... Kaka minta coba deh...mulai sekarang kamu jangan terlalu benci sama papah.ucap Alan yang tengah turun bersama Rizal


"ka...lebih baik kaka diam, gak usah atur aku...udah syukur aku izinin papah tinggal bersama kita, begitu kaka masih saja minta yang lain... Ucap Rizal.


"tapi zal... Kamu bakal menyesal nantinya zal...ucap Alan


"hemh... Ingat ka, di kamusku tidak ada kata menyesal...paham!!... Ucap Rizal lalu pergi.


"jih... Sial anak itu... Lihat Zal kamu suatu saat akan menyesal saat kamu tau semuanya tentang pengorbanan papah buat kamu... Hemh .ucap alan sendiri.


Lalu tak lama oma tantri yang melihatnya pun memdekati Alan yang masih berdiri di samping tangga.


"Alan... Kenapa? Ada apa lagi?


"e, oma... O enggak ko oma, gak ada apa apa...emmm papah pergi ke bengkel oma? Ucap dan tanya Alan.


"owh iya... Kamu jangan terlalu memaksa Rizal ya... Toh oma yakin suatu saat dia akan perlahan memaafkan papah kamu, ucap oma Tantri. "emmm papah kamu ke bengkel biasa... Dan kalao kamu gak sibuk, papah kamu minta, kamu kesana..


"em maaf oma... Aku gak bisa... Karna bos ada meting sekarang aku harus ke kantor, gak enak sama bos... Ucap Alan.


"iya Alan oma tau ko... Sebagai wakil direktur kamu harus profesional, kamu benar benar hebat... Oma bangga sama kamu Alan,ucap oma Tantri


"ehm... Trimakasih oma, aku juga bangga memiliki oma... Karna oma aku bisa sampai sekarang,sukses juga buat oma ya... Semoga butik oma slalu ramai, banyak peminatnya... Ucap Alan.


"trimakasih Alan... Ucap oma Tantri lalu peluk Alan


Setelah itu Alanpun melepaskan pelukan sang oma dan berkata pada oma Tantri


"oma nanti setelah pulang dari kantor mungkin aku pulang agak telat... Biasa mau main kerumah calon mertua... Ucap Alan.


"wahh.....udah bilang calon mertua ajah... Buruan dong sayang, kapan nikahnya... Oma kan pengen gendong uyut oma, ucap oma Tantri.


"iya oma... Sebentar lagi ko... Ucap Alan tersenyum.


"a, yang benar sayang....? Kamu akan meminang elena? Tanya oma Tantri penuh bahagia.


"he, em... Ucap Alan sembari menganggukan kepalanya.


Lalu oma Tantri lagi lagi memeluk erat Alan penuh bahagia.


****


Di perusahaan orang tua Shera.

__ADS_1


*ka Alan slalu saja mengaturku...kenapa sih, slalu saja orang itu... Kenapa aku harus baik padanya... Sudah untung aku izinkan laki laki itu tinggal bersama. Ucap dalam hati Rizal.


"hai sayang... Sapa shera yang baru saja masuk ke ruang kerja Rizal.


"e, hai... Jawab Rizal.


"kamu kenapa sih... Melamun ajah...?! Em o iya... Papah minta kamu ke ruang meting sekarang tuh kamu lupa? Nanti papah marah loh... Ucap shera.


Rizal yang baru mengingatnya pun langsung terkejut dan gugup


"e, o iya...! Aku lupa, astaga papah kamu pasti marah sama aku..., ini jadwal papah kamu... Kenapa aku bisa lupa begini... Ucap Rizal sembari menyiapkan file dokumen yang ada padanya.


"ya sudah buruan ayokk.... Ucap Shera.


Setelah itu shera dan Rizalpun segera pergi untuk meting.


****


Di perusahaan orang tua Risma.


Lagi lagi Risma marah, dan ingin sekali merebut warisan yang telah di berikan untuk Alan dan Rizal.


"heehh kalian....saya minta kalian hadang Alan, dan bawa dia padaku....,kali ini aku ingin dengan cara halus... Jangan sakiti dia... Kalian paham. Ucap Risma pada dua bodyguardnya.


"baik bos.... Kalao begitu kami permisi bos...jawab kedua bodyguardnya lalu pergi.


*hemmm mungkin dengan cara halus... Alan akan mau membujuk papahnya. Ucap dalam hati Risma


****


"Rizal... Saya lihat kerja kamu sangat bagus, tapi saya minta... Lain kali jangan pernah kamu bawa masalah rumah saat kamu bekerja oke... Ucap Handoko yang tengah duduk berhadapan dengan Rizal di ruang kerjanya.


"baik om... Maafkan saya... Terus terang fikiran saya saat ini kacao. Ucap Rizal.


"ya sudah...pesan saya pokoknya harus kamu ingat oke... Ucap Handoko. "dan o iya... Rizal... Ngomong ngomong kamu dan shera sudah berpacaran lama... Em, kapan kamu akan menikahi Shera?


"e, papah... Ucap shera pada handoko


"ya secepatnya om.... Ucap Rizal.


Lalu shera yang berdiri di samping handoko pun tersenyum penuh bahagia


"bagus... Karna saya, berharap begitu ,ucap Handoko


"trimakasih om .... Om gak usah hawatir... Sera secepatnya akan saya lamar om. Ucap Rizal sembari sedikit melihat Shera.


"oke om tunggu waktu yang tepat kamu.. Untuk melamar Shera. Ucap Handoko tersenyum.


****


Sementara sore harinya di jalan... Alan yang tengah menyetir dengan santainya tiba tiba di hadang oleh dua orang preman, yang membuat perjalanan Alan terhenti.


Karna heran Alan pun menghentikan laju mobilnya dan tiba tiba dua preman pun mendekati Alan dan mengetuk pintu mobil depan Alan.


Alan ahirnya pun membuka kaca jendela mobilnya, dan sang premanpun berkata...

__ADS_1


"Sore tuan.....


"ada apa kalian... Mau apa lagi?! Tanya Alan.


"bos kami meminta anda untuk menemui beliao dirumahnya sekarang...ucap salah satu bodyguard.


"oke... Tapi aku minta, kalian tidak usah mengikuti saya... Ucap Alan.


Lalu dua bodyguard itu saling berbisik "gimana... Kita turuti dia?


"oke lah...dari pada dia tidak mau datang, dan kita yang kena marah...


"ya sudah iya kan saja.


Lalu salah satu bodyguard itu pun berkata pada Alan


"oke... Silahkan,ucap bodyguard


Setelah itu Alanpun menemui Risma di rumahnya ,di sepanjang perjalananya menuju rumah Risma alan berkata dalam hatinya


* mau apa lagi nenek lampir ini... Gada capenya dia ,....aku saja tak tau menau tentang warisan itu,haah buat aku pusing saja...


Alanpun melajukan mobilnya dengan cepat, dan karna hal itu pun Alan terlupa untuk menemui Elena.


****


Di kediaman Alan dan Rizal.


"oma... Kaka kemana lagi, jam segini tumben belum pulang? Tanya Rizal pada oma Tantri yang tengah duduk sembari merajut.


"kakamu bilang pulangnya agak telat Rizal, ucap Oma Tantri."ada apa memangnya Rizal?


"tidak ada oma.... Hanya tanya saja, em, ngomong ngomong papah juga tumben belom pulang? Ucap dan tanya Rizal.


"e, tumben kamu menanyakan papahmu...? Kangen ya....? Tanya oma Tantri tersenyum.


"e, oma..., em, ya sudah aku ke kamar dulu oma.... Ucap Rizal Lalu pergi.


Oma Tantripun tersenyum,dan berkata dalam hati


*Rizal... Oma tau... Kamu sangat sayang dengan papahmu...tapi mengapa hatimu masih saja tertutup rasa benci.


****


Di kediaman Risma.


"tante... Tante itu salah jika meminta itu padaku... Karna aku sudah katakan berulang kali, bahwa aku tidak tau soal warisan. Ucap Alan pada Risma yang tengah berdiri membelakangi Alan.


"bohong... Buktinya surat itu menyatakan, bahwa kamu dan adikmu menerima warisan dari ayahku sebesar 80% ....ucap Risma menekan Alan.


"tante benar benar keterlaluan.... Warisan itu aku sama sekali tidak mengetahuinya tante!, semua itu hanya papah dan eyang yang tau.... Kalao pun iya...itu bukan urusan aku tante.. Ucap Alan. "jadi aku harap jangan tanyakan soal warisan lagi padaku tante... Sudah cukup pertemuan ini yang terahir...


Dan maaf saya masih banyak urusan, saya permisi...


Alanpun pergi begitu saja, sementara Risma yang berharap dapat meminta kembali warisan itu dengan mudahpun ahkirnya sia sia,...

__ADS_1


Setelah itupun Risma semakin geram dan emosi pada keluarga Burhan mantan suaminya.


__ADS_2